OJK Dorong Pramuka Jadi Generasi Cakap Keuangan

Rabu, 19 Agu 2026 15:05
OJK Dorong Pramuka Jadi Generasi Cakap Keuangan
Ribuan anggota Pramuka Penggalang mendapat edukasi mengenai pengelolaan keuangan, budaya menabung, dan penggunaan produk jasa keuangan secara bijak dalam rangkaian Jambore Nasional XII. Foto/Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - Ribuan anggota Pramuka Penggalang mendapat edukasi mengenai pengelolaan keuangan, budaya menabung, dan penggunaan produk jasa keuangan secara bijak dalam rangkaian Jambore Nasional XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Literasi Keuangan Indonesia Terdepan (LIKE IT) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama sejumlah pemangku kepentingan.

Program tersebut ditujukan untuk membekali generasi muda dengan kecakapan mengelola keuangan sejak dini, termasuk kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, membangun kebiasaan menabung, serta mengambil keputusan keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan, kemampuan mengelola keuangan perlu dibangun sejak usia muda melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Menurut Dicky, generasi muda perlu memiliki kemampuan mengambil keputusan keuangan secara bijak dan tidak mudah terpengaruh tren maupun gaya hidup.

“Kunci masa depan yang kita bisa lakukan itu ada di cara kita mengelola keuangan. Mengelola keuangan itu artinya adalah jalan menuju bahagia,” kata Dicky dalam Talkshow Leaders Insight Pramuka Cakap Keuangan.

Dicky menekankan, perilaku keuangan yang sehat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Talkshow tersebut menghadirkan Anggota Komisi XI DPR RI Anis Byarwati, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Atip Latipulhayat, serta Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn.) Bachtiar Utomo.

Anis mengatakan, kebiasaan finansial yang dibangun sejak dini tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

“Satu kebiasaan baik menabung sejak dini membangun karakter finansial untuk masa depan Indonesia,” ujar Anis.

Menurut dia, kebiasaan menabung perlu dipandang bukan semata sebagai aktivitas finansial, melainkan sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kedisiplinan dalam mengelola keuangan.

Sementara itu, Prof. Atip Latipulhayat mengatakan literasi keuangan merupakan salah satu fondasi dalam Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Literasi keuangan bukan hanya terkait menghitung uang, tetapi juga membentuk perilaku mampu menahan diri dari keinginan konsumtif,” kata Atip.

Menurut Atip, kemampuan mengendalikan diri yang dibentuk sejak anak-anak akan membantu seseorang mengelola keuangan dengan lebih baik ketika dewasa.

Dari sisi kepramukaan, Bachtiar Utomo mengatakan kebiasaan menabung dan mengelola keuangan secara bijak sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka, khususnya prinsip hidup hemat, cermat, dan bersahaja.

“Urusan menabung ini ada kaitannya dengan Dasa Dharma ketujuh: hemat, cermat, dan bersahaja,” tutur Bachtiar.

Ia menambahkan, kebiasaan menabung sejak usia muda juga dapat menjadi bekal untuk membangun jiwa kewirausahaan di masa depan.

Edukasi Keuangan melalui Berbagai Aktivitas
Rangkaian edukasi keuangan dalam Jambore Nasional XII Tahun 2026 berlangsung pada 15–16 dan 18–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur. Kegiatan tersebut menyasar anggota Pramuka Penggalang berusia 11–15 tahun.

Selain Leaders Insight, edukasi dilakukan melalui Tenda Kampung Finansial dengan sistem rotasi selama pelaksanaan Jambore Nasional. Di lokasi tersebut, peserta mendapat edukasi dari OJK, Bank Indonesia (BI), Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta sejumlah pelaku industri jasa keuangan.

Materi disampaikan melalui berbagai kegiatan interaktif, seperti talkshow, permainan, kuis edukatif, dan booth edukasi keuangan. Hingga rangkaian kegiatan berakhir, sekitar 7.500 anggota Pramuka atau peserta Jambore Nasional XII tercatat telah mengunjungi Tenda Kampung Finansial.

Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga dikenalkan dengan produk dan layanan jasa keuangan serta cara menggunakannya secara bijak sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Rangkaian kegiatan juga memberikan pemahaman mengenai peran OJK, Kementerian Keuangan, BI, dan LPS dalam ekosistem sektor keuangan.

Pramuka Goes to Office
Rangkaian LIKE IT 2026 juga diisi agenda “Pramuka Goes to Office ke Kantor OJK” pada 18–20 Agustus 2026. Peserta terpilih berkesempatan mengunjungi Kantor Pusat OJK untuk memperoleh edukasi keuangan sekaligus mengenal lebih dekat peran dan fungsi OJK sebagai regulator dan pengawas sektor jasa keuangan.

Kolaborasi OJK dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam memperkuat kecakapan keuangan telah berlangsung sejak 2023 melalui revisi Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Penabung dan SKK Cakap Keuangan. Implementasi kedua SKK tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membekali anggota Pramuka dengan pengetahuan dan keterampilan mengelola keuangan.

Kegiatan Pramuka Cerdas Keuangan dalam Jambore Nasional XII merupakan bagian dari sinergi OJK, Kementerian Keuangan, BI, LPS, dan Kwarnas Gerakan Pramuka dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan generasi muda.

Melalui edukasi yang berbasis pengalaman dan aktivitas interaktif, anggota Pramuka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab, sekaligus memiliki kecakapan mengelola keuangan, membangun budaya menabung, serta menggunakan produk dan layanan jasa keuangan secara bijak untuk mencapai tujuan keuangan di masa depan.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru