BSI Apresiasi Penempatan SAL, Siap Perkuat Pembiayaan Produktif
Selasa, 30 Jun 2026 07:37
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengapresiasi kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sektor perbankan. Foto/Istimewa
JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mengapresiasi kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang menempatkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sektor perbankan. Kebijakan tersebut dinilai akan memperkuat likuiditas perbankan sehingga meningkatkan kapasitas pembiayaan bagi sektor produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan stabilitas ekonomi tidak hanya bergantung pada kebijakan fiskal yang kuat, tetapi juga sinergi antara pemerintah dan industri perbankan. Menurutnya, pengelolaan SAL yang optimal membutuhkan dukungan sistem keuangan yang sehat dan likuid.
"Kolaborasi pemerintah dan industri perbankan menjadi penting untuk menjaga likuiditas, memperkuat kepercayaan pasar, serta memastikan aliran dana tetap mendukung aktivitas ekonomi, dunia usaha, dan pembangunan nasional," ujar Anggoro.
Sebagai bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BSI menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah melalui layanan keuangan syariah yang inklusif. Perseroan juga berkomitmen memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
Anggoro mengatakan kepercayaan pemerintah kepada BSI akan dimanfaatkan untuk memperbesar pembiayaan produktif, terutama bagi pelaku usaha dan masyarakat. Menurutnya, penempatan SAL juga berpotensi menekan biaya dana (cost of fund), sehingga bank memiliki ruang untuk menjaga pembiayaan tetap kompetitif.
"Dengan biaya dana yang lebih efisien, akses pembiayaan bagi masyarakat dan UMKM menjadi lebih terjangkau. Hal ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi secara berkelanjutan," katanya.
Di sisi lain, BSI tetap memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah (CASA) yang ditopang Tabungan Haji, pengembangan ekosistem syariah, dan akselerasi layanan digital. Perseroan juga terus memperluas pembiayaan pada segmen ritel, UMKM, dan konsumer, sekaligus meningkatkan pendapatan berbasis komisi melalui bisnis emas setelah menjadi bank syariah pertama yang mengantongi izin bullion.
Hingga April 2026, BSI membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp382 triliun, tumbuh 17,9 persen secara tahunan (year on year). Dana tabungan meningkat 22,02 persen menjadi Rp165 triliun, sehingga rasio CASA mencapai 63,48 persen.
Sementara itu, pembiayaan BSI tercatat sebesar Rp332 triliun atau tumbuh 15,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kualitas aset juga tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross membaik menjadi 1,80 persen.
Sebagai mitra strategis pemerintah, BSI turut mendukung berbagai program prioritas nasional, antara lain pembiayaan UMKM, Kredit Usaha Rakyat (KUR), koperasi, Program Makan Bergizi Gratis, serta pembiayaan rumah bersubsidi. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat ekonomi rakyat sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan stabilitas ekonomi tidak hanya bergantung pada kebijakan fiskal yang kuat, tetapi juga sinergi antara pemerintah dan industri perbankan. Menurutnya, pengelolaan SAL yang optimal membutuhkan dukungan sistem keuangan yang sehat dan likuid.
"Kolaborasi pemerintah dan industri perbankan menjadi penting untuk menjaga likuiditas, memperkuat kepercayaan pasar, serta memastikan aliran dana tetap mendukung aktivitas ekonomi, dunia usaha, dan pembangunan nasional," ujar Anggoro.
Sebagai bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BSI menyatakan siap mendukung kebijakan pemerintah melalui layanan keuangan syariah yang inklusif. Perseroan juga berkomitmen memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.
Anggoro mengatakan kepercayaan pemerintah kepada BSI akan dimanfaatkan untuk memperbesar pembiayaan produktif, terutama bagi pelaku usaha dan masyarakat. Menurutnya, penempatan SAL juga berpotensi menekan biaya dana (cost of fund), sehingga bank memiliki ruang untuk menjaga pembiayaan tetap kompetitif.
"Dengan biaya dana yang lebih efisien, akses pembiayaan bagi masyarakat dan UMKM menjadi lebih terjangkau. Hal ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi secara berkelanjutan," katanya.
Di sisi lain, BSI tetap memperkuat struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah (CASA) yang ditopang Tabungan Haji, pengembangan ekosistem syariah, dan akselerasi layanan digital. Perseroan juga terus memperluas pembiayaan pada segmen ritel, UMKM, dan konsumer, sekaligus meningkatkan pendapatan berbasis komisi melalui bisnis emas setelah menjadi bank syariah pertama yang mengantongi izin bullion.
Hingga April 2026, BSI membukukan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp382 triliun, tumbuh 17,9 persen secara tahunan (year on year). Dana tabungan meningkat 22,02 persen menjadi Rp165 triliun, sehingga rasio CASA mencapai 63,48 persen.
Sementara itu, pembiayaan BSI tercatat sebesar Rp332 triliun atau tumbuh 15,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kualitas aset juga tetap terjaga dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross membaik menjadi 1,80 persen.
Sebagai mitra strategis pemerintah, BSI turut mendukung berbagai program prioritas nasional, antara lain pembiayaan UMKM, Kredit Usaha Rakyat (KUR), koperasi, Program Makan Bergizi Gratis, serta pembiayaan rumah bersubsidi. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat ekonomi rakyat sekaligus memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.
(TRI)
Berita Terkait
News
536 Karya Masuk, Shopee - Kementerian UMKM Umumkan Pemenang Apresiasi Jurnalistik 'UMKM Paten' 2026
Karya-karya tersebut menjadi bagian dari Apresiasi Jurnalistik Shopee ‘UMKM Paten’ 2026 yang digelar Shopee bersama Kementerian UMKM Republik Indonesia.
Kamis, 01 Okt 2026 12:13
Ekbis
Pertamina Sulawesi Bekali UMK Strategi Konten dan Storytelling di Era Digital
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi kembali melaksanakan UMK Academy sebagai upaya untuk mendorong UMKM agar dapat naik kelas dan mandiri.
Rabu, 30 Sep 2026 13:04
Lifestyle
MaRI Hadirkan Artcade sebagai Ruang Kreatif, UMKM & Komunitas
Area parkir Mal Ratu Indah (MaRI) Makassar berubah menjadi ruang kreatif yang mempertemukan komunitas, pelaku UMKM, pegiat olahraga, otomotif, hingga musisi lokal dalam satu kegiatan.
Senin, 28 Sep 2026 16:03
Ekbis
PT Vale Bawa 37 Produk UMKM Binaan dari Sulawesi ke Kriyanusa 2026
Sedikitnya 37 jenis produk UMKM binaan PT Vale dari Sorowako, Pomalaa, dan Bahodopi hadir dalam pameran yang berlangsung di JCC, Jakarta, 26–30 September 2026.
Minggu, 27 Sep 2026 17:14
Ekbis
MDA Dorong 42 UMKM Desa di Luwu Naik Kelas Lewat Resota UMKM
Sebanyak 42 pelaku UMKM dari 21 desa di wilayah operasional PT Masmindo Dwi Area (MDA) Kabupaten Luwu mendapat penguatan kapasitas usaha melalui program Resota UMKM 2026.
Minggu, 27 Sep 2026 10:36
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IAS Disambut Empat Calon Ketua Golkar Bulukumba Saat Singgah dari Selayar
2
Kebakaran Lahan 3 Hektare di Lutim Padam Setelah Tiga Jam Pemadaman
3
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pencurian Aksesori Tower di Jeneponto
4
Tekuk Kaltim 1-0, Superco Superteam Juara dan Siap Lahirkan Talenta Timnas
5
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bentuk Karakter Siswa Lewat Perkemahan Pramuka
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
IAS Disambut Empat Calon Ketua Golkar Bulukumba Saat Singgah dari Selayar
2
Kebakaran Lahan 3 Hektare di Lutim Padam Setelah Tiga Jam Pemadaman
3
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pencurian Aksesori Tower di Jeneponto
4
Tekuk Kaltim 1-0, Superco Superteam Juara dan Siap Lahirkan Talenta Timnas
5
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bentuk Karakter Siswa Lewat Perkemahan Pramuka