Transformasi Teknologi Antar BSI Cetak Rekor Nasabah Tertinggi

Senin, 24 Agu 2026 13:13
Transformasi Teknologi Antar BSI Cetak Rekor Nasabah Tertinggi
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat rekor jumlah nasabah sepanjang sejarah perusahaan berkat kesuksesan transformasi teknologi. Foto/Dok BSI
Comment
Share
JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat rekor jumlah nasabah sepanjang sejarah perusahaan. Hingga Juni 2026, jumlah nasabah BSI mencapai 24,3 juta, seiring penguatan teknologi dan layanan digital yang mendorong pertumbuhan pengguna serta memperluas peluang bisnis Perseroan.

Pertumbuhan nasabah mulai terlihat sejak awal 2026 dan semakin kuat setelah transformasi teknologi BSI rampung. Sejak Mei 2026, jumlah nasabah bertambah lebih dari 200 ribu per bulan.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, investasi teknologi yang dilakukan Perseroan dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kapasitas sistem teknologi informasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih cepat, aman, dan andal bagi nasabah.

“Teknologi bukan lagi sekadar fungsi pendukung operasional. Bagi BSI, teknologi telah menjadi mesin pertumbuhan bisnis. Semakin baik pengalaman nasabah, semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin besar akuisisi nasabah, dan semakin luas peluang untuk mengembangkan seluruh ekosistem layanan keuangan syariah,” ujar Anggoro.

Menurut Anggoro, penguatan kapabilitas teknologi telah meningkatkan kapasitas sistem BSI sehingga mampu mengakomodasi pertumbuhan volume transaksi dan jumlah pengguna digital yang terus meningkat.

Basis nasabah yang semakin besar sekaligus membuka ruang bagi Perseroan untuk memperdalam hubungan dengan nasabah melalui berbagai produk dan layanan, mulai dari dana murah, pembiayaan, transaksi digital, wealth management, bisnis emas, hingga layanan haji dan umrah.

Potensi tersebut diperkuat dengan model dual licence BSI sebagai bank syariah sekaligus bank emas (bulion), yang mendorong semakin banyak nasabah mengakses layanan perbankan dan emas melalui kanal digital.

BYOND Jadi Penggerak Ekosistem Digital
Penguatan fondasi teknologi menjadi landasan BSI untuk terus mengembangkan layanan digital melalui BYOND by BSI, yang kini menjadi salah satu kanal utama transaksi nasabah.

Tingginya aktivitas pengguna tercermin dari jumlah akses login BYOND yang mencapai 1 miliar kali sepanjang 2026. Melalui platform tersebut, nasabah dapat mengakses berbagai layanan dalam satu ekosistem, mulai dari transaksi harian, investasi, pembiayaan, pengelolaan emas, pengelolaan haji, hingga layanan keuangan lainnya.

BSI juga memperluas solusi digital melalui Hasanah KKI Card Digital, kartu KKI syariah pertama di Indonesia yang menjadi salah satu strategi Perseroan untuk memperkuat penetrasi pembiayaan ritel.

Melalui kartu pembiayaan virtual tanpa kartu fisik tersebut, nasabah dapat mengakses pembiayaan secara lebih mudah, fleksibel, dan real time melalui aplikasi BYOND by BSI. Limit pembiayaan tersedia mulai dari Rp4 juta hingga Rp100 juta, dengan fitur seperti cicilan 0%, sumber dana pembayaran QRIS, pemantauan limit dan tagihan, riwayat transaksi, serta notifikasi transaksi secara real time.

Inovasi tersebut ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan aktivitas transaksi digital nasabah.

Selain itu, BYOND terus dilengkapi dengan berbagai fitur, antara lain Nabung Rutin Haji, Gadai dari Cicil Emas yang akan lunas, serta pembukaan rekening yang terintegrasi dengan tabungan emas dan tabungan haji.

BSI juga menghadirkan fitur BYOND Affiliate, mekanisme referral yang memungkinkan nasabah merekomendasikan BYOND sekaligus memperoleh reward sebagai affiliator.

Pertumbuhan layanan digital tersebut turut memperkuat ekosistem bisnis BSI. Hingga Juni 2026, Perseroan melayani 7,69 juta nasabah haji, 1,22 juta nasabah emas, 594,6 ribu nasabah cicil emas, 209,7 ribu nasabah gadai emas, serta lebih dari 585 ribu merchant QRIS.

Dengan ekosistem tersebut, BSI semakin memperkuat posisinya sebagai bank syariah nasional dengan layanan yang menjangkau berbagai kebutuhan masyarakat.

Kinerja Keuangan Tetap Solid
Pertumbuhan basis nasabah dan penguatan teknologi berjalan seiring dengan kinerja keuangan yang tetap solid. Hingga Juni 2026, BSI membukukan laba bersih Rp4,16 triliun, tumbuh 11% secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan laba ditopang ekspansi bisnis yang berkualitas, peningkatan kontribusi bisnis emas, serta penghimpunan dana yang semakin kuat.

Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 22% menjadi Rp393 triliun, dengan dana murah (current account saving account/CASA) mencapai Rp238 triliun. CASA tersebut terdiri atas tabungan sebesar Rp173 triliun dan giro Rp65,5 triliun, sehingga memperkuat struktur pendanaan Perseroan.

Struktur pendanaan yang semakin efisien turut menurunkan Cost of Fund (CoF) menjadi 2,19%, memberikan ruang bagi BSI untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjaga profitabilitas.

Di sisi intermediasi, pembiayaan tumbuh di seluruh segmen. Pembiayaan wholesale mencapai Rp95 triliun, pembiayaan ritel dan UMKM sebesar Rp55,83 triliun, sedangkan pembiayaan konsumer mencapai Rp189,25 triliun.

Pertumbuhan tersebut tetap diiringi kualitas aset yang terjaga, dengan NPF Gross 1,80% dan NPF Net 0,33%. Diversifikasi sumber pendapatan juga semakin kuat. Fee Based Income meningkat 38,15% menjadi Rp4,1 triliun, didorong pertumbuhan ekosistem bisnis BSI, termasuk bisnis emas dan transaksi digital.

Secara keseluruhan, total aset BSI mencapai Rp464,5 triliun, tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Teknologi Jadi Fondasi Pertumbuhan Berikutnya
Anggoro menegaskan, pencapaian 24,3 juta nasabah bukan merupakan tujuan akhir, melainkan fondasi untuk memperbesar peluang pertumbuhan bisnis BSI ke depan.

“Dengan fondasi teknologi yang semakin kuat, kapasitas sistem yang semakin andal, dan basis nasabah yang terus bertambah, kami memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendalaman hubungan dengan nasabah melalui berbagai solusi keuangan syariah,” kata Anggoro.

Menurut dia, ke depan BSI tidak hanya berfokus menambah jumlah nasabah, tetapi juga meningkatkan nilai yang diberikan kepada setiap nasabah melalui layanan digital yang semakin relevan, mudah, dan terintegrasi.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru