Pendaftaran Dibuka 12 Oktober, Sekolah Islam Athirah Siapkan 1.188 Kursi Siswa Baru

Jum'at, 09 Okt 2026 19:19
Pendaftaran Dibuka 12 Oktober, Sekolah Islam Athirah Siapkan 1.188 Kursi Siswa Baru
Direktur Sekolah Islam Athirah Syamril beserta jajaran dalam konferensi pers penerimaan siswa baru di Auditorium Sekolah Islam Athirah Kajaolalido, Makassar, Jumat (9/10/2026). Foto/Tri Yari Kurniawan
Comment
Share
MAKASSAR - Sekolah Islam Athirah menyiapkan 1.188 kursi bagi calon siswa baru tahun ajaran 2027/2028. Pendaftaran dibuka mulai 12 Oktober hingga 31 Desember 2026 melalui program early bird, dengan potongan biaya pendidikan hingga Rp4 juta bagi 423 pendaftar pertama.

Selain potongan biaya tersebut, sekolah yang beroperasi di Makassar dan Bone, Sulawesi Selatan, ini menawarkan keringanan khusus bagi anak alumni serta siswa yang melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya di lingkungan Sekolah Islam Athirah.

Sekolah juga menyediakan beasiswa prestasi yang dapat mencakup pembebasan uang pangkal dan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), sesuai persyaratan yang berlaku. Kesempatan beasiswa turut dibuka bagi calon siswa yang mampu menghafal 30 juz Al-Qur’an.

Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, mengatakan penerimaan siswa baru tidak hanya menjadi proses menjaring peserta didik, tetapi juga bagian dari komitmen sekolah dalam memberikan pendidikan yang terarah sejak awal masa belajar.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program jaminan mutu pendidikan yang menetapkan target capaian siswa berdasarkan jenjang pendidikan. Aspek yang dikembangkan meliputi kemampuan akademik, membaca Al-Qur’an, pembentukan adab dan karakter, penguasaan bahasa, hingga keterampilan digital.

“Sejak awal masuk, siswa dan orang tua memiliki komitmen terhadap capaian pendidikan, mulai dari kemandirian dan kemampuan membaca Al-Qur’an hingga pembentukan karakter unggul, Islami, nasional, dan berwawasan global,” ujar Syamril dalam konferensi pers penerimaan siswa baru di Auditorium Sekolah Islam Athirah Kajaolalido, Makassar, Jumat (9/10/2026).

Konfrensi pers juga dihadiri Kepala LPMP Yauri M. Idrus, Kepala Departemen Kurikulum Saharuddin, Wakil Direktur Bukit Baruga Mas Aman Uppi, Kepala Departemen Hubungan Masyarakat Ibnu Hajar, serta Kepala SD Islam Athirah Bukit Baruga Taswil Mardi.

Menurut Syamril, konsep pendidikan tersebut dirancang untuk menyeimbangkan kecakapan akademik dengan nilai keagamaan, kebangsaan, dan kemampuan menghadapi perkembangan dunia. Sekolah tidak hanya mendorong prestasi belajar, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap tanah air serta membekali siswa agar mampu beradaptasi dengan perubahan.

Pendidikan lingkungan turut menjadi bagian dari pembelajaran. Siswa dibiasakan memilah sampah sejak dini, sementara sekolah mengembangkan pengelolaan sampah organik secara mandiri untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Perkuat Kualitas Pembelajaran dan Tenaga Pendidik
Untuk mendukung proses belajar, Sekolah Islam Athirah memiliki 735 guru dan karyawan yang melayani sekitar 4.000 siswa. Pengembangan kualitas sumber daya manusia dilakukan melalui proses seleksi, penyusunan rencana pembelajaran individu, serta evaluasi kinerja dan kompetensi secara berkala.

Sekolah juga menyediakan fasilitas pembelajaran untuk menunjang pengembangan minat dan bakat peserta didik. Dukungan tersebut diharapkan membantu siswa mengoptimalkan potensi masing-masing, baik dalam bidang akademik maupun kegiatan lainnya.

Berbagai prestasi yang diraih siswa menjadi salah satu indikator dari upaya sekolah dalam mengembangkan kemampuan peserta didik. Meski demikian, proses pembelajaran tetap diarahkan untuk membentuk pribadi yang mandiri, berkarakter, dan mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Layani Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus
Di bidang pendidikan inklusif, Sekolah Islam Athirah telah memberikan layanan bagi anak berkebutuhan khusus selama lebih dari satu dekade. Setiap tahun, sekolah menerima sekitar 60 hingga 70 siswa dengan tingkat dan kategori kebutuhan yang beragam.

Sebelum mengikuti pembelajaran, calon siswa menjalani asesmen awal untuk mengidentifikasi kebutuhan serta menentukan bentuk dukungan pendidikan yang sesuai. Langkah ini dilakukan agar proses belajar dapat disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing anak.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menyediakan kesempatan belajar yang lebih inklusif, sekaligus memastikan peserta didik memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya.

Pendaftaran siswa baru tahun ajaran 2027/2028 dapat dilakukan secara daring melalui situs resmi Sekolah Islam Athirah. Sistem pendaftaran digital ini memudahkan calon siswa dan orang tua mengakses proses penerimaan tanpa perlu menggunakan formulir kertas.

Ke depan, Yayasan Sekolah Islam Athirah berharap dapat memperluas jangkauan layanan pendidikan ke wilayah lain di luar Makassar dan Bone.

“Harapannya, ke depan Sekolah Islam Athirah dapat hadir di wilayah lain agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap layanan pendidikan yang kami kembangkan,” kata Syamril.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru