Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026
Minggu, 20 Sep 2026 14:16
Dua tim penelitian SMP Islam Athirah Makassar memastikan langkah ke tingkat nasional dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) SMP 2026. Foto/Istimewa
MAKASSAR - Dua tim penelitian SMP Islam Athirah Makassar memastikan langkah ke tingkat nasional dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) SMP 2026. Keduanya menjadi bagian dari empat tim asal Sulawesi Selatan yang berhasil menembus tahap nasional ajang riset pelajar tersebut.
Capaian itu sekaligus menempatkan SMP Islam Athirah Makassar sebagai sekolah dengan jumlah tim terbanyak dari Sulsel yang lolos ke tingkat nasional. Dari empat tim Sulsel yang berhasil melaju, dua di antaranya berasal dari Kota Makassar dan seluruhnya merupakan tim SMP Islam Athirah Makassar.
Pada tahap awal, SMP Islam Athirah Makassar mengikutsertakan lima tim penelitian. Empat tim berhasil lolos ke tahap proposal dan penelitian. Setelah melalui rangkaian seleksi, dua tim akhirnya masuk dalam jajaran 20 tim terbaik nasional pada masing-masing bidang penelitian.
Persaingan OPSI 2026 berlangsung ketat. Pada bidang IPA terdapat 1.088 tim yang mengikuti seleksi, sementara bidang IPS diikuti 1.037 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Dari ribuan peserta tersebut, hanya 20 tim terbaik pada masing-masing bidang yang berhak melaju ke tingkat nasional.
Dua tim SMP Islam Athirah Makassar mengusung penelitian dengan tema berbeda, tetapi sama-sama berangkat dari persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pada bidang IPA, Bening Faratika Ayuni dan Adil Kusuma Ramadhan mengembangkan penelitian berjudul “Hydrocool: Smart Bio-based Hydrogel Cooling Case Berbasis Biopolimer-CaCl₂ sebagai Sistem Pendingin Pasif Terintegrasi dalam Mengatasi Overheating pada Smartphone.”
Penelitian tersebut mengembangkan gagasan pemanfaatan material berbasis biopolimer sebagai solusi pendinginan pasif untuk mengatasi persoalan overheating pada perangkat smartphone.
Sementara pada bidang IPS, Andi Aila Putri Nafeeza dan Muhammad Alfath Abrisam Ahza mengangkat penelitian berjudul “EPIC-AI (Epistemic Protection and Information Control Toward Artificial Intelligence): Analisis Ketahanan Epistemik Remaja terhadap Misinformasi sebagai Cerminan Kesiapan Literasi Artificial Intelligence.”
Penelitian ini menyoroti kemampuan remaja menghadapi misinformasi di tengah perkembangan kecerdasan artifisial (AI), sekaligus mengkaji kesiapan literasi AI dari perspektif ketahanan epistemik.
Kepala SMP Islam Athirah Makassar menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur dan bangga. Menurutnya, keberhasilan para siswa merupakan buah dari proses panjang yang dijalani bersama guru pembimbing dan berbagai pihak yang mendukung pengembangan riset.
“Bersyukur kepada Allah SWT atas perkenaan-Nya. Kami bahagia dan bangga atas pencapaian ini. Terima kasih kepada guru pembimbing dan anak-anak yang sudah berikhtiar luar biasa, bergelut dengan penelitian selama berbulan-bulan,” ujarnya.
Ia mengatakan persiapan menuju tahap nasional akan dilakukan secara maksimal. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk mitra perguruan tinggi, juga diharapkan terus memperkuat penelitian yang dikembangkan para siswa.
“Selanjutnya kami akan menyiapkan diri semaksimal mungkin, kemudian berserah kepada-Nya. Kami berdoa semoga di tingkat nasional anak-anak kembali dianugerahi rezeki kemenangan dan pulang membawa medali,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam OPSI tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar prestasi. Kompetisi tersebut menjadi bagian dari pembelajaran riset sejak dini, sekaligus melatih siswa berpikir kritis, analitis, dan sistematis. Siswa juga belajar menulis ilmiah, bekerja dalam tim, berkomunikasi, serta mempertanggungjawabkan gagasan secara akademis.
“Dengan keikutsertaan dalam OPSI, kami ingin memperkenalkan dunia riset sejak dini. Jika kemudian berprestasi, capaian itu juga menjadi portofolio atau rekam jejak prestasi yang luar biasa bagi anak-anak,” lanjutnya.
Bagi Aila, lolos ke tingkat nasional bukan akhir dari proses. Bersama timnya, ia terus memperkuat persiapan dengan membaca kembali laporan penelitian dan naskah presentasi. Latihan juga dilakukan secara berulang untuk meningkatkan kemampuan public speaking, pemilihan kata, hingga pengaturan nada saat menyampaikan hasil penelitian.
“Kami berlatih sungguh-sungguh, menyiapkan niat yang tulus, serta senantiasa berdoa dan berikhtiar kepada Allah SWT. Kami selalu membaca laporan penelitian dan naskah presentasi. Kami juga belajar untuk tidak terlalu puas dengan hasil latihan, tetapi terus berkembang menjadi lebih baik,” ujar Aila.
Sementara itu, Alfath mengaku bangga mendapat kesempatan membawa nama Sulawesi Selatan ke panggung nasional OPSI. Ia menyebut pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan orang tua, guru pembimbing, dan SMP Islam Athirah Makassar.
“Sebagai salah satu perwakilan provinsi, saya merasa bangga dan bersyukur telah diberi kesempatan untuk menginjakkan kaki di panggung nasional OPSI. Tentunya hal ini berkat dukungan orang tua, bimbingan guru-guru, serta pihak SMP Islam Athirah Makassar,” tuturnya.
Kini, kedua tim fokus mematangkan penelitian dan presentasi sebelum menghadapi tahap nasional. Bagi mereka, perjalanan di OPSI bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga proses membangun kebiasaan bertanya, mengolah informasi, menguji gagasan, berkolaborasi, dan mempertanggungjawabkan temuan secara ilmiah.
Capaian itu sekaligus menempatkan SMP Islam Athirah Makassar sebagai sekolah dengan jumlah tim terbanyak dari Sulsel yang lolos ke tingkat nasional. Dari empat tim Sulsel yang berhasil melaju, dua di antaranya berasal dari Kota Makassar dan seluruhnya merupakan tim SMP Islam Athirah Makassar.
Pada tahap awal, SMP Islam Athirah Makassar mengikutsertakan lima tim penelitian. Empat tim berhasil lolos ke tahap proposal dan penelitian. Setelah melalui rangkaian seleksi, dua tim akhirnya masuk dalam jajaran 20 tim terbaik nasional pada masing-masing bidang penelitian.
Persaingan OPSI 2026 berlangsung ketat. Pada bidang IPA terdapat 1.088 tim yang mengikuti seleksi, sementara bidang IPS diikuti 1.037 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Dari ribuan peserta tersebut, hanya 20 tim terbaik pada masing-masing bidang yang berhak melaju ke tingkat nasional.
Dua tim SMP Islam Athirah Makassar mengusung penelitian dengan tema berbeda, tetapi sama-sama berangkat dari persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Pada bidang IPA, Bening Faratika Ayuni dan Adil Kusuma Ramadhan mengembangkan penelitian berjudul “Hydrocool: Smart Bio-based Hydrogel Cooling Case Berbasis Biopolimer-CaCl₂ sebagai Sistem Pendingin Pasif Terintegrasi dalam Mengatasi Overheating pada Smartphone.”
Penelitian tersebut mengembangkan gagasan pemanfaatan material berbasis biopolimer sebagai solusi pendinginan pasif untuk mengatasi persoalan overheating pada perangkat smartphone.
Sementara pada bidang IPS, Andi Aila Putri Nafeeza dan Muhammad Alfath Abrisam Ahza mengangkat penelitian berjudul “EPIC-AI (Epistemic Protection and Information Control Toward Artificial Intelligence): Analisis Ketahanan Epistemik Remaja terhadap Misinformasi sebagai Cerminan Kesiapan Literasi Artificial Intelligence.”
Penelitian ini menyoroti kemampuan remaja menghadapi misinformasi di tengah perkembangan kecerdasan artifisial (AI), sekaligus mengkaji kesiapan literasi AI dari perspektif ketahanan epistemik.
Kepala SMP Islam Athirah Makassar menyambut capaian tersebut dengan rasa syukur dan bangga. Menurutnya, keberhasilan para siswa merupakan buah dari proses panjang yang dijalani bersama guru pembimbing dan berbagai pihak yang mendukung pengembangan riset.
“Bersyukur kepada Allah SWT atas perkenaan-Nya. Kami bahagia dan bangga atas pencapaian ini. Terima kasih kepada guru pembimbing dan anak-anak yang sudah berikhtiar luar biasa, bergelut dengan penelitian selama berbulan-bulan,” ujarnya.
Ia mengatakan persiapan menuju tahap nasional akan dilakukan secara maksimal. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk mitra perguruan tinggi, juga diharapkan terus memperkuat penelitian yang dikembangkan para siswa.
“Selanjutnya kami akan menyiapkan diri semaksimal mungkin, kemudian berserah kepada-Nya. Kami berdoa semoga di tingkat nasional anak-anak kembali dianugerahi rezeki kemenangan dan pulang membawa medali,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam OPSI tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar prestasi. Kompetisi tersebut menjadi bagian dari pembelajaran riset sejak dini, sekaligus melatih siswa berpikir kritis, analitis, dan sistematis. Siswa juga belajar menulis ilmiah, bekerja dalam tim, berkomunikasi, serta mempertanggungjawabkan gagasan secara akademis.
“Dengan keikutsertaan dalam OPSI, kami ingin memperkenalkan dunia riset sejak dini. Jika kemudian berprestasi, capaian itu juga menjadi portofolio atau rekam jejak prestasi yang luar biasa bagi anak-anak,” lanjutnya.
Bagi Aila, lolos ke tingkat nasional bukan akhir dari proses. Bersama timnya, ia terus memperkuat persiapan dengan membaca kembali laporan penelitian dan naskah presentasi. Latihan juga dilakukan secara berulang untuk meningkatkan kemampuan public speaking, pemilihan kata, hingga pengaturan nada saat menyampaikan hasil penelitian.
“Kami berlatih sungguh-sungguh, menyiapkan niat yang tulus, serta senantiasa berdoa dan berikhtiar kepada Allah SWT. Kami selalu membaca laporan penelitian dan naskah presentasi. Kami juga belajar untuk tidak terlalu puas dengan hasil latihan, tetapi terus berkembang menjadi lebih baik,” ujar Aila.
Sementara itu, Alfath mengaku bangga mendapat kesempatan membawa nama Sulawesi Selatan ke panggung nasional OPSI. Ia menyebut pencapaian tersebut tidak lepas dari dukungan orang tua, guru pembimbing, dan SMP Islam Athirah Makassar.
“Sebagai salah satu perwakilan provinsi, saya merasa bangga dan bersyukur telah diberi kesempatan untuk menginjakkan kaki di panggung nasional OPSI. Tentunya hal ini berkat dukungan orang tua, bimbingan guru-guru, serta pihak SMP Islam Athirah Makassar,” tuturnya.
Kini, kedua tim fokus mematangkan penelitian dan presentasi sebelum menghadapi tahap nasional. Bagi mereka, perjalanan di OPSI bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga proses membangun kebiasaan bertanya, mengolah informasi, menguji gagasan, berkolaborasi, dan mempertanggungjawabkan temuan secara ilmiah.
(TRI)
Berita Terkait
News
Siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar Belajar Dunia Penyiaran di TVRI Sulsel
Safari Media merupakan program kerja Humas ARTHAVA yang dirancang untuk memperluas wawasan siswa melalui pengalaman langsung di lingkungan kerja media.
Selasa, 08 Sep 2026 16:18
News
Bikin Milkshake Sendiri, Siswa Kelas 1 SD Islam Athirah Belajar Mandiri di Dairyland
Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga semakin peka terhadap lingkungan di sekitar mereka.
Kamis, 03 Sep 2026 12:58
News
Khitan Massal SD Islam Athirah Makassar Diikuti 20 Anak
Sebanyak 20 anak usia sekolah dasar menjalani khitan massal yang digelar SD Islam Athirah Makassar, Minggu (30/08) pagi.
Senin, 31 Agu 2026 18:04
News
Maulid Nabi, OSIS-MPK Neosanra Dorong Siswa Teladani Rasulullah
Melalui berbagai lomba dan aktivitas kolaboratif, OSIS-MPK Neosanra mengajak siswa mempraktikkan nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Rabu, 26 Agu 2026 10:59
News
Athirah Bekali 180 Kepala Sekolah di Makassar dengan Strategi Transformasi
Sebanyak 180 kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kota Makassar mempelajari strategi mendorong transformasi sekolah yang terukur melalui pendekatan Objectives and Key Results (OKR).
Kamis, 20 Agu 2026 16:55
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Satu Dekade Kulkas InstaView, LG Indonesia Hadirkan Program Apresiasi Konsumen
2
KALLA Rayakan 74 Tahun, Perkuat Kolaborasi Menuju Masa Depan
3
Prabowo Subianto Sindir Pakar: Saking Pintarnya Jadi Goblok
4
Meriah di 17 Kota, BAF Friends Festival Hadirkan Banyak Keseruan untuk Konsumen
5
Haka Auto Ajak Komunitas Uji Efisiensi BYD M6 DM & Teknologi V2L
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Satu Dekade Kulkas InstaView, LG Indonesia Hadirkan Program Apresiasi Konsumen
2
KALLA Rayakan 74 Tahun, Perkuat Kolaborasi Menuju Masa Depan
3
Prabowo Subianto Sindir Pakar: Saking Pintarnya Jadi Goblok
4
Meriah di 17 Kota, BAF Friends Festival Hadirkan Banyak Keseruan untuk Konsumen
5
Haka Auto Ajak Komunitas Uji Efisiensi BYD M6 DM & Teknologi V2L