Kalla Institute Bantu Industri Rumah Tangga Sambusa Genjot Produksi & Pemasaran Digital
Rabu, 05 Agu 2026 18:40
Kalla Institute mendorong transformasi digital dan peningkatan kapasitas produksi Industri Rumah Tangga (IRT) Sambusa di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Foto/Istimewa
PANGKEP - Kalla Institute mendorong transformasi digital dan peningkatan kapasitas produksi Industri Rumah Tangga (IRT) Sambusa di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Program ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas akses pasar pelaku usaha mikro.
Program bertajuk "Akselerasi Kapasitas Produksi dan Transformasi Digital Marketing melalui Re-Branding Kreatif" tersebut dilaksanakan di Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai Hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun Anggaran 2026.
Melalui program tersebut, tim dosen Kalla Institute mendampingi Kelompok Industri Rumah Tangga Mutabikh Maryama untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat tata kelola usaha, serta mengoptimalkan pemasaran berbasis digital.
Sebanyak 15 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota Kelompok IRT Mutabikh Maryama, pelaku usaha sambusa, mahasiswa pendamping, serta tim pelaksana mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka mendapatkan pelatihan mengenai modernisasi proses produksi, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengelolaan usaha, penguatan merek, inovasi desain kemasan, hingga strategi pemasaran digital.
Ketua Tim Pengabdian Kalla Institute, Mardiatul Jannah, mengatakan program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro meningkatkan daya saing melalui penerapan teknologi tepat guna dan transformasi digital.
"Melalui program ini, kami ingin mendorong pelaku industri rumah tangga tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membangun identitas merek yang lebih kuat, memiliki sistem manajemen usaha yang lebih baik, serta memanfaatkan media digital untuk memperluas pasar. Kami berharap pendampingan ini memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujarnya.
Program dilaksanakan melalui tahapan koordinasi, sosialisasi, workshop, demonstrasi penggunaan peralatan produksi, pelatihan praktik (hands-on training), instalasi alat produksi, pendampingan usaha, monitoring dan evaluasi, hingga penyusunan SOP produksi.
Melalui pendampingan tersebut, Kalla Institute menargetkan kapasitas produksi sambusa meningkat menjadi 1.000–1.500 potong per hari. Efisiensi waktu produksi juga diproyeksikan meningkat hingga 50 persen melalui penggunaan peralatan modern dan sistem pengelolaan stok bahan baku berbasis digital.
Di bidang manajemen usaha, mitra didorong menerapkan pencatatan keuangan yang lebih tertib, menyusun SOP produksi, serta memperkuat pengelolaan rantai pasok. Sementara pada aspek pemasaran, program difokuskan pada re-branding produk melalui pengembangan identitas merek, penggunaan kemasan food grade yang lebih menarik, pengelolaan akun media sosial bisnis secara aktif, serta optimalisasi pemasaran digital dengan target sedikitnya 500 pengikut media sosial dan peningkatan penjualan digital sebesar 30 persen.
Tim pengabdian terdiri atas Mardiatul Jannah sebagai ketua, dengan anggota Khaerunnisa Nur Fatimah Syahnur dan Andi Nurul Suci Amalia, serta melibatkan mahasiswa Kalla Institute sebagai pendamping lapangan.
Melalui program ini, Kalla Institute berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menjadi model pemberdayaan industri rumah tangga berbasis teknologi dan inovasi. Selain meningkatkan produktivitas usaha, program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM, sekaligus memperluas akses pasar produk lokal dan menciptakan dampak sosial-ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Program bertajuk "Akselerasi Kapasitas Produksi dan Transformasi Digital Marketing melalui Re-Branding Kreatif" tersebut dilaksanakan di Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai Hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun Anggaran 2026.
Melalui program tersebut, tim dosen Kalla Institute mendampingi Kelompok Industri Rumah Tangga Mutabikh Maryama untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat tata kelola usaha, serta mengoptimalkan pemasaran berbasis digital.
Sebanyak 15 peserta yang terdiri atas pengurus dan anggota Kelompok IRT Mutabikh Maryama, pelaku usaha sambusa, mahasiswa pendamping, serta tim pelaksana mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka mendapatkan pelatihan mengenai modernisasi proses produksi, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), pengelolaan usaha, penguatan merek, inovasi desain kemasan, hingga strategi pemasaran digital.
Ketua Tim Pengabdian Kalla Institute, Mardiatul Jannah, mengatakan program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha mikro meningkatkan daya saing melalui penerapan teknologi tepat guna dan transformasi digital.
"Melalui program ini, kami ingin mendorong pelaku industri rumah tangga tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membangun identitas merek yang lebih kuat, memiliki sistem manajemen usaha yang lebih baik, serta memanfaatkan media digital untuk memperluas pasar. Kami berharap pendampingan ini memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujarnya.
Program dilaksanakan melalui tahapan koordinasi, sosialisasi, workshop, demonstrasi penggunaan peralatan produksi, pelatihan praktik (hands-on training), instalasi alat produksi, pendampingan usaha, monitoring dan evaluasi, hingga penyusunan SOP produksi.
Melalui pendampingan tersebut, Kalla Institute menargetkan kapasitas produksi sambusa meningkat menjadi 1.000–1.500 potong per hari. Efisiensi waktu produksi juga diproyeksikan meningkat hingga 50 persen melalui penggunaan peralatan modern dan sistem pengelolaan stok bahan baku berbasis digital.
Di bidang manajemen usaha, mitra didorong menerapkan pencatatan keuangan yang lebih tertib, menyusun SOP produksi, serta memperkuat pengelolaan rantai pasok. Sementara pada aspek pemasaran, program difokuskan pada re-branding produk melalui pengembangan identitas merek, penggunaan kemasan food grade yang lebih menarik, pengelolaan akun media sosial bisnis secara aktif, serta optimalisasi pemasaran digital dengan target sedikitnya 500 pengikut media sosial dan peningkatan penjualan digital sebesar 30 persen.
Tim pengabdian terdiri atas Mardiatul Jannah sebagai ketua, dengan anggota Khaerunnisa Nur Fatimah Syahnur dan Andi Nurul Suci Amalia, serta melibatkan mahasiswa Kalla Institute sebagai pendamping lapangan.
Melalui program ini, Kalla Institute berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menjadi model pemberdayaan industri rumah tangga berbasis teknologi dan inovasi. Selain meningkatkan produktivitas usaha, program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat, khususnya perempuan pelaku UMKM, sekaligus memperluas akses pasar produk lokal dan menciptakan dampak sosial-ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Dari Sisik Ikan Jadi Produk Bernilai, PLN Dukung Perempuan Pesisir Paotere
PLN UIP Sulawesi menghadirkan bantuan sarana produksi melalui program Woman Support Woman untuk mendukung Kelompok Perempuan Pesisir Paotere.
Minggu, 01 Nov 2026 12:46
Ekbis
LAZ Hadji Kalla Bantu UMKM Perkuat Legalitas & Akses Pasar
Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla membantu enam kelompok UMKM membenahi kualitas produk, kemasan, hingga pengurusan legalitas usaha agar produk lokal semakin siap bersaing.
Sabtu, 31 Okt 2026 18:29
News
Wakili Indonesia, Mahasiswa Kalla Institute Juara 1 SEAHAWK 2026
Uwais Abdullah, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Kalla Institute, meraih Juara 1 kategori Qabaq Style dalam ajang SEAHAWK di Malaysia, awal Oktober 2026.
Jum'at, 30 Okt 2026 19:24
Ekbis
Vale Indonesia Bantu UMKM Morowali Kantongi Sertifikat Halal untuk Perluas Pasar
Vale Indonesia memfasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Kabupaten Morowali sebagai bentuk dukungan perluasan akses pasar UMKM di wilayah itu.
Jum'at, 30 Okt 2026 17:22
News
Asmo Sulsel Dukung UMKM Palopo Lewat Festival Kuliner Nusantarasa
Ratusan pelaku UMKM meramaikan Nusantarasa Next Level by Roadshow Kuliner Viral Indonesia di Menara Payung Mall Palopo, Sulawesi Selatan, pada 21 Oktober–1 November 2026.
Selasa, 27 Okt 2026 16:10
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Debut di Porprov, Petanque Langsung Antar Maros Raih Emas
2
Maros Masuk 4 Besar Klasemen Sementara Perolehan Medali Porprov Sulsel 2026
3
Investor Pasar Modal di Sulsel Tumbuh Double Digit, Partisipasi Daerah Meluas
4
King Kobra Sepanjang 2,5 Meter Dievakuasi dari Belakang Polsek Tanralili
5
Pasang Badan untuk Bahlil, Idrus Marham Balas Serangan Pembuat Opini Menyesatkan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Debut di Porprov, Petanque Langsung Antar Maros Raih Emas
2
Maros Masuk 4 Besar Klasemen Sementara Perolehan Medali Porprov Sulsel 2026
3
Investor Pasar Modal di Sulsel Tumbuh Double Digit, Partisipasi Daerah Meluas
4
King Kobra Sepanjang 2,5 Meter Dievakuasi dari Belakang Polsek Tanralili
5
Pasang Badan untuk Bahlil, Idrus Marham Balas Serangan Pembuat Opini Menyesatkan