WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi

Rabu, 30 Sep 2026 14:30
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI) membuka kegiatan Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Karakter dan Dakwah (UPT PKD) UMI, Rabu (30/9/2026).
Comment
Share
MAKASSAR - Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI) membuka kegiatan Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Karakter dan Dakwah (UPT PKD) UMI, Rabu (30/9/2026), bertempat di Aula Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UMI dalam memperkuat pembinaan Al-Qur’an, pengembangan karakter Islami, serta menciptakan lingkungan kampus yang semakin religius melalui pembinaan mahasiswa penghafal Al-Qur’an.

Sebanyak 36 mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan UMI mengikuti proses seleksi calon Hafizh/Hafizhah. Para peserta mengikuti tahapan penilaian kemampuan hafalan Al-Qur’an sebagai bagian dari proses untuk menentukan mahasiswa yang akan mendapatkan pembinaan lebih lanjut melalui program Tahfizh/Tahfizhah UMI.

Tim seleksi terdiri atas Wakil Rektor IV UMI Dr KH Muhammad Ishaq Samad, Ketua UPT PKD UMI Dr Andi Darmawangsah, Kabid Tahfizhah Syarifah Hafsah, Dr Agus Salim, serta Mardan dan Mukhsin.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor IV UMI menekankan bahwa program Tahfizh/Tahfizhah tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa penghafal Al-Qur’an, tetapi juga membentuk mahasiswa yang mampu mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan akademik, sosial, dan keagamaan.

“Menjadi Hafizh dan Hafizhah bukan hanya tentang mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi bagaimana hafalan tersebut membentuk akhlak, kedisiplinan, keteladanan, dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

Mahasiswa yang lolos seleksi selanjutnya akan ditempatkan di Asrama Tahfizh/Tahfizhah UMI sesuai dengan kapasitas yang tersedia. Di asrama, para mahasiswa akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an.

Selain pembinaan tahfizh, para Hafizh/Hafizhah yang terpilih juga akan diberikan ruang untuk berkontribusi dalam kehidupan keagamaan di lingkungan UMI. Mereka akan dijadwalkan untuk menjadi imam shalat berjamaah di masjid-masjid dalam lingkup UMI, serta dilibatkan dalam berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

Program ini diharapkan semakin memperkuat ekosistem Kampus Islami UMI, sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa penghafal Al-Qur’an untuk mengembangkan potensi kepemimpinan, dakwah, dan pengabdian.

Melalui program tersebut, UMI terus mendorong terwujudnya mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, kekuatan karakter, kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan kesiapan menjadi generasi yang memberikan manfaat bagi umat dan bangsa.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru