Gerindra Sulsel Tingkatkan Kapasitas 115 Legislatornya Bahas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah

Rabu, 02 Sep 2026 16:22
Gerindra Sulsel Tingkatkan Kapasitas 115 Legislatornya Bahas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
Gerindra Sulsel menggelar Bimtek Peningkatan Kapasitas Anggota DPRD Dalam Pengelolaan Keuangan Daerah dan Aset Daerah di Makassar pada Rabu (02/09/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan mulai memperkuat konsolidasi internal menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.

Sekretaris DPD Gerindra Sulsel Darmawangsyah Muin meminta seluruh kader, khususnya anggota DPRD, tetap bergerak dan menjaga daya juang di tengah berbagai keterbatasan.

Pesan tersebut disampaikan Darmawangsyah Muin dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) dan peningkatan kapasitas kader DPD Gerindra Sulsel bertajuk "Peningkatan Kapasitas Anggota DPRD Dalam Pengelolaan Keuangan Daerah dan Aset Daerah" yang berlangsung di Hotel Arthama Makassar, Rabu (02/09/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan 116 anggota DPRD dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Sulsel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 115 anggota DPRD Gerindra hadir dalam kegiatan.

Darmawangsyah menilai tingginya tingkat kehadiran menunjukkan soliditas sekaligus loyalitas kader Gerindra di Sulawesi Selatan.

“Pesan saya, tetap semangat dan tetap bekerja di tingkat bawah. Jangan pernah berhenti bergerak,” kata Darmawangsyah.

Menurutnya, konsolidasi tersebut menjadi penting karena Gerindra Sulsel menargetkan kemenangan pada Pemilu 2029.

Ia menyebut 116 anggota DPRD Gerindra di Sulsel sebagai kekuatan politik yang besar jika mampu dikonsolidasikan dan digerakkan secara bersama.

“Kita ingin mewujudkan target-target politik partai, khususnya di Sulawesi Selatan, dan memenangkan Partai Gerindra pada Pemilu 2029,” ujarnya.

Darmawangsyah mengingatkan para anggota DPRD agar tidak menjadikan jabatan semata-mata sebagai persoalan kehormatan, posisi, maupun pendapatan.

Menurut dia, setiap kader yang mendapat amanah sebagai anggota DPRD maupun bagian dari pemerintahan harus menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat sekaligus penyambung perjuangan Partai Gerindra.

“Kita hadir untuk melayani masyarakat. Kita juga menjadi corong dan penyambung suara perjuangan Bapak Prabowo Subianto, sekaligus menjadi bagian dari perjuangan besar Partai Gerindra,” katanya.

Ia menegaskan kondisi politik dan pemerintahan yang berubah tidak boleh membuat kader kehilangan semangat.

Darmawangsyah juga mengakui anggota DPRD saat ini menghadapi tantangan berbeda dibanding periode sebelumnya, termasuk kondisi keuangan daerah, efisiensi anggaran, hingga meningkatnya biaya politik dan mobilitas.

Namun, menurut dia, keterbatasan tersebut tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Jangan sampai kondisi tersebut mengurangi daya juang dan kualitas pelayanan kepada masyarakat yang mereka wakili,” tegasnya.

Ia bahkan menekankan bahwa loyalitas terhadap partai menjadi bagian penting dari perjuangannya.

“Panggilan partai saya adalah segala-galanya bagi saya,” ujar Darmawangsyah.

Darmawangsyah menjelaskan Bimtek tidak hanya bertujuan memberikan materi teknis kepada anggota DPRD.

Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperdalam tugas, fungsi, kewenangan, pengawasan, pengelolaan keuangan dan aset daerah, serta pengelolaan media sosial.

DPD Gerindra Sulsel juga ingin memperkuat disiplin kader dalam menjalankan tugas sebagai anggota DPRD sekaligus sebagai bagian dari struktur partai.

“Kami ingin memberikan pendalaman dan penajaman lebih jauh. Salah satu tujuan utama kegiatan ini agar mereka juga terikat dengan disiplin partai,” jelasnya.

Selain meningkatkan kapasitas, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kondisi kader di daerah masing-masing.

Darmawangsyah ingin seluruh anggota DPRD Gerindra bergerak lebih masif di tengah masyarakat dan memperkuat komunikasi dengan konstituen.

Darmawangsyah meminta kader Gerindra tidak menunggu kepastian sistem Pemilu 2029 untuk mulai bergerak.

Ia mengatakan pembahasan terkait perubahan undang-undang kepemiluan masih berlangsung. Karena itu, kader harus mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan.

“Jangan mendahului keadaan. Kita harus mempersiapkan diri terhadap semua kemungkinan,” katanya.

Ia menilai kader yang ingin meningkatkan jenjang politik juga harus melakukan persiapan sejak dini.

“Namanya politik, tentu harus dipersiapkan sedini mungkin. Apalagi bagi mereka yang ingin naik kelas, tentu harus mempersiapkan diri lebih awal,” ujarnya.

Menurut Darmawangsyah, kemenangan Gerindra dan posisi Prabowo Subianto sebagai Presiden justru meningkatkan tanggung jawab kader di tengah masyarakat.

“Semakin kita menjadi partai yang saat ini memiliki pimpinan tertinggi di negara Republik Indonesia, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka tidak salah memilih Partai Gerindra,” katanya.

Ia meminta kader membuktikan bahwa Gerindra mampu bekerja, melayani masyarakat, menjaga integritas, dan membawa perubahan.
(UMI)
Berita Terkait
Berita Terbaru