Kalla Institute Dorong UMKM Perempuan Maros Naik Kelas lewat Digitalisasi

Senin, 24 Agu 2026 18:00
Kalla Institute Dorong UMKM Perempuan Maros Naik Kelas lewat Digitalisasi
Kalla Institute mendorong penguatan UMKM perempuan di Kabupaten Maros melalui digitalisasi usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan penguatan keterampilan sumber daya manusia. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAROS - Kalla Institute mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, melalui digitalisasi usaha, peningkatan kapasitas produksi, dan penguatan keterampilan sumber daya manusia. Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) 2026 yang menggandeng Cerita Kopi sebagai mitra UMKM.

Program yang dilaksanakan Kalla Institute melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) tersebut merupakan hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program ini mengusung tema “Pemberdayaan UMKM Kuliner Terdampak Pandemi melalui Penerapan Sistem Digital dan Penguatan Produksi Menuju UMKM Mandiri Berbasis Teknologi”.

Pemberdayaan difokuskan pada penguatan manajemen usaha berbasis digital, pemasaran dan branding, peningkatan kapasitas produksi, serta pengembangan keterampilan sumber daya manusia. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu mitra meningkatkan efisiensi operasional sekaligus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Rangkaian kegiatan berlangsung bertahap pada 20 Juni hingga 26 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi kebutuhan mitra, kemudian dilanjutkan dengan serah terima peralatan, pelatihan manajemen bisnis dan keuangan, digital marketing dan branding, hingga pelatihan standar operasional prosedur (SOP) dan penggunaan aplikasi Point of Sale (POS).

Peserta pelatihan seluruhnya merupakan perempuan, yang terdiri atas pemilik usaha, karyawan, remaja, dan ibu rumah tangga di sekitar lokasi mitra. Selain pelatihan, peserta juga mendapatkan praktik penggunaan mesin espresso dan sejumlah peralatan produksi kopi.

Untuk mendukung peningkatan kapasitas usaha, Kalla Institute menyerahkan sejumlah peralatan, antara lain mesin espresso, grinder kopi, freezer box, cup sealer, timbangan digital, tablet Android, printer thermal, holder cup, serta perangkat pendukung produksi lainnya.

Peralatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan konsistensi produk, mempercepat proses kerja, serta mendukung digitalisasi transaksi dan pengelolaan usaha.

Ketua Tim PMP Kalla Institute, Furqan Zakiyabarsi, mengatakan program tersebut tidak sekadar berorientasi pada pemberian peralatan, tetapi juga memastikan mitra memiliki kemampuan untuk mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi secara berkelanjutan.

“Kami ingin teknologi yang diberikan benar-benar digunakan dan memberikan perubahan dalam cara mitra menjalankan usahanya. Karena itu, pengadaan peralatan kami integrasikan dengan pelatihan, praktik, SOP, dan pendampingan. Harapannya, Cerita Kopi tidak hanya memiliki teknologi baru, tetapi juga semakin mandiri dan mampu mengelolanya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pemilik Cerita Kopi, Ayuni, menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Ia menilai pelatihan dan pendampingan yang diberikan memberikan pengetahuan serta keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan pengembangan usaha.

“Kami sangat terbantu dengan kegiatan ini. Banyak pengetahuan, keterampilan, dan insight baru yang kami dapatkan, mulai dari pengelolaan usaha, penggunaan teknologi, sampai pemasaran. Kami berharap apa yang sudah diberikan dapat membantu meningkatkan omzet dan kesejahteraan bagi pemilik maupun karyawan, sekaligus mendukung keberlanjutan bisnis Cerita Kopi ke depannya. Kami juga sangat berterima kasih kepada Kalla Institute dan Kemdiktisaintek atas program dan pendampingan yang diberikan,” kata Ayuni.

Selain mendorong digitalisasi dan peningkatan kapasitas produksi, program PMP 2026 juga diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan ekonomi lokal. Sejumlah target yang ingin dicapai mencakup pemanfaatan POS secara berkelanjutan, peningkatan keterampilan digital, penguatan pemasaran, serta peningkatan kapasitas dan efisiensi produksi.

Program saat ini masih berada pada tahap implementasi dan pendampingan. Dampak terhadap omzet dan produktivitas mitra selanjutnya akan dipantau melalui proses monitoring dan evaluasi.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, Kalla Institute berharap program PMP 2026 dapat membantu Cerita Kopi berkembang menjadi UMKM yang semakin mandiri, adaptif terhadap teknologi, berdaya saing, dan berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
Ajak UMKM Objek Wisata Ke'te' Kesu' Tingkatkan Kesadaran Pelindungan Hukum KI
Sulsel
Ajak UMKM Objek Wisata Ke'te' Kesu' Tingkatkan Kesadaran Pelindungan Hukum KI
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan objek wisata Ke'te' Kesu', Kabupaten Toraja Utara, untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelindungan hukum Kekayaan Intelektual (KI).
Rabu, 02 Sep 2026 09:49
PPBM-Kalla Institute Tuntaskan HR Collegia, Perkuat Kompetensi Praktisi HR
News
PPBM-Kalla Institute Tuntaskan HR Collegia, Perkuat Kompetensi Praktisi HR
PPBM-Kalla Institute menuntaskan rangkaian Human Resources Collegia (HR Collegia) 2026, program pengembangan kompetensi yang mempertemukan praktisi Human Resources (HR) dari berbagai sektor industri.
Selasa, 01 Sep 2026 18:26
OJK Perkuat Pembiayaan UMKM Lewat Teknologi dan Data
Ekbis
OJK Perkuat Pembiayaan UMKM Lewat Teknologi dan Data
OJK mendorong pemanfaatan teknologi dan data untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Selasa, 01 Sep 2026 13:09
Kalla Institute dan Politeknik Indonesia Dorong Digitalisasi Industri Rumahan Kue Tradisional Gowa
Ekbis
Kalla Institute dan Politeknik Indonesia Dorong Digitalisasi Industri Rumahan Kue Tradisional Gowa
Kalla Institute bersama Politeknik Indonesia mendampingi kelompok industri rumahan kue tradisional di Gowa dalam meningkatkan produksi, mengelola keuangan, hingga memanfaatkan AI untuk pengembangan usaha.
Minggu, 30 Agu 2026 08:04
KKI 2026: UMKM Sulsel Tembus Pasar Global, Transaksi Capai Rp1,028 Miliar
Ekbis
KKI 2026: UMKM Sulsel Tembus Pasar Global, Transaksi Capai Rp1,028 Miliar
UMKM Sulawesi Selatan mencatatkan transaksi Rp1,028 miliar selama rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Sejumlah UMKM berhasil menembus pasar global.
Senin, 24 Agu 2026 22:41
Berita Terbaru