Muslimah Millionaire Hadir di Makassar, Dorong Pengusaha Kembangkan Bisnis Islami
Senin, 19 Okt 2026 13:58
Komunitas Muslimah Millionaire (MM) melalui program Menuju Muslim Millionaire yang memadukan pembelajaran bisnis, penguatan jejaring, dan nilai-nilai Islam. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Membangun bisnis bukan hanya soal mengejar keuntungan, tetapi juga menciptakan manfaat bagi sesama. Semangat itu dibawa komunitas Muslimah Millionaire (MM) melalui program Menuju Muslim Millionaire yang memadukan pembelajaran bisnis, penguatan jejaring, dan nilai-nilai Islam.
Program tersebut digelar bersama pendiri Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali, di Hotel Horison Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9 Oktober 2026. Kegiatan ini mempertemukan para pengusaha Muslim sekaligus membuka ruang bagi calon pengusaha untuk belajar dan mengembangkan usaha.
Imam Shamsi Ali menyoroti pentingnya memperkuat peran pengusaha Muslim dalam perekonomian Indonesia. Menurut dia, potensi ekonomi masyarakat yang mayoritas Muslim perlu didukung dengan semakin banyak pelaku usaha yang mampu membangun dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Melalui komunitas Muslimah Millionaire, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran bisnis, tetapi juga kesempatan memasarkan produk dan memperluas jaringan usaha. Program ini diharapkan dapat membantu pengusaha pemula membangun bisnis sekaligus meningkatkan kemampuan pemasaran.
Pendiri Muslimah Millionaire, Diaz Adriani, memperkenalkan pendekatan Marketing With Love sebagai salah satu strategi untuk mengembangkan usaha. Pendekatan ini menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan pelanggan dan memenangkan kepercayaan mereka.
Diaz merupakan praktisi bisnis yang mendalami bidang pemasaran selama enam tahun hingga meraih gelar Magister Manajemen di bidang marketing. Sejak 2013, ia mengembangkan pendekatan Marketing With Love melalui komunitas bisnis yang dibangunnya.
Menurut Diaz, hubungan dengan pelanggan menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnis. Karena itu, pemasaran tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga pada upaya membangun kedekatan dan kepercayaan dalam jangka panjang.
Melalui komunitas tersebut, Diaz menyebut telah membantu lebih dari 1.000 pengusaha dan melahirkan puluhan mentor bisnis. Program pembinaan yang dijalankan juga mendampingi mitra dalam mengembangkan usaha, menyelesaikan persoalan utang, serta mencapai berbagai tujuan finansial melalui kegiatan bisnis.
Selain aktif membina pengusaha, Diaz menulis buku 8 Langkah Meraih Impian yang diterbitkan Gramedia. Ia juga menulis artikel bisnis, menerbitkan buku elektronik, dan menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan pengembangan usaha.
Kegiatan di Makassar turut dihadiri sejumlah tokoh dan pengusaha, di antaranya Andi Badi Sommeng, yang disebut sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Selatan sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Keluarga Bulukumba (KKB).
Hadir pula Ustaz Muzayyin Arif, mubalig, pengusaha, dan politisi yang mendirikan serta menjabat Ketua Dewan Pembina Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) Female Boarding School dan SADIQ Sulawesi Selatan. Sejumlah tokoh lain yang menghadiri kegiatan tersebut adalah Mayor (Purnawirawan) Mirwan Embas dan Dr. Aisha Arsyad, yang berkiprah sebagai wakil direktur Pondok Pesantren Ahlus Shidqi war Rahmah (ASR) serta aktif dalam kegiatan dakwah dan organisasi kemasyarakatan di Makassar.
Pertemuan ini menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, dan membangun jejaring dengan sesama pengusaha Muslim. Pertemuan langsung tersebut juga menjadi bagian dari upaya komunitas memperluas akses pembelajaran bisnis bagi masyarakat.
Selain kegiatan tatap muka, program Menuju Muslim Millionaire menyediakan pembelajaran daring yang dapat diikuti secara gratis. Kelas diselenggarakan melalui Zoom setiap bulan, disertai pembagian artikel pembelajaran bisnis melalui grup WhatsApp.
Program tersebut terbuka bagi masyarakat yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bisnis dengan pendekatan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui WhatsApp di nomor 0811-420-6666.
Melalui program ini, Muslimah Millionaire berupaya memperluas kesempatan belajar bagi calon pengusaha dan pelaku usaha Muslim. Penguatan keterampilan bisnis dan jejaring diharapkan dapat mendorong tumbuhnya usaha yang berkelanjutan, membuka peluang ekonomi, serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Program tersebut digelar bersama pendiri Nusantara Foundation, Imam Shamsi Ali, di Hotel Horison Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9 Oktober 2026. Kegiatan ini mempertemukan para pengusaha Muslim sekaligus membuka ruang bagi calon pengusaha untuk belajar dan mengembangkan usaha.
Imam Shamsi Ali menyoroti pentingnya memperkuat peran pengusaha Muslim dalam perekonomian Indonesia. Menurut dia, potensi ekonomi masyarakat yang mayoritas Muslim perlu didukung dengan semakin banyak pelaku usaha yang mampu membangun dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Melalui komunitas Muslimah Millionaire, peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran bisnis, tetapi juga kesempatan memasarkan produk dan memperluas jaringan usaha. Program ini diharapkan dapat membantu pengusaha pemula membangun bisnis sekaligus meningkatkan kemampuan pemasaran.
Pendiri Muslimah Millionaire, Diaz Adriani, memperkenalkan pendekatan Marketing With Love sebagai salah satu strategi untuk mengembangkan usaha. Pendekatan ini menekankan pentingnya membangun hubungan yang baik dengan pelanggan dan memenangkan kepercayaan mereka.
Diaz merupakan praktisi bisnis yang mendalami bidang pemasaran selama enam tahun hingga meraih gelar Magister Manajemen di bidang marketing. Sejak 2013, ia mengembangkan pendekatan Marketing With Love melalui komunitas bisnis yang dibangunnya.
Menurut Diaz, hubungan dengan pelanggan menjadi bagian penting dalam pengembangan bisnis. Karena itu, pemasaran tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga pada upaya membangun kedekatan dan kepercayaan dalam jangka panjang.
Melalui komunitas tersebut, Diaz menyebut telah membantu lebih dari 1.000 pengusaha dan melahirkan puluhan mentor bisnis. Program pembinaan yang dijalankan juga mendampingi mitra dalam mengembangkan usaha, menyelesaikan persoalan utang, serta mencapai berbagai tujuan finansial melalui kegiatan bisnis.
Selain aktif membina pengusaha, Diaz menulis buku 8 Langkah Meraih Impian yang diterbitkan Gramedia. Ia juga menulis artikel bisnis, menerbitkan buku elektronik, dan menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan pengembangan usaha.
Kegiatan di Makassar turut dihadiri sejumlah tokoh dan pengusaha, di antaranya Andi Badi Sommeng, yang disebut sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Selatan sekaligus Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Keluarga Bulukumba (KKB).
Hadir pula Ustaz Muzayyin Arif, mubalig, pengusaha, dan politisi yang mendirikan serta menjabat Ketua Dewan Pembina Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI) Female Boarding School dan SADIQ Sulawesi Selatan. Sejumlah tokoh lain yang menghadiri kegiatan tersebut adalah Mayor (Purnawirawan) Mirwan Embas dan Dr. Aisha Arsyad, yang berkiprah sebagai wakil direktur Pondok Pesantren Ahlus Shidqi war Rahmah (ASR) serta aktif dalam kegiatan dakwah dan organisasi kemasyarakatan di Makassar.
Pertemuan ini menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar pengalaman, memperluas wawasan, dan membangun jejaring dengan sesama pengusaha Muslim. Pertemuan langsung tersebut juga menjadi bagian dari upaya komunitas memperluas akses pembelajaran bisnis bagi masyarakat.
Selain kegiatan tatap muka, program Menuju Muslim Millionaire menyediakan pembelajaran daring yang dapat diikuti secara gratis. Kelas diselenggarakan melalui Zoom setiap bulan, disertai pembagian artikel pembelajaran bisnis melalui grup WhatsApp.
Program tersebut terbuka bagi masyarakat yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bisnis dengan pendekatan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui WhatsApp di nomor 0811-420-6666.
Melalui program ini, Muslimah Millionaire berupaya memperluas kesempatan belajar bagi calon pengusaha dan pelaku usaha Muslim. Penguatan keterampilan bisnis dan jejaring diharapkan dapat mendorong tumbuhnya usaha yang berkelanjutan, membuka peluang ekonomi, serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
(TRI)
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof JJ Lantik Pimpinan RS Unhas Periode 2026–2030
2
BEM Polbangtan Gowa Kumpulkan 109 Pendonor Darah
3
Muslimah Millionaire Hadir di Makassar, Dorong Pengusaha Kembangkan Bisnis Islami
4
Turnamen Tenis SCI CUP 1 dan SCI Games Meriahkan HUT Sulsel
5
Pertamina Perkuat Konservasi Kebun Raya Pucak, Cegah Karhutla & Kembangkan Auksin Alami
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof JJ Lantik Pimpinan RS Unhas Periode 2026–2030
2
BEM Polbangtan Gowa Kumpulkan 109 Pendonor Darah
3
Muslimah Millionaire Hadir di Makassar, Dorong Pengusaha Kembangkan Bisnis Islami
4
Turnamen Tenis SCI CUP 1 dan SCI Games Meriahkan HUT Sulsel
5
Pertamina Perkuat Konservasi Kebun Raya Pucak, Cegah Karhutla & Kembangkan Auksin Alami