Athirah Bekali 180 Kepala Sekolah di Makassar dengan Strategi Transformasi
Kamis, 20 Agu 2026 16:55
Sebanyak 180 kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kota Makassar mempelajari strategi mendorong transformasi sekolah yang terukur melalui pendekatan Objectives and Key Results (OKR). Foto/IST
MAKASSAR - Sebanyak 180 kepala sekolah jenjang TK, SD, dan SMP se-Kota Makassar mempelajari strategi mendorong transformasi sekolah yang terukur melalui pendekatan Objectives and Key Results (OKR). Strategi tersebut diperkenalkan dalam Workshop Transformasi Sekolah bertema “Strategi Transformasi Sekolah di Era Digital” yang digelar Sekolah Islam Athirah di Auditorium Sekolah Islam Athirah Kajaolalido, Kamis (20/8/2026).
Workshop ini menekankan bahwa transformasi sekolah tidak cukup berhenti pada gagasan. Kepala sekolah perlu mampu mengidentifikasi persoalan, menetapkan target perbaikan, menjalankan program, serta mengukur hasilnya secara berkala.
Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, yang menjadi pemateri, mengatakan proses transformasi perlu diawali dengan kemampuan sekolah membaca kondisi internal secara objektif. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah pemetaan berdasarkan delapan Standar Nasional Pendidikan.
“Para kepala sekolah belajar melakukan transformasi dengan mengacu pada delapan Standar Nasional Pendidikan. Athirah juga sudah menyusun instrumen dan alat ukur sehingga bisa diketahui bagian mana yang bermasalah. Setelah itu dianalisis, diperbaiki, dan dikontrol,” ujar Syamril.
Menurut Syamril, penerapan strategi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman selama workshop. Setiap sekolah perlu menyusun rencana tindak lanjut agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengelolaan sekolah.
“Semoga program ini tidak sekadar workshop, tetapi juga ada rencana tindak lanjut sehingga sekolah bisa menjadi lebih baik. Athirah siap mendampingi sekolah negeri menjadi lebih baik. Prinsipnya, maju bersama bangsa,” katanya.
Kepala SMP Negeri 30 Makassar, Hijriah, mengatakan materi workshop memberikan perspektif baru dalam menjalankan fungsi kepemimpinan sekaligus mengevaluasi kondisi sekolah secara lebih sistematis.
“Saya sangat senang dengan pelatihan pengembangan kompetensi sebagai kepala sekolah. Kami mendapatkan banyak pengetahuan bagaimana menjadi leader di era yang semakin berkembang, termasuk bagaimana mengevaluasi sekolah untuk melihat kekurangan dan menentukan langkah perbaikan ke depan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala SD Negeri Barombong, Hasbillah. Menurutnya, materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan kepala sekolah dalam mendorong perubahan di satuan pendidikan.
“Workshop ini sangat berguna bagi kami para kepala sekolah yang ingin melakukan transformasi dalam dunia pendidikan. Materi yang diberikan memberikan banyak manfaat untuk kemajuan masing-masing sekolah ke depan,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Sekolah Islam Athirah juga membuka ruang berbagi praktik dan kolaborasi dengan satuan pendidikan lain. Pendekatan berbasis evaluasi, target, dan pengukuran diharapkan membantu kepala sekolah menerjemahkan kebutuhan perubahan menjadi program yang lebih terarah sekaligus dapat dipantau hasilnya.
Workshop ini menekankan bahwa transformasi sekolah tidak cukup berhenti pada gagasan. Kepala sekolah perlu mampu mengidentifikasi persoalan, menetapkan target perbaikan, menjalankan program, serta mengukur hasilnya secara berkala.
Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, yang menjadi pemateri, mengatakan proses transformasi perlu diawali dengan kemampuan sekolah membaca kondisi internal secara objektif. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah pemetaan berdasarkan delapan Standar Nasional Pendidikan.
“Para kepala sekolah belajar melakukan transformasi dengan mengacu pada delapan Standar Nasional Pendidikan. Athirah juga sudah menyusun instrumen dan alat ukur sehingga bisa diketahui bagian mana yang bermasalah. Setelah itu dianalisis, diperbaiki, dan dikontrol,” ujar Syamril.
Menurut Syamril, penerapan strategi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemahaman selama workshop. Setiap sekolah perlu menyusun rencana tindak lanjut agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengelolaan sekolah.
“Semoga program ini tidak sekadar workshop, tetapi juga ada rencana tindak lanjut sehingga sekolah bisa menjadi lebih baik. Athirah siap mendampingi sekolah negeri menjadi lebih baik. Prinsipnya, maju bersama bangsa,” katanya.
Kepala SMP Negeri 30 Makassar, Hijriah, mengatakan materi workshop memberikan perspektif baru dalam menjalankan fungsi kepemimpinan sekaligus mengevaluasi kondisi sekolah secara lebih sistematis.
“Saya sangat senang dengan pelatihan pengembangan kompetensi sebagai kepala sekolah. Kami mendapatkan banyak pengetahuan bagaimana menjadi leader di era yang semakin berkembang, termasuk bagaimana mengevaluasi sekolah untuk melihat kekurangan dan menentukan langkah perbaikan ke depan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kepala SD Negeri Barombong, Hasbillah. Menurutnya, materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan kepala sekolah dalam mendorong perubahan di satuan pendidikan.
“Workshop ini sangat berguna bagi kami para kepala sekolah yang ingin melakukan transformasi dalam dunia pendidikan. Materi yang diberikan memberikan banyak manfaat untuk kemajuan masing-masing sekolah ke depan,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Sekolah Islam Athirah juga membuka ruang berbagi praktik dan kolaborasi dengan satuan pendidikan lain. Pendekatan berbasis evaluasi, target, dan pengukuran diharapkan membantu kepala sekolah menerjemahkan kebutuhan perubahan menjadi program yang lebih terarah sekaligus dapat dipantau hasilnya.
(TRI)
Berita Terkait
News
Linieritas Penting, tetapi Guru Bukan Garis Lurus
Karena itu, persoalannya bukan sesederhana: linier berarti baik, tidak linier berarti buruk. Linieritas adalah fondasi penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran profesionalitas.
Senin, 05 Okt 2026 21:49
News
ASC Vol. 5 Dibuka dengan Aksi Donor Darah, OSIS Athirah Gandeng PMI Sulsel
OSIS SMA Islam Athirah Makassar tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga antarpelajar, tetapi juga menggelar aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Selatan.
Selasa, 29 Sep 2026 13:58
Sulbar
Dukung Pendidikan, PLN Nyalakan Listrik Sekolah Rakyat di Mamuju
Sekolah Rakyat di Kabupaten Mamuju kini mendapat pasokan listrik berdaya 555 kVA dari PT PLN (Persero). Hal itu menjadi bukti nyata kepedulian PLN terhadap dunia pendidikan.
Jum'at, 25 Sep 2026 20:32
News
Purnabakti Kepala TK Islam Athirah 'Turun Gunung' Berbagi Ilmu kepada Guru Muda
Mantan Kepala TK Islam Athirah itu kembali berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk memperkuat kapasitas guru pendidikan anak usia dini di Sekolah Islam Athirah.
Senin, 21 Sep 2026 09:09
News
Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026
Dua tim penelitian SMP Islam Athirah Makassar berhasil memastikan langkah ke tingkat nasional dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) SMP 2026.
Minggu, 20 Sep 2026 14:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Daftar Pilrek UNM Hari Jumat, Dorongan dan Aspirasi Internal Alasan Prof Hasmyati Kembali Maju
2
Pelayanan Makin Berkualitas, Dua Terminal Pelindo Regional 4 Raih P-TEC 2026
3
Menkum Lantik Sejumlah Pejabat, Kakanwil Kemenkum Sulsel Bergeser ke Sultra
4
Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei
5
Warga Diminta Tak Terprovokasi, Kapolres Lutra Pimpin Penyisiran di TKP Penikaman Tana Lili
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Daftar Pilrek UNM Hari Jumat, Dorongan dan Aspirasi Internal Alasan Prof Hasmyati Kembali Maju
2
Pelayanan Makin Berkualitas, Dua Terminal Pelindo Regional 4 Raih P-TEC 2026
3
Menkum Lantik Sejumlah Pejabat, Kakanwil Kemenkum Sulsel Bergeser ke Sultra
4
Jelang HUT Kota Makassar, Perumda Terminal Siapkan Aplikasi Appilei
5
Warga Diminta Tak Terprovokasi, Kapolres Lutra Pimpin Penyisiran di TKP Penikaman Tana Lili