Purnabakti Kepala TK Islam Athirah 'Turun Gunung' Berbagi Ilmu kepada Guru Muda

Senin, 21 Sep 2026 09:09
Purnabakti Kepala TK Islam Athirah 'Turun Gunung' Berbagi Ilmu kepada Guru Muda
Mantan Kepala TK Islam Athirah, Muthmainnah, berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk memperkuat kapasitas guru pendidikan anak usia dini di Sekolah Islam Athirah. Foto/IST
Comment
Share
MAKASSAR - Purnabakti bukan menjadi akhir pengabdian bagi Muthmainnah. Mantan Kepala TK Islam Athirah itu kembali berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk memperkuat kapasitas guru pendidikan anak usia dini di Sekolah Islam Athirah.

Muthmainnah hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Musyawarah Guru Taman Kanak-Kanak (MGTK) Baby House (BBH) – TK Islam Athirah Makassar dan TK Islam Athirah Bukit Baruga, Sabtu, 19 September 2026.

Kegiatan yang mengangkat tema “Konsep Dasar dan Filosofi Pembelajaran Sentra” tersebut berlangsung di Ruang Pelatihan Sekolah Islam Athirah, Jalan Kajaolalido Nomor 22, Makassar.

Kegiatan diikuti guru BBH – TK Islam Athirah Makassar, TK Islam Athirah Bukit Baruga, dan TK Islam Athirah Racing Center. MGTK menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan sebagai upaya Sekolah Islam Athirah menjaga mutu pembelajaran anak usia dini.

Dalam pemaparannya, Muthmainnah yang akrab disapa Bunda Iin mengulas filosofi pembelajaran sentra sebagai pendekatan yang menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran. Ia menjelaskan konsep tersebut secara sistematis dengan mengaitkannya pada praktik pembelajaran di kelas.

“Sentra bukan sekadar sudut bermain, melainkan sebuah ekosistem belajar yang dirancang untuk membangun fondasi otak anak secara holistik melalui keseimbangan antara stimulasi sensorimotorik, imajinasi peran, dan logika pembangunan karya,” terang Iin.

Materi kemudian berlanjut pada konsep dasar pembelajaran sentra, termasuk pembahasan mengenai enam sentra dan penerapannya di dalam kelas. Menurutnya, setiap sentra memiliki peran dalam mendukung perkembangan anak melalui pengalaman bermain yang bermakna, terarah, dan sesuai dengan tahapan perkembangan.

Tak hanya menyampaikan teori, Bunda Iin juga mengajak para guru melihat kembali bagaimana konsep pembelajaran sentra dapat diterapkan secara nyata dalam proses belajar sehari-hari.

“Harapan saya, pelatihan ini tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi dapat diwujudkan dalam praktik nyata di ruang kelas,” katanya.

Ia juga berpesan agar guru memiliki keterampilan dalam mendampingi setiap anak serta memberikan kesempatan belajar yang setara sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing.

“Semoga para guru semakin mampu mendampingi anak dengan hati, menghadirkan pembelajaran dengan cinta, dan memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk tumbuh sesuai potensinya,” imbuhnya.

Kehadiran Bunda Iin sebagai narasumber memberi nilai tambah bagi kegiatan MGTK. Pengalaman panjangnya di bidang pendidikan anak usia dini menjadi salah satu rujukan bagi para guru yang mengikuti pelatihan.

Muthmainnah pernah memimpin TK Islam Athirah selama tujuh tahun. Pada masa tersebut, ia turut membangun fondasi penerapan pembelajaran sentra di sekolah. Selain itu, selama berkiprah di Sekolah Islam Athirah, ia pernah dipercaya memimpin sejumlah departemen, di antaranya Departemen Penelitian dan Pengembangan (Litbang) serta Departemen Hubungan Masyarakat.

Ia juga turut merintis pengembangan pendidikan inklusi di Sekolah Islam Athirah. Setelah purnatugas, pengalaman profesionalnya berlanjut ketika dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Wisma di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Astana, Kazakhstan.

Kembalinya Muthmainnah dalam forum MGTK Athirah menjadi ruang untuk meneruskan pengalaman dan pengetahuan yang telah diperolehnya kepada generasi guru berikutnya. Semangat tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian di bidang pendidikan dapat terus berlanjut meski masa tugas formal telah berakhir.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru