Kalla Institute Dampingi UMKM MASSIPA’ Perkuat Bisnis dengan Inovasi Digital
Jum'at, 21 Agu 2026 18:57
Kalla Institute mendampingi UMKM MASSIPA’ Keripik Pisang melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) berbasis teknologi dan inovasi. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Pengelolaan keuangan dan pemasaran menjadi tantangan yang kerap dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mengembangkan bisnis. Melihat kebutuhan tersebut, Kalla Institute mendampingi UMKM MASSIPA’ Keripik Pisang melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) berbasis teknologi dan inovasi.
Program bertajuk “Penguatan Ekosistem UMKM Industri Rumah Tangga Olahan Pangan melalui Pendampingan Berbasis Teknologi dan Inovasi” itu dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 di UMKM MASSIPA’ Keripik Pisang, Jalan H. Mahsun Dg. Nompo, Perumahan Tamangapa Modern Land No. 13, Makassar. Kegiatan diikuti tujuh peserta.
Program tersebut merupakan hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun Anggaran 2026 melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
Kegiatan diketuai Rezty Amalia Aras dengan fokus pada penguatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran. Pendampingan diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing bisnis.
Rezty mengatakan, transformasi digital UMKM tidak cukup dilakukan melalui pelatihan satu kali. Menurutnya, pelaku usaha membutuhkan pendampingan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
“Kami ingin teknologi tidak hanya dikenalkan kepada pelaku UMKM, tetapi benar-benar dapat digunakan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Karena itu, program ini kami lengkapi dengan pendampingan agar pengelolaan keuangan dan pemasaran digital dapat diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Rezty.
Perkuat Pengelolaan Keuangan
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi manajemen usaha yang disampaikan Khaerunnisa Syahnur. Materi berfokus pada pengelolaan keuangan berbasis digital, termasuk pencatatan transaksi secara sistematis dan terdokumentasi.
Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan aplikasi digital untuk mendukung pembukuan usaha. Dengan pencatatan yang lebih tertib, pelaku UMKM diharapkan dapat memantau arus kas secara lebih baik dan menggunakan data keuangan sebagai dasar dalam mengambil keputusan bisnis.
Sementara itu, sesi kedua membahas strategi pemasaran yang disampaikan Mirandha Ariesca Riana. Materi mencakup branding, pemasaran digital, serta pemanfaatan platform online untuk mempromosikan produk.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun identitas merek yang kuat. Mereka juga mempelajari strategi pemanfaatan media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan visibilitas produk.
Berlanjut ke Pendampingan
Perwakilan UMKM MASSIPA’ mengapresiasi pendampingan yang diberikan tim PKM Kalla Institute. Menurutnya, program tersebut memberikan pengetahuan baru bagi pelaku usaha yang selama ini masih menjalankan pengelolaan bisnis secara sederhana.
“Pelatihan ini sangat membantu kami karena selama ini pengelolaan usaha masih dilakukan secara sederhana. Kami mendapatkan pengetahuan baru tentang pencatatan keuangan secara digital dan cara memasarkan produk melalui media sosial. Harapannya, ilmu ini bisa kami terapkan untuk membuat usaha MASSIPA’ lebih tertata dan berkembang,” ungkapnya.
Tidak berhenti pada pelatihan, tim PKM Kalla Institute juga akan melanjutkan program melalui pendampingan secara intensif dan personal. Pendampingan diarahkan pada penerapan pengelolaan keuangan digital dan strategi pemasaran digital dalam operasional UMKM MASSIPA’.
Melalui pendampingan tersebut, MASSIPA’ diharapkan mampu memiliki sistem pencatatan keuangan yang lebih tertib dan terdokumentasi. Sistem tersebut tidak hanya memudahkan pengelolaan usaha, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam merencanakan pengembangan bisnis.
Di sisi pemasaran, penguatan branding dan pemanfaatan kanal digital diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas. Produk keripik pisang MASSIPA’ berpeluang menjangkau konsumen di luar Makassar melalui marketplace dan berbagai platform online.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi perguruan tinggi dengan pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan usaha berbasis teknologi dan inovasi. Kalla Institute berharap pendampingan tersebut dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan UMKM MASSIPA’ sekaligus memperkuat daya saing UMKM lokal.
Informasi lebih lanjut mengenai Kalla Institute dapat diakses melalui Instagram @kallainstitute. Informasi pendaftaran mahasiswa tersedia melalui laman register.kallainstitute.ac.id.
Program bertajuk “Penguatan Ekosistem UMKM Industri Rumah Tangga Olahan Pangan melalui Pendampingan Berbasis Teknologi dan Inovasi” itu dilaksanakan pada 5 Agustus 2026 di UMKM MASSIPA’ Keripik Pisang, Jalan H. Mahsun Dg. Nompo, Perumahan Tamangapa Modern Land No. 13, Makassar. Kegiatan diikuti tujuh peserta.
Program tersebut merupakan hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun Anggaran 2026 melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
Kegiatan diketuai Rezty Amalia Aras dengan fokus pada penguatan kapasitas UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran. Pendampingan diharapkan membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat daya saing bisnis.
Rezty mengatakan, transformasi digital UMKM tidak cukup dilakukan melalui pelatihan satu kali. Menurutnya, pelaku usaha membutuhkan pendampingan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas bisnis sehari-hari.
“Kami ingin teknologi tidak hanya dikenalkan kepada pelaku UMKM, tetapi benar-benar dapat digunakan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Karena itu, program ini kami lengkapi dengan pendampingan agar pengelolaan keuangan dan pemasaran digital dapat diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Rezty.
Perkuat Pengelolaan Keuangan
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi manajemen usaha yang disampaikan Khaerunnisa Syahnur. Materi berfokus pada pengelolaan keuangan berbasis digital, termasuk pencatatan transaksi secara sistematis dan terdokumentasi.
Peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan aplikasi digital untuk mendukung pembukuan usaha. Dengan pencatatan yang lebih tertib, pelaku UMKM diharapkan dapat memantau arus kas secara lebih baik dan menggunakan data keuangan sebagai dasar dalam mengambil keputusan bisnis.
Sementara itu, sesi kedua membahas strategi pemasaran yang disampaikan Mirandha Ariesca Riana. Materi mencakup branding, pemasaran digital, serta pemanfaatan platform online untuk mempromosikan produk.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun identitas merek yang kuat. Mereka juga mempelajari strategi pemanfaatan media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar serta meningkatkan visibilitas produk.
Berlanjut ke Pendampingan
Perwakilan UMKM MASSIPA’ mengapresiasi pendampingan yang diberikan tim PKM Kalla Institute. Menurutnya, program tersebut memberikan pengetahuan baru bagi pelaku usaha yang selama ini masih menjalankan pengelolaan bisnis secara sederhana.
“Pelatihan ini sangat membantu kami karena selama ini pengelolaan usaha masih dilakukan secara sederhana. Kami mendapatkan pengetahuan baru tentang pencatatan keuangan secara digital dan cara memasarkan produk melalui media sosial. Harapannya, ilmu ini bisa kami terapkan untuk membuat usaha MASSIPA’ lebih tertata dan berkembang,” ungkapnya.
Tidak berhenti pada pelatihan, tim PKM Kalla Institute juga akan melanjutkan program melalui pendampingan secara intensif dan personal. Pendampingan diarahkan pada penerapan pengelolaan keuangan digital dan strategi pemasaran digital dalam operasional UMKM MASSIPA’.
Melalui pendampingan tersebut, MASSIPA’ diharapkan mampu memiliki sistem pencatatan keuangan yang lebih tertib dan terdokumentasi. Sistem tersebut tidak hanya memudahkan pengelolaan usaha, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam merencanakan pengembangan bisnis.
Di sisi pemasaran, penguatan branding dan pemanfaatan kanal digital diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas. Produk keripik pisang MASSIPA’ berpeluang menjangkau konsumen di luar Makassar melalui marketplace dan berbagai platform online.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi perguruan tinggi dengan pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan usaha berbasis teknologi dan inovasi. Kalla Institute berharap pendampingan tersebut dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan UMKM MASSIPA’ sekaligus memperkuat daya saing UMKM lokal.
Informasi lebih lanjut mengenai Kalla Institute dapat diakses melalui Instagram @kallainstitute. Informasi pendaftaran mahasiswa tersedia melalui laman register.kallainstitute.ac.id.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Makassar Jadi Kota Perdana Teras Perwira 2026, Grab Bekali UMKM Strategi Digital
Setelah Makassar, rangkaian Teras Perwira Spesial Ulang Tahun 2026 akan berlanjut ke kota-kota lain dengan target menjangkau lebih dari 1.000 mitra GrabMerchant di 10 kota di Indonesia.
Rabu, 19 Agu 2026 12:03
Ekbis
HUT ke-81 RI, Pelindo Jasa Maritim Dukung UMKM Lokal Tumbuh & Mandiri
Sebanyak 16 UMKM binaan PJM turut ambil bagian dengan menampilkan beragam produk unggulan yang berkualitas dan memiliki daya saing.
Selasa, 18 Agu 2026 16:49
News
MMF 2026 di Kalla Institute Soroti Kolaborasi Manusia dan AI di Dunia Kerja
MMF 2026 Campus Day dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara MarkPlus dan Kalla Institute sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri.
Kamis, 13 Agu 2026 10:15
Ekbis
PLN UIP Sulawesi Perkuat UMKM Bantaeng lewat Pemasaran Digital
Sebanyak 31 pelaku usaha di Kabupaten Bantaeng, mendapat pembekalan strategi pemasaran digital untuk memperkuat pengelolaan dan pengembangan usaha. Pelatihan yang digelar PLN UIP Sulawesi.
Selasa, 11 Agu 2026 14:23
Ekbis
Kalla Institute Bantu Industri Rumah Tangga Sambusa Genjot Produksi & Pemasaran Digital
Kalla Institute mendorong transformasi digital dan peningkatan kapasitas produksi Industri Rumah Tangga (IRT) Sambusa di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Rabu, 05 Agu 2026 18:40
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Roadshow 2 Golkar Sulsel Dimulai, IAS Sempatkan Pimpin Doa untuk Korban Gempa NTT
2
DPRD Makassar Soroti Kematian Bayi di RSIA Paramount, Minta Hasil Audit Segera Rampung
3
Polisi Minta Empat Terduga Pengeroyok IRT di Jeneponto Menyerahkan Diri
4
OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Lewat EKSiS 2026
5
KPPU Makassar Dorong Persaingan Sehat di Sektor Perunggasan Sulsel
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Roadshow 2 Golkar Sulsel Dimulai, IAS Sempatkan Pimpin Doa untuk Korban Gempa NTT
2
DPRD Makassar Soroti Kematian Bayi di RSIA Paramount, Minta Hasil Audit Segera Rampung
3
Polisi Minta Empat Terduga Pengeroyok IRT di Jeneponto Menyerahkan Diri
4
OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Lewat EKSiS 2026
5
KPPU Makassar Dorong Persaingan Sehat di Sektor Perunggasan Sulsel