PLN Resmikan Dua Sumur Bor, 333 Guru & Murid di Soppeng Kini Nikmati Air Bersih

Sabtu, 03 Okt 2026 11:32
PLN Resmikan Dua Sumur Bor, 333 Guru & Murid di Soppeng Kini Nikmati Air Bersih
PLN ULP Pajalesang bersama pihak SDN 219 Madekkang meninjau fasilitas sumur bor bantuan TJSL PLN UID Sulselrabar untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi warga sekolah. Foto/IST
Comment
Share
SOPPENG - Persoalan keterbatasan air bersih yang selama ini dihadapi dua sekolah di Kabupaten Soppeng, terutama saat musim kemarau, mulai teratasi. PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) menghadirkan dua unit sumur bor untuk mendukung kebutuhan air bersih dan sanitasi di sekolah.

Dua fasilitas tersebut berada di SD Negeri 219 Madekkang dan SMP Negeri 2 Marioriwawo. Peresmian dilakukan Manager PLN ULP Pajalesang, Basri Kula, bersama pihak sekolah pada Senin (28/9).

Bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN tersebut memberikan manfaat bagi 333 guru dan murid. Sebanyak 83 penerima manfaat berasal dari SD Negeri 219 Madekkang, sementara 250 lainnya merupakan warga SMP Negeri 2 Marioriwawo.

Sumur yang dibangun merupakan sumur bor dalam yang dilengkapi pompa submersible serta instalasi pendukung untuk menyalurkan air ke berbagai kebutuhan warga sekolah.

Sebelum fasilitas tersebut tersedia, kedua sekolah menghadapi keterbatasan pasokan air bersih, khususnya ketika musim kemarau. Kondisi itu berdampak pada kebutuhan kebersihan dan sanitasi. Bahkan, sebagian murid harus membawa air dari rumah untuk memenuhi kebutuhan di sekolah.

Kini, ketersediaan air dari sumur bor membantu sekolah memenuhi kebutuhan toilet, tempat wudhu, cuci tangan, hingga pemeliharaan kebersihan lingkungan. Fasilitas tersebut juga mendukung aktivitas belajar mengajar agar berlangsung lebih nyaman.

Plh. General Manager PLN UID Sulselrabar, Albert Safaria, mengatakan penyediaan air bersih merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat.

“Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang menunjang kesehatan dan kenyamanan warga sekolah. Melalui program TJSL ini, PLN ingin membantu guru dan murid menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan lebih baik,” kata Albert.

Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya terus dirasakan oleh warga sekolah.

Kepala SD Negeri 219 Madekkang, Haeruddin, mengapresiasi bantuan PLN yang dinilai menjawab kebutuhan air bersih di sekolahnya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas bantuan sumur bor ini. Dahulu, ketika musim kemarau, anak-anak harus membawa air dari rumah karena ketersediaan air di sekolah terbatas. Sekarang air sudah melimpah dan dapat digunakan untuk kebutuhan operasional sekolah. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Haeruddin.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala SMP Negeri 2 Marioriwawo, Nur Alam Sainuddin. Menurutnya, ketersediaan air bersih memberikan perubahan terhadap aktivitas guru dan murid, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PLN terhadap kebutuhan sekolah. Sebelumnya, kami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih saat musim kemarau. Dengan adanya sumur bor ini, kebutuhan air untuk sanitasi dan kegiatan sehari-hari di sekolah dapat terpenuhi, sehingga guru dan murid dapat beraktivitas dengan lebih nyaman,” tuturnya.

Manfaat bantuan juga dirasakan langsung oleh Miska Maisarah, salah satu siswa SMP Negeri 2 Marioriwawo. Ia mengaku lega karena sekolahnya kini tidak lagi mengalami kekurangan air bersih.

“Terima kasih kepada PLN karena sudah membantu menyediakan air bersih di sekolah kami. Dulu kami mengalami krisis air bersih, tetapi sekarang sudah tidak kekurangan air lagi,” ungkap Miska.

Ketersediaan air bersih di kedua sekolah diharapkan semakin memperkuat pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat. Dengan fasilitas yang memadai, sekolah dapat menjaga kebersihan lingkungan secara lebih konsisten sekaligus mengurangi kendala pasokan air ketika musim kemarau.

Program tersebut juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya TPB 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak serta TPB 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Melalui kolaborasi dengan pihak sekolah, PLN UID Sulselrabar berupaya memastikan bantuan TJSL tidak hanya menjawab kebutuhan air bersih saat ini, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru