Demokrat Sulsel Ajak Pelajar SMA/SMK Belajar di Hotel, Tanamkan Pendidikan Politik Sejak Dini
Sabtu, 03 Okt 2026 12:36
Partai Demokrat Sulsel menggelar pendidikan politik untuk pelajar SMA/SMK di Hotel Claro Makassar pada Sabtu (03/10/2026). Foto: Muhaimin
MAKASSAR - DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan menegaskan pendidikan politik kepada generasi muda tidak hanya dilakukan saat memasuki tahun politik atau momentum kampanye.
Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni'matullah mengatakan pendidikan politik bagi pelajar SMA telah menjadi agenda yang dilakukan secara berkelanjutan. Tahun ini merupakan tahun kedua Demokrat Sulsel menggelar kegiatan serupa dengan melibatkan pelajar dari sejumlah sekolah di Makassar.
"Ini tahun kedua kita laksanakan pendidikan politik untuk anak SMA. Di samping itu kita juga mendorong ada lomba pidato politik, lomba orasi, lomba baca puisi dan sebagainya," kata Ni'matullah saat kegiatan pendidikan politik Demokrat Sulsel di Hotel Claro Makassar, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, Demokrat Sulsel tidak hanya memberikan pendidikan politik kepada pelajar, tetapi juga berencana menyasar masyarakat umum. Pengurus partai didorong membuka ruang diskusi di lingkungan masing-masing agar masyarakat memahami politik secara lebih luas.
Ni'matullah mengatakan politik merupakan bagian yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pemahaman mengenai politik dinilai penting diberikan sejak dini agar generasi muda memiliki perspektif yang lebih baik.
"Mengapa? Karena kehidupan politik ini sesuatu yang sebenarnya sangat melekat pada diri kita semua, sehingga sejak dini, sebelum anak-anak terkontaminasi dengan pikiran-pikiran yang mungkin negatif, kita memberi perspektif positif dari awal," ujarnya.
Ia menjelaskan politik tidak hanya berbicara tentang pemilu atau partai politik. Menurutnya, politik juga menyangkut bagaimana kekuasaan dikelola dan bagaimana keadilan didistribusikan.
"Politiklah yang menentukan apakah kita bayar listrik lebih mahal atau bahkan gratis, itu semua keputusan politik. Nah, saya kira ini perlu dipahami sejak dini," katanya.
Ni'matullah menegaskan kegiatan tersebut bukan bagian dari kampanye. Ia menyebut momentum pemilihan masih jauh sehingga waktu yang ada dimanfaatkan untuk membangun wawasan politik generasi muda.
"Kami tidak mencari Anda hanya kalau kampanye. Ini masih jauh waktunya untuk kampanye politik, untuk pemilihan-pemilihan," tegasnya.
Ia berharap pendidikan politik menjadi ruang bagi pelajar untuk membangun cara berpikir dan wawasan yang lebih baik mengenai politik. Selain itu, pertemuan antarpelajar dari sekolah berbeda juga diharapkan memperluas jejaring dan menghilangkan sekat antarkelompok.
"Siapa pun yang sekolah di tempat lain itu juga temanmu, itu juga saudaramu. Bangun silaturahmi, siapa tahu suatu waktu kau sama-sama kuliah di kampus yang sama, lebih jauh lagi jangan sampai suatu waktu kau akan kerja di tempat yang sama," tuturnya.
Ni'matullah juga mengingatkan agar perbedaan sekolah tidak melahirkan anggapan bahwa kelompok lain merupakan lawan. Menurutnya, generasi muda perlu membangun komunikasi dan persaudaraan sejak dini.
Sementara itu, Sekretaris Kesbangpol Sulsel Ukrima Rijal mengapresiasi Demokrat Sulsel yang menggelar pendidikan politik bagi generasi muda. Ia menyebut kegiatan tersebut penting untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Selatan, kami menyampaikan apresiasi kepada DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan yang telah menyelenggarakan kegiatan pendidikan politik bagi generasi muda," kata Ukrima. Menurut Ukrima, pendidikan politik tidak semata-mata membahas partai politik dan pemilu. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan sosial dan pemerintahan serta mendorong masyarakat berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menilai pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari generasi yang akan menentukan arah demokrasi di masa mendatang. Ukrima juga menyoroti pentingnya kemampuan generasi muda menyaring informasi di tengah perkembangan media sosial dan berbagai platform digital. "Di era digital seperti sekarang ini, kemampuan untuk menyaring informasi juga menjadi hal yang sangat penting. Tidak semua informasi yang kita terima benar dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya. Karena itu, ia mengajak pelajar untuk kritis dalam menerima informasi, santun dalam menyampaikan pendapat, serta bertanggung jawab menggunakan media sosial. Ukrima juga mengingatkan agar perbedaan pilihan maupun pandangan tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu disikapi dengan kedewasaan. "Jangan sampai perbedaan pilihan, perbedaan pandangan, ataupun perbedaan latar belakang menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Justru dalam kehidupan berdemokrasi, perbedaan merupakan sesuatu yang harus kita sikapi dengan kedewasaan," katanya. Kegiatan pendidikan politik Demokrat Sulsel tersebut diikuti ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Makassar. Sejumlah pengurus Demokrat Sulsel dan anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Demokrat turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Ketua DPD Demokrat Sulsel Ni'matullah mengatakan pendidikan politik bagi pelajar SMA telah menjadi agenda yang dilakukan secara berkelanjutan. Tahun ini merupakan tahun kedua Demokrat Sulsel menggelar kegiatan serupa dengan melibatkan pelajar dari sejumlah sekolah di Makassar.
"Ini tahun kedua kita laksanakan pendidikan politik untuk anak SMA. Di samping itu kita juga mendorong ada lomba pidato politik, lomba orasi, lomba baca puisi dan sebagainya," kata Ni'matullah saat kegiatan pendidikan politik Demokrat Sulsel di Hotel Claro Makassar, Sabtu (3/10/2026).
Menurutnya, Demokrat Sulsel tidak hanya memberikan pendidikan politik kepada pelajar, tetapi juga berencana menyasar masyarakat umum. Pengurus partai didorong membuka ruang diskusi di lingkungan masing-masing agar masyarakat memahami politik secara lebih luas.
Ni'matullah mengatakan politik merupakan bagian yang melekat dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pemahaman mengenai politik dinilai penting diberikan sejak dini agar generasi muda memiliki perspektif yang lebih baik.
"Mengapa? Karena kehidupan politik ini sesuatu yang sebenarnya sangat melekat pada diri kita semua, sehingga sejak dini, sebelum anak-anak terkontaminasi dengan pikiran-pikiran yang mungkin negatif, kita memberi perspektif positif dari awal," ujarnya.
Ia menjelaskan politik tidak hanya berbicara tentang pemilu atau partai politik. Menurutnya, politik juga menyangkut bagaimana kekuasaan dikelola dan bagaimana keadilan didistribusikan.
"Politiklah yang menentukan apakah kita bayar listrik lebih mahal atau bahkan gratis, itu semua keputusan politik. Nah, saya kira ini perlu dipahami sejak dini," katanya.
Ni'matullah menegaskan kegiatan tersebut bukan bagian dari kampanye. Ia menyebut momentum pemilihan masih jauh sehingga waktu yang ada dimanfaatkan untuk membangun wawasan politik generasi muda.
"Kami tidak mencari Anda hanya kalau kampanye. Ini masih jauh waktunya untuk kampanye politik, untuk pemilihan-pemilihan," tegasnya.
Ia berharap pendidikan politik menjadi ruang bagi pelajar untuk membangun cara berpikir dan wawasan yang lebih baik mengenai politik. Selain itu, pertemuan antarpelajar dari sekolah berbeda juga diharapkan memperluas jejaring dan menghilangkan sekat antarkelompok.
"Siapa pun yang sekolah di tempat lain itu juga temanmu, itu juga saudaramu. Bangun silaturahmi, siapa tahu suatu waktu kau sama-sama kuliah di kampus yang sama, lebih jauh lagi jangan sampai suatu waktu kau akan kerja di tempat yang sama," tuturnya.
Ni'matullah juga mengingatkan agar perbedaan sekolah tidak melahirkan anggapan bahwa kelompok lain merupakan lawan. Menurutnya, generasi muda perlu membangun komunikasi dan persaudaraan sejak dini.
Sementara itu, Sekretaris Kesbangpol Sulsel Ukrima Rijal mengapresiasi Demokrat Sulsel yang menggelar pendidikan politik bagi generasi muda. Ia menyebut kegiatan tersebut penting untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Selatan, kami menyampaikan apresiasi kepada DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan yang telah menyelenggarakan kegiatan pendidikan politik bagi generasi muda," kata Ukrima. Menurut Ukrima, pendidikan politik tidak semata-mata membahas partai politik dan pemilu. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan sosial dan pemerintahan serta mendorong masyarakat berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menilai pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari generasi yang akan menentukan arah demokrasi di masa mendatang. Ukrima juga menyoroti pentingnya kemampuan generasi muda menyaring informasi di tengah perkembangan media sosial dan berbagai platform digital. "Di era digital seperti sekarang ini, kemampuan untuk menyaring informasi juga menjadi hal yang sangat penting. Tidak semua informasi yang kita terima benar dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya. Karena itu, ia mengajak pelajar untuk kritis dalam menerima informasi, santun dalam menyampaikan pendapat, serta bertanggung jawab menggunakan media sosial. Ukrima juga mengingatkan agar perbedaan pilihan maupun pandangan tidak menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu disikapi dengan kedewasaan. "Jangan sampai perbedaan pilihan, perbedaan pandangan, ataupun perbedaan latar belakang menjadi alasan untuk saling bermusuhan. Justru dalam kehidupan berdemokrasi, perbedaan merupakan sesuatu yang harus kita sikapi dengan kedewasaan," katanya. Kegiatan pendidikan politik Demokrat Sulsel tersebut diikuti ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Makassar. Sejumlah pengurus Demokrat Sulsel dan anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Demokrat turut hadir dalam kegiatan tersebut.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Bursa Calon Ketua Demokrat Sulsel Resmi Dibuka, Kader Baru Bisa Langsung Maju
Panitia Musyawarah Daerah (Musda) resmi membuka pendaftaran bakal calon ketua DPD Demokrat Sulsel. Jadwal Musda direncanakan berlangsung di Hotel Claro Makassar pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Rabu, 14 Okt 2026 18:29
Sulsel
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin diklaim telah berhasil mencukupkan dukungannya untuk bisa maju di Musyawarah Daerah (Musda) Demokrat Sulsel.
Rabu, 14 Okt 2026 07:22
Sulsel
Bakal Calon Ketua Perebutkan 27 Suara di Musda Demokrat Sulsel 2026
Partai Demokrat Sulsel bakal menggelar musyawarah daerah (Musda) luar biasa bulan ini. Rencananya dijadwalkan pada 23 Oktober 2026.
Senin, 12 Okt 2026 15:57
Sulsel
Resmi Gabung Demokrat, Appi Ajak Kader Bersama-sama Besarkan Partai
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin tak butuh waktu lama menentukan sikap politiknya. Usai meninggalkan Golkar, ia resmi bergabung ke Partai Demokrat.
Kamis, 08 Okt 2026 16:18
Sulsel
Ni'matullah: Politik Adalah Pengelolaan Kekuasaan untuk Distribusikan Keadilan
Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan Ni’matullah Erbe menegaskan pentingnya pendidikan politik untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap politik yang selama ini kerap dipersepsi dengan praktik kotor, culas dan tipu-tipu.
Kamis, 08 Okt 2026 13:44
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
2
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
3
Kualitas Udara Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
4
Bursa Calon Ketua Demokrat Sulsel Resmi Dibuka, Kader Baru Bisa Langsung Maju
5
Pemkot Makassar-Pertamina Rumuskan Skema Baru Distribusi BBM Subsidi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Demokrat Pinrang Bocorkan 7 DPC yang Sudah Komitmen Dukung Appi di Musda
2
Bela Bahlil, Ketua Golkar Sulsel Sebut Penilaian CELIOS Tidak Objektif & Abaikan Kondisi Geopolitik
3
Kualitas Udara Makassar Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
4
Bursa Calon Ketua Demokrat Sulsel Resmi Dibuka, Kader Baru Bisa Langsung Maju
5
Pemkot Makassar-Pertamina Rumuskan Skema Baru Distribusi BBM Subsidi