El Nino Tekan Produksi PLTA, PLN Perkuat Pasokan Listrik Sulbagsel

Kamis, 05 Nov 2026 16:59
El Nino Tekan Produksi PLTA, PLN Perkuat Pasokan Listrik Sulbagsel
Tampak udara fasilitas PLTU Jeneponto yang menjadi bagian dari infrastruktur pembangkit dalam mendukung pasokan listrik Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Penurunan kemampuan pasok PLTA Poso hingga 315 megawatt (MW) menambah tekanan terhadap sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik, PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sekaligus mengoptimalkan pembangkit yang telah beroperasi.

Berdasarkan kondisi sistem per 5 November 2026, daya mampu pasok PLTA Poso tercatat hanya 200 MW, jauh di bawah kondisi normal sebesar 515 MW. Penurunan ini dipengaruhi terbatasnya ketersediaan air di wilayah tangkapan Danau Poso, Sulawesi Tengah, akibat fenomena El Nino.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi sistem Sulbagsel mengingat PLTA menyumbang lebih dari 30 persen pasokan listrik. Karena itu, PLN mengandalkan optimalisasi pembangkit lain, terutama PLTU, untuk menopang kebutuhan listrik di tengah berkurangnya produksi pembangkit hidro.

Sejumlah pembangkit mulai menunjukkan peningkatan kemampuan pasok. PLTU Jeneponto dan PLTU Barru telah kembali beroperasi dan berkontribusi memperkuat pasokan listrik. Sementara itu, PLTU Moramo dan PLTU Palu 3 masih menjalani proses pemulihan serta penyelesaian pekerjaan teknis sebelum kembali masuk ke sistem.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Didik Wicaksono, mengatakan percepatan pemulihan pembangkit menjadi salah satu prioritas PLN untuk menjaga keandalan pasokan di tengah penurunan produksi PLTA.

“Di tengah kondisi menurunnya kemampuan pasok pembangkit hidro akibat keterbatasan air, PLN terus mengupayakan penguatan pasokan melalui percepatan pemulihan dan optimalisasi pembangkit lainnya, khususnya PLTU. Sejumlah unit telah kembali beroperasi, sementara beberapa unit lainnya masih dalam proses penyelesaian pekerjaan agar dapat kembali mendukung sistem kelistrikan Sulbagsel,” ujar Didik.

Ia menegaskan, setiap tahapan pemulihan pembangkit dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, keandalan, dan kesiapan unit sebelum kembali dioperasikan. PLN juga berkoordinasi dengan pengelola pembangkit serta para pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Selain mengandalkan pembangkit termal, PLN terus memantau kondisi hidrologi Danau Poso. Upaya peningkatan potensi curah hujan melalui Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) juga telah berlangsung sejak 21 Oktober 2026 bersama para pemangku kepentingan. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menambah ketersediaan air di wilayah tangkapan danau sehingga kemampuan produksi PLTA berangsur pulih.

Di sisi lain, pengelolaan sistem dan pengaturan beban terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasokan serta kebutuhan listrik. Didik mengakui kondisi kelistrikan saat ini masih menjadi perhatian dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pelanggan.

“Kami memahami kondisi pasokan listrik saat ini masih menjadi perhatian dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan. PLN terus bekerja dan mengupayakan berbagai langkah pemulihan, baik melalui percepatan perbaikan pembangkit maupun optimalisasi sumber daya yang tersedia,” tambahnya.

PLN mengimbau masyarakat menggunakan listrik secara bijak dan efisien selama proses pemulihan berlangsung. Melalui percepatan perbaikan pembangkit, optimalisasi sumber daya, dan koordinasi lintas pihak, PLN berupaya memulihkan kemampuan pasok serta menjaga keandalan sistem kelistrikan Sulbagsel secara bertahap.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru