Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Diikuti Ribuan Peserta dari 24 Daerah

Rabu, 02 Sep 2026 14:14
Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Diikuti Ribuan Peserta dari 24 Daerah
Ribuan Pramuka madrasah dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan berkumpul di Bumi Perkemahan Cadika, Kabupaten Gowa, mengikuti Kemah Pramuka Madrasah Provinsi (KPMP) 2026. Foto/Istimewa
Comment
Share
GOWA - Ribuan Pramuka madrasah dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan berkumpul di Bumi Perkemahan Cadika, Kabupaten Gowa, mengikuti Kemah Pramuka Madrasah Provinsi (KPMP) 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 2-5 September 2026 ini menjadi ajang pembinaan Pramuka Penggalang dan Penegak di lingkungan madrasah. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi peserta untuk mengasah kemandirian, kepemimpinan, keterampilan, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid, mengatakan KPMP tidak sekadar menjadi kegiatan berkumpul di alam terbuka, mendirikan tenda, atau mengikuti perlombaan kepramukaan.

Menurutnya, perkemahan tersebut dirancang sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi muda madrasah agar memiliki jiwa mandiri, tangguh, serta semangat kebangsaan yang kuat.

"Perkemahan Pramuka Madrasah Provinsi Tahun 2026 merupakan kegiatan pertemuan besar dalam rangka pembinaan Pramuka Penggalang dan Penegak di lingkungan madrasah," kata Ali dalam pembukaan KPMP 2026 di Gowa.

Ia menyebut kegiatan tersebut diikuti ribuan peserta utama, terdiri atas 1.089 Pramuka Penggalang dan 1.300 Pramuka Penegak. Secara keseluruhan, termasuk pendamping sekitar 2.800 orang dan unsur lainnya, jumlah yang terlibat dalam kegiatan mencapai hampir 5.000 orang dari sekitar 300 kontingen.

Ali mengatakan, rangkaian kegiatan KPMP mencakup keterampilan abad ke-21, literasi digital, kepemimpinan, kegiatan sosial, hingga edukasi lingkungan. Selain itu, aspek keagamaan juga mendapat perhatian dalam pelaksanaan perkemahan.

Sejumlah kegiatan keagamaan dijadwalkan berlangsung selama perkemahan, di antaranya salat berjamaah, kajian agama, lomba azan, serta berbagai lomba keagamaan lainnya. Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan salat istisqa sebagai ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau.

Menurutnya, seluruh peserta juga diarahkan mengikuti kegiatan ibadah secara bersama-sama selama berada di lokasi perkemahan.

Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Diikuti Ribuan Peserta dari 24 Daerah

Padukan Ekoteologi dan Tobat Ekologis
Selain penguatan kepramukaan dan keagamaan, KPMP 2026 juga menjadi momentum memperkenalkan kepedulian lingkungan melalui pendekatan agama.

Koordinator Staf Khusus Menteri Agama, H. M. Faried Saenong, mengatakan Kementerian Agama bersama Kementerian Lingkungan Hidup mendorong kolaborasi program ekoteologi dan tobat ekologis.

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kementerian Agama dan Kementerian Lingkungan Hidup, yang kemudian ditindaklanjuti di tingkat daerah.

Faried menjelaskan, ekoteologi merupakan pendekatan untuk menyampaikan persoalan lingkungan melalui bahasa agama sehingga lebih mudah dipahami masyarakat.

"Masalah lingkungan ini isunya sains, sementara masyarakat kita mungkin sulit mencerna penjelasan-penjelasan saintifik tentang masalah-masalah lingkungan. Kita bawa dengan bahasa agama," jelasnya.

Ia berharap pendekatan tersebut dapat memperluas kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Sulawesi dan Maluku Azri Rasul. Ia mengatakan, kerja sama dengan Kanwil Kemenag Sulsel merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Menteri Agama dan Menteri Lingkungan Hidup yang telah ditandatangani pada 2025.

Menurut Azri, kolaborasi tersebut diarahkan untuk menyatukan gerakan tobat ekologis dengan pendekatan ekoteologi. "Tobat ekologis itu bagaimana kita menyadarkan orang, kelompok masyarakat, pemerintah daerah, kemudian pelaku usaha supaya sadar bahwa di lingkungan sekitar kita ini telah banyak terjadi pencemaran dan kerusakan," katanya.

Dalam kegiatan Pramuka, edukasi lingkungan itu akan dikembangkan melalui tiga krida Pramuka Kalpataru, yakni pengelolaan sampah, perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati.

Pada aspek pengelolaan sampah, peserta akan diajak memahami pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos atau dimanfaatkan untuk pakan maggot, sementara sampah anorganik seperti plastik, kaleng, kaca, dan kardus masih dapat memiliki nilai guna melalui proses daur ulang.

Peserta juga akan mendapatkan pemahaman mengenai perubahan iklim dan dampaknya terhadap berbagai sektor, termasuk pertanian dan kesehatan.

Sementara melalui edukasi keanekaragaman hayati, peserta didorong untuk memahami pentingnya menjaga tumbuhan dan satwa agar tidak mengalami kepunahan. "Keanekaragaman hayati harus kita jaga supaya tidak punah. Karena sudah banyak sekarang yang punah," ujar Azri.

Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Diikuti Ribuan Peserta dari 24 Daerah

Gowa Siap Jadi Tuan Rumah
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama dan Kementerian Lingkungan Hidup yang mempercayakan Gowa sebagai lokasi pelaksanaan KPMP 2026.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang lebih tangguh sekaligus menjunjung tinggi nilai kebangsaan.

"Kita berharap dengan kegiatan Kemah Madrasah ini bisa menghadirkan generasi-generasi muda yang jauh lebih tangguh ke depan, lebih menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan," kata Darmawangsyah.

Ia juga memastikan Pemerintah Kabupaten Gowa siap mendukung pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang. Sementara itu, kontingen Gowa sendiri mengikutsertakan 27 regu dalam KPMP 2026.

Bagi Ali Yafid, besarnya jumlah peserta menjadi kesempatan penting bagi Pramuka madrasah untuk memperluas silaturahmi, bertukar pengalaman, dan belajar bersama.

Ia berpesan agar seluruh peserta menjaga ketertiban, kesehatan, keamanan, kebersihan, serta kelestarian lingkungan selama mengikuti perkemahan.

"Pramuka mengajarkan kita untuk siap menghadapi kehidupan. Tantangan yang kalian hadapi di perkemahan mungkin sederhana, tapi nilai yang kalian pelajari akan menjadi bekal yang sangat berharga untuk menghadapi tantangan kehidupan di masa depan," katanya.

Melalui KPMP 2026, kegiatan perkemahan diharapkan tidak berhenti pada aktivitas selama empat hari di Bumi Perkemahan Cadika. Nilai kemandirian, kepemimpinan, keagamaan, persatuan, dan kepedulian lingkungan yang diperoleh peserta diharapkan menjadi bekal yang dibawa kembali ke madrasah dan lingkungan masing-masing.
(TRI)
Berita Terkait
OJK Dorong Pramuka Jadi Generasi Cakap Keuangan
Ekbis
OJK Dorong Pramuka Jadi Generasi Cakap Keuangan
Ribuan anggota Pramuka Penggalang mendapat edukasi mengenai pengelolaan keuangan, budaya menabung, dan penggunaan produk jasa keuangan secara bijak dalam rangkaian Jambore Nasional XII Tahun 2026.
Rabu, 19 Agu 2026 15:05
Wabup Gowa dan Andi Tenri Indah Terima Penghargaan Kwarnas di Jamnas
News
Wabup Gowa dan Andi Tenri Indah Terima Penghargaan Kwarnas di Jamnas
Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Gowa, Darmawangsyah Muin, dan Bendahara Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan, Andi Tenri Indah, menerima penghargaan dari Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka.
Jum'at, 14 Agu 2026 19:21
Bupati Bantaeng Sebut Hari Pramuka Momentum Perkuat Komitmen Bangun Karakter Bangsa
Sulsel
Bupati Bantaeng Sebut Hari Pramuka Momentum Perkuat Komitmen Bangun Karakter Bangsa
Bupati Bantaeng, Muh. Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri Apel Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Bira-Bira, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, Jumat (14/8/2026).
Jum'at, 14 Agu 2026 16:01
Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel: Pramuka Cikal Bakal Indonesia Emas 2045
Sulsel
Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel: Pramuka Cikal Bakal Indonesia Emas 2045
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bertindak sebagai Pembina Upacara pada Peringatan Hari Pramuka ke-65 tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Lapangan Bakunge, Desa Mappesangka
Senin, 10 Agu 2026 17:22
Bupati Gowa Lepas 92 Kontingen Pramuka ke Jambore Nasional XII 2026
News
Bupati Gowa Lepas 92 Kontingen Pramuka ke Jambore Nasional XII 2026
Ketua Mabicab dan Kwarcab Pramuka Gowa, Sitti Husniah Talenrang melepas 92 peserta dari Kontingen Kwarcab Gowa yang akan mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026 sekaligus mengukuhkan Pramuka Garuda di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Jumat (7/8).
Jum'at, 07 Agu 2026 21:20
Berita Terbaru