Di Tengah Kemarau, Ribuan Peserta Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Gelar Salat Istisqa

Rabu, 02 Sep 2026 20:47
Di Tengah Kemarau, Ribuan Peserta Kemah Pramuka Madrasah Sulsel Gelar Salat Istisqa
Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid, memaparkan rangkaian kegiatan pada acara KPMP Sulsel 2026 di Bumi Perkemahan Cadika, Limbung, Kabupaten Gowa. Foto/Istimewa
Comment
Share
GOWA - Perkemahan Pramuka Madrasah Provinsi (KPMP) Sulawesi Selatan 2026 tak hanya diisi dengan kegiatan kepramukaan. Di tengah kondisi kemarau yang masih melanda sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, aspek keagamaan turut mendapat perhatian dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah salat istisqa, yakni salat sunah yang dilaksanakan untuk memohon turunnya hujan. Seluruh peserta KPMP 2026 akan diarahkan mengikuti salat istisqa sebagai bagian dari penguatan nilai spiritual selama mengikuti perkemahan.

Hal tersebut disampaikan dalam rangkaian pembukaan KPMP 2026 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cadika, Limbung, Kabupaten Gowa, Rabu (2/9/2026). Kegiatan perkemahan dijadwalkan berlangsung hingga 5 September 2026 dan diikuti peserta dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

“Di sini saya sampaikan bahwa kegiatan keberagamaan kita juga harus ditonjolkan. Penting, pagi besok atau lusa itu dilaksanakan salat istisqa untuk meminta hujan,” ujar Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Ali Yafid.

Ia mengatakan, pelaksanaan salat istisqa tersebut juga berkaitan dengan kondisi cuaca dan prediksi musim hujan di Sulawesi Selatan. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diterimanya, hujan diperkirakan baru mulai turun secara lebih signifikan pada akhir Oktober.

Selain salat istisqa, penguatan aktivitas keagamaan dalam KPMP 2026 juga diwujudkan melalui salat Magrib dan Subuh berjamaah, kajian keagamaan, serta berbagai perlombaan bernuansa religi seperti lomba azan.

KPMP 2026 sendiri merupakan pertemuan besar Pramuka Penggalang dan Penegak di lingkungan madrasah se-Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter peserta agar mandiri, tangguh, memiliki semangat kebangsaan, sekaligus memiliki nilai moral dan spiritual yang kuat.

Dari sisi kepramukaan, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang mencakup keterampilan abad ke-21, literasi digital, kepemimpinan, kepedulian lingkungan, kegiatan sosial, serta penguatan moderasi beragama.

Berdasarkan laporan panitia, hampir 3.000 anggota Pramuka telah hadir dalam kegiatan tersebut dengan 300 kavling tenda yang disiapkan dan seluruhnya terisi. Jika ditambah pembina dan pendamping, jumlah orang yang berada di lokasi perkemahan mencapai hampir 5.000 orang.

Seluruh 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan juga ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kehadiran kontingen dari seluruh daerah diharapkan menjadi ruang bagi peserta untuk mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan membangun semangat kebersamaan.

Ali Yafid menegaskan, perkemahan bukan sekadar kegiatan mendirikan tenda dan mengikuti perlombaan. Menurutnya, KPMP menjadi bagian dari pembinaan generasi muda madrasah agar memiliki karakter kuat, mandiri, beriman, serta peduli terhadap lingkungan dan bangsa.

Melalui perpaduan kegiatan kepramukaan dan keagamaan, KPMP 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan peserta yang terampil dan tangguh, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta kesadaran spiritual. Nah, agenda salat istisqa menjadi salah satu ikhtiar peserta untuk memohon turunnya hujan sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru