Tim UNIMUDA Sorong–UNIPA Bantu Atasi Air Sumur Keruh yang Ancam Keberlanjutan UMKM

Jum'at, 21 Agu 2026 20:15
Tim UNIMUDA Sorong–UNIPA Bantu Atasi Air Sumur Keruh yang Ancam Keberlanjutan UMKM
Dosen Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong berkolaborasi dengan Universitas Papua (UNIPA) menerapkan teknologi penyaring air (Water Cleaner Technology) di dua UMKM unggulan Sorong.
Comment
Share
SORONG - Dosen Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong berkolaborasi dengan Universitas Papua (UNIPA) menerapkan teknologi penyaring air (Water Cleaner Technology) di dua UMKM unggulan Kabupaten Sorong, yaitu Rumah Etnik Papua dan Sinagi Papua di Kampung Malawili, Distrik Aimas, Papua Barat Daya.

Langkah ini diambil menyusul temuan bahwa kualitas air sumur bor di wilayah tersebut banyak yang berbau, berwarna, dan belum memenuhi baku mutu air kelas I, kondisi yang selama ini mengganggu aktivitas produksi dan pelayanan kedua UMKM.

Tim memasang sistem filtrasi air sederhana dan ramah lingkungan, lengkap dengan pelatihan instalasi serta pendampingan berkala agar mitra dapat mengoperasikan dan merawat alat secara mandiri.

Ketua Rumah Etnik Papua, Mitshi Wanma, menyambut baik program ini. “Air bersih itu kebutuhan dasar buat kami, apalagi Rumah Etnik Papua setiap hari menerima pengunjung. Dengan adanya alat filter air ini, kami jadi lebih tenang karena air yang dipakai untuk kebutuhan sehari-hari dan pelayanan wisatawan jauh lebih layak,” ujar Mitshi.

Hal senada disampaikan Ketua Sinagi Papua, Yuliance Yunita Bosom Ulim atau yang akrab disapa Yunita. Sinagi Papua adalah gerakan pemberdayaan ekonomi berbasis pangan lokal yang melibatkan perempuan Suku Moi dalam mengolah produk pangan dari pelepah nipah dan sagu.

“Air yang bersih sangat berpengaruh pada kualitas produk pangan yang kami buat. Kami berterima kasih kepada tim UNIMUDA Sorong dan UNIPA karena sekarang kami punya akses air yang lebih baik untuk mendukung usaha,” kata Yunita.

Ketua Tim Pengabdian Program Unggulan Daerah (PPUD), Ainul Alim, mengatakan program ini merupakan wujud sinergi perguruan tinggi dengan masyarakat dalam menjawab kebutuhan dasar sekaligus memperkuat daya saing UMKM lokal Papua.

“Kami berterima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, atas dukungan pendanaan tahun 2026 ini. Semoga penerapan teknologi filter air di Rumah Etnik Papua dan Sinagi Papua dapat memberi manfaat nyata dan berkelanjutan bagi mitra maupun masyarakat sekitar,” kata Ainul.

Kegiatan yang diketuai Ainul Alim beranggotakan Munzir, Juminah, dan Darma ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kewirausahaan, tahun pendanaan 2026, dengan dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru