Bikin Milkshake Sendiri, Siswa Kelas 1 SD Islam Athirah Belajar Mandiri di Dairyland

Kamis, 03 Sep 2026 12:58
Bikin Milkshake Sendiri, Siswa Kelas 1 SD Islam Athirah Belajar Mandiri di Dairyland
Siswa kelas 1 SD Islam Athirah Makassar merasakan pengalaman itu saat mengikuti field trip ke Dairyland Farm Theme Park Gowa, Rabu (2/9/2026). Foto/Istimewa
Comment
Share
GOWA - Belajar tentang ciptaan Allah SWT tak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Siswa kelas 1 SD Islam Athirah Makassar merasakan pengalaman itu saat mengikuti field trip ke Dairyland Farm Theme Park Gowa, Rabu (2/9/2026). Tak hanya mengamati hewan, para siswa juga diajak memberi makan hewan, bekerja sama, hingga membuat milkshake sendiri.

Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30 hingga 11.30 WITA tersebut mengusung tema “ALLAHU AKBAR... TRULY AMAZING CREATIONS OF ALLAH”. Selain menjadi sarana belajar di luar kelas, kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan rasa syukur, kemandirian, kepedulian terhadap hewan dan lingkungan, serta kemampuan berkolaborasi sejak dini.

Guru Bahasa Inggris kelas 1, Dwi Azmiyana, yang akrab disapa Miss Dwi, mengatakan antusiasme siswa sudah terlihat sejak mereka tiba di lokasi.

“Masya Allah, antusiasmenya luar biasa. Dari awal tiba mereka sudah sangat bersemangat mengamati berbagai macam hewan dan tidak berhenti bertanya kepada kakak pemandu. Rasa ingin tahunya tinggi sekali,” ujar Miss Dwi.

Selama sekitar empat jam berada di Dairyland, siswa mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif. Mereka berfoto bersama maskot sapi, berkeliling mengunjungi kandang hewan, memberi makan hewan secara langsung, menyaksikan pertunjukan sulap, serta menonton film pendek mengenai proses pembuatan susu.

Puncak kegiatan yang paling menarik perhatian siswa adalah saat mereka belajar membuat milkshake sendiri.

“Salah satu aktivitas yang paling disukai anak-anak adalah ketika menyaksikan langsung proses pembuatan milkshake, kemudian mereka menikmati hasil milkshake yang mereka buat sendiri. Senangnya bukan main,” kata Miss Dwi.

Menurutnya, pengalaman tersebut tidak hanya memberikan kesenangan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mempraktikkan nilai-nilai karakter yang selama ini dipelajari di sekolah.

Kemandirian, misalnya, terlihat ketika siswa mampu menjaga barang-barang milik mereka sendiri dan pergi ke toilet tanpa harus didampingi guru. Sementara itu, sikap kolaboratif tampak ketika mereka saling membantu teman yang mengalami kesulitan dan tetap kompak dalam kelompok.

“Kemandirian terlihat saat anak-anak menjaga barangnya sendiri, pergi ke toilet sendiri tanpa harus diantar guru. Sementara kolaborasi terlihat saat mereka saling membantu jika ada teman yang kesulitan, dan selalu kompak bersama teman satu kelompoknya,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap siswa tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga semakin peka terhadap lingkungan di sekitar mereka.

“Kami berharap melalui kegiatan ini siswa lebih memiliki rasa peduli terhadap hewan, peduli terhadap lingkungan, saling berkolaborasi dan meningkatkan kemandiriannya,” ungkap Miss Dwi.

Sejumlah momen spontan siswa juga menjadi cerita menarik selama kegiatan. Salah satunya ketika seorang siswa mengungkapkan kekagumannya terhadap kebesaran Allah saat melihat beragam ciptaan-Nya.

Ada pula seorang siswa yang ingin membawa pulang makanan hewan untuk diberikan kepada hewan peliharaannya di rumah.

“Seorang anak ingin membawa pulang makanan hewan karena mau diberikan ke hewan peliharaannya di rumah. Katanya, ‘Saya punya 8 ekor ayam di rumah’. Itu menunjukkan kepedulian mereka sudah mulai tumbuh,” kenang Miss Dwi.

Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan field trip berakhir. Sekolah juga mengajak orang tua untuk melanjutkan pembelajaran serupa di rumah melalui kebiasaan-kebiasaan sederhana.

“Kami berharap orang tua dapat melanjutkan pembelajaran ini di rumah. Ajak anak-anak untuk terus bersyukur atas ciptaan Allah, melatih kemandirian hal-hal kecil, dan menumbuhkan rasa kasih sayang kepada hewan dan lingkungan sekitar,” tutupnya.

Kegiatan field trip ke Dairyland menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual SD Islam Athirah Makassar, dengan menggabungkan pengalaman langsung, kegembiraan, dan pembentukan karakter Islami. Melalui kegiatan di luar kelas tersebut, siswa tidak hanya belajar mengenal hewan dan proses pengolahan susu, tetapi juga berlatih mandiri, bekerja sama, serta mensyukuri keberagaman ciptaan Allah SWT.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru