Daftar Pilrek UNM Hari Jumat, Dorongan dan Aspirasi Internal Alasan Prof Hasmyati Kembali Maju

Selasa, 06 Okt 2026 08:35
Daftar Pilrek UNM Hari Jumat, Dorongan dan Aspirasi Internal Alasan Prof Hasmyati Kembali Maju
Prof Hasmyati menyatakan kesiapannya untuk kembali maju dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode mendatang. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Prof Hasmyati menyatakan kesiapannya untuk kembali maju dalam Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode mendatang.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan panggilan nurani sebagai alumni dan dosen yang telah mengabdi sekitar 30 tahun di UNM, mulai dari tingkat struktural paling bawah hingga kembali mengikuti kontestasi kepemimpinan Pilrek UNM. Termasuk aspirasi yang cukup kuat dari berbagai unsur internal UNM yang selama ini terus menjalin komunikasi.

“Setelah mempertimbangkan berbagai masukan dan dorongan dari internal kampus, saya menyatakan siap untuk maju dalam Pilrek UNM. Dorongan dari teman-teman, kolega, dan keluarga besar UNM menjadi salah satu pertimbangan penting bagi saya,” ujar Prof Hasmyati.

Menurutnya, keputusan untuk maju bukan semata-mata karena keinginan pribadi, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi almamater.

Prof Hasmyati menyadari bahwa Pilrek merupakan proses penting dalam perjalanan sebuah perguruan tinggi. Karena itu, ia ingin menjadikan seluruh proses tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan membangun suasana akademik yang sehat di lingkungan UNM.

Diketahui Prof Hasmyati diagendakan melakukan prosesi pendaftaran di Panitia Pilrek UNM pada Jumat, (09/10/2026) pada hari terakhir pendaftaran. Langkah ini dilakukan setelah melakukan rapat dengan tim untuk persiapan kontestasi.

Selain itu, guru besar si Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan ini juga menyampaikan bahwa hubungan baik dengan berbagai unsur di lingkungan UNM tetap terjaga, termasuk dengan para anggota Senat yang sebelumnya memberikan dukungan kepadanya dalam proses Pilrek periode sebelumnya.

Pengalaman mengikuti kontestasi Pilrek sebelumnya, menurutnya, justru memberikan pelajaran penting mengenai arti menjaga silaturahmi, membangun komunikasi, dan menghargai setiap proses yang berlangsung di lingkungan akademik.

“Silaturahmi tetap kita jaga. Pengalaman pada Pilrek sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan saya. Saya bersyukur sampai hari ini hubungan baik dengan teman-teman dan keluarga besar UNM tetap terjalin,” katanya.

Ia menegaskan, dukungan yang pernah diberikan oleh anggota Senat pada proses Pilrek sebelumnya menjadi bagian dari sejarah perjalanan dirinya di UNM. Namun, untuk Pilrek kali ini, ia memilih membangun komunikasi secara terbuka dan menghormati seluruh mekanisme yang telah ditetapkan universitas.

“Bagi saya, dukungan itu adalah amanah dan bentuk kepercayaan. Yang paling penting sekarang adalah bagaimana kita menjaga hubungan baik dan bersama-sama menjaga UNM,” ujarnya.

Prof Hasmyati menegaskan bahwa salah satu alasan utama dirinya bersedia maju adalah keinginan untuk ikut menjaga berbagai capaian yang telah diraih UNM sekaligus mendorong peningkatan kualitas universitas.

Menurutnya, apa yang telah dicapai UNM selama ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh sivitas akademika. Karena itu, capaian tersebut harus dipertahankan dan dikembangkan, bukan dimulai kembali dari nol.

“Kita memiliki banyak capaian yang sudah dibangun bersama. Itu harus kita jaga, kita pertahankan, dan kalau masih ada yang perlu ditingkatkan, tentu kita tingkatkan bersama,” katanya.

Selain capaian akademik dan kelembagaan, Prof Hasmyati menilai marwah UNM sebagai institusi pendidikan tinggi juga harus menjadi perhatian utama.

Ia berharap proses Pilrek tidak menimbulkan polarisasi yang dapat mengganggu suasana akademik dan hubungan antarsivitas akademika.

“UNM adalah rumah kita bersama. Karena itu, apa pun prosesnya, marwah universitas harus kita jaga. Jangan sampai perbedaan pilihan membuat kita kehilangan kebersamaan,” tegasnya.

Prof Hasmyati juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen universitas. Menurutnya, seorang rektor tidak dapat bekerja sendiri. Kemajuan UNM membutuhkan kolaborasi antara pimpinan, guru besar, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta seluruh mitra universitas.

“Kalau kita ingin UNM semakin maju, maka kekuatan utamanya adalah kebersamaan. Kita harus saling menghargai, membuka ruang komunikasi, dan bekerja bersama untuk kepentingan universitas,” jelasnya.

Dengan menyatakan kesiapannya maju dalam Pilrek UNM, Prof Hasmyati berharap proses pemilihan dapat berlangsung secara sehat, demokratis, dan bermartabat.

Ia pun mengajak seluruh sivitas akademika menjaga suasana kampus agar tetap kondusif selama seluruh tahapan Pilrek berlangsung.

“Saya maju dengan niat untuk mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi UNM. Mari kita jalani proses ini dengan baik, tetap menjaga silaturahmi, menjaga persaudaraan, dan yang paling utama menjaga marwah serta masa depan UNM,” pungkas Prof Hasmyati.

Tahapan Pilrek UNM tahun ini sudah berjalan bahkan empat kandidat sudah mendaftar di panitia, diagendakan pada 21 September hingga 9 Oktober nanti proses pendaftaran bakal calon rektor, sebelum melangkah pada tahap penyaringan.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru