Warga Diminta Tak Terprovokasi, Kapolres Lutra Pimpin Penyisiran di TKP Penikaman Tana Lili
Selasa, 06 Okt 2026 16:58
Kapolres Luwu Utara AKBP Ario Putranto Tuhu Mangabdi memimpin langsung penyisiran di sekitar lokasi penikaman di Pantai Seta-Seta, Desa Poreang, Kecamatan Tana Lili, Senin (05/10/26) malam.
LUWU UTARA - Kapolres Luwu Utara AKBP Ario Putranto Tuhu Mangabdi memimpin langsung penyisiran di sekitar lokasi penikaman di Pantai Seta-Seta, Desa Poreang, Kecamatan Tana Lili, Senin (05/10/26) malam.
Langkah ini diambil pada hari kedua setelah insiden yang menewaskan seorang warga, untuk memastikan situasi tetap terkendali dan konflik tidak meluas.
Penyisiran melibatkan personel Brimob Batalyon D Pelopor dan berlangsung hingga Selasa (06/10/26) dini hari.
Selain menyisir, polisi mengimbau warga agar tidak berkerumun di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Luwu Utara juga mengamankan barang bukti berupa bangkai kendaraan yang dibakar massa saat kejadian berlangsung.
Di lokasi kejadian, AKBP Ario menemui camat dan kepala desa. Ia meminta aparat pemerintah wilayah membantu menyampaikan pesan kepada warga agar tidak mudah percaya pada kabar yang beredar.
"Tolong bantu kami agar disampaikan ke warga untuk tidak terpancing dengan isu yang bernada provokasi, apalagi provokasi melalui media sosial. Ditegaskan juga bahwa ini bukan konflik antardesa atau antarpemuda," ujar AKBP Ario.
Dari Desa Poreang, AKBP Ario didampingi Danyon D Pelopor dan pejabat utama Polres Luwu Utara melanjutkan penyisiran ke Desa Munte, Kecamatan Tana Lili.
Di sana, rombongan membubarkan kerumunan warga yang masih berkumpul di luar rumah hingga dini hari.
Saat bertemu sekelompok warga di pesisir Desa Munte, AKBP Ario menyampaikan imbauan secara langsung dengan pendekatan persuasif.
"Lagi nonton bola atau mancing. Kalau sudah tidak ada aktivitas, sudah boleh kembali ke rumah untuk istirahat ya, apalagi sudah tengah malam," ujarnya.
Situasi di Pantai Seta-Seta sempat memanas pada Minggu (4/10/2026) sore.
Ketegangan dipicu meninggalnya YR (27), warga Dusun Tanete, Desa Poreang, setelah ditikam kerabatnya sendiri, ER (31), warga Dusun Lengkong Tupao, Desa Munte.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perdebatan keduanya soal tanah warisan berujung cekcok hingga penganiayaan.
Dalam peristiwa yang sama, AR (33) turut menjadi korban penikaman dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pelaku telah diamankan di Mako Polres Luwu Utara untuk penyelidikan lebih lanjut.
Penegasan Kapolres Lutra bahwa peristiwa ini bukan konflik antardesa menjadi penting karena kedua korban dan terduga pelaku berasal dari desa yang bersebelahan. Polisi berharap warga menunggu proses hukum berjalan dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Langkah ini diambil pada hari kedua setelah insiden yang menewaskan seorang warga, untuk memastikan situasi tetap terkendali dan konflik tidak meluas.
Penyisiran melibatkan personel Brimob Batalyon D Pelopor dan berlangsung hingga Selasa (06/10/26) dini hari.
Selain menyisir, polisi mengimbau warga agar tidak berkerumun di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).
Unit Reaksi Cepat Satreskrim Polres Luwu Utara juga mengamankan barang bukti berupa bangkai kendaraan yang dibakar massa saat kejadian berlangsung.
Di lokasi kejadian, AKBP Ario menemui camat dan kepala desa. Ia meminta aparat pemerintah wilayah membantu menyampaikan pesan kepada warga agar tidak mudah percaya pada kabar yang beredar.
"Tolong bantu kami agar disampaikan ke warga untuk tidak terpancing dengan isu yang bernada provokasi, apalagi provokasi melalui media sosial. Ditegaskan juga bahwa ini bukan konflik antardesa atau antarpemuda," ujar AKBP Ario.
Dari Desa Poreang, AKBP Ario didampingi Danyon D Pelopor dan pejabat utama Polres Luwu Utara melanjutkan penyisiran ke Desa Munte, Kecamatan Tana Lili.
Di sana, rombongan membubarkan kerumunan warga yang masih berkumpul di luar rumah hingga dini hari.
Saat bertemu sekelompok warga di pesisir Desa Munte, AKBP Ario menyampaikan imbauan secara langsung dengan pendekatan persuasif.
"Lagi nonton bola atau mancing. Kalau sudah tidak ada aktivitas, sudah boleh kembali ke rumah untuk istirahat ya, apalagi sudah tengah malam," ujarnya.
Situasi di Pantai Seta-Seta sempat memanas pada Minggu (4/10/2026) sore.
Ketegangan dipicu meninggalnya YR (27), warga Dusun Tanete, Desa Poreang, setelah ditikam kerabatnya sendiri, ER (31), warga Dusun Lengkong Tupao, Desa Munte.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, perdebatan keduanya soal tanah warisan berujung cekcok hingga penganiayaan.
Dalam peristiwa yang sama, AR (33) turut menjadi korban penikaman dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Pelaku telah diamankan di Mako Polres Luwu Utara untuk penyelidikan lebih lanjut.
Penegasan Kapolres Lutra bahwa peristiwa ini bukan konflik antardesa menjadi penting karena kedua korban dan terduga pelaku berasal dari desa yang bersebelahan. Polisi berharap warga menunggu proses hukum berjalan dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Polisi Tangkap Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur, Korbannya 2 Orang
Tim Resmob Polres Luwu Utara berhasil mengamankan seorang pria berinisial MI (23) yang diduga melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.
Selasa, 11 Feb 2025 15:29
News
Pelaku Persetubuhan Anak Nyaris Dihakimi Massa di Luwu Utara
Unit Resmob Sat Reskrim Polres Luwu Utara kembali berhasil mengamankan seorang pria berinisial MDA (24) yang diduga terlibat dalam tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur.
Kamis, 15 Agu 2024 11:34
Sulsel
Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Masuk Fakultas Kedokteran Unhas Bayar Rp200 Juta
Unit Resmob Polres Luwu Utara Bersama Resmob Polda Sulsel berhasil menangkap seorang oknum pengacara berinisial AP (37) yang diduga terlibat dalam kasus penipuan. Penangkapan dilakukan di Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.
Rabu, 14 Agu 2024 14:20
Sulsel
Polisi Tangkap Suami Pelaku Kasus KDRT di Luwu Utara
Seorang ibu rumah tangga, RN di Luwu Utara melaporkan suaminya, SW karena adanya tindakan tidak terpuji yang dilakukan terhadap dirinya.
Rabu, 14 Agu 2024 11:27
Sulsel
Polisi Amankan Pelaku Penganiayaan dengan Sajam di Luwu Utara
Tim Satreskrim Polres Luwu Utara yang dipimpin oleh Kanit Resmob, Aipda Sadar Samsuri berhasil mengungkap dan menangkap pelaku tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam. Pelaku berinisial H (43) diamankan di Dusun Salulemo 1, Desa Salulemo, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara.
Kamis, 25 Jul 2024 10:41
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
3
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
4
Wali Kota Appi Kedepankan Etik Politik, Mundur dari Golkar Secara Baik-baik
5
85 Siswa dan 3 Guru SMAN 4 Lutim Diduga Keracunan Usai Bazar Kelas
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pemkot Gelar Nobar Timnas di Balai Kota, Dispora Sulap Lapangan Parkir Jadi Stadion Mini
2
Pengurus PAN Sulsel Bakal Dilantik, Ketum Zulkifli Hasan Dijadwalkan Hadir
3
DPRD Gowa Serahkan Surat Usulan Pemberhentian Husniah ke Mendagri
4
Wali Kota Appi Kedepankan Etik Politik, Mundur dari Golkar Secara Baik-baik
5
85 Siswa dan 3 Guru SMAN 4 Lutim Diduga Keracunan Usai Bazar Kelas