Maknai Kemerdekaan, Sekolah Islam Athirah Tekankan Pentingnya Pendidikan yang Berkeadilan

Senin, 17 Agu 2026 10:42
Maknai Kemerdekaan, Sekolah Islam Athirah Tekankan Pentingnya Pendidikan yang Berkeadilan
Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Sekolah Islam Athirah tidak sekadar menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Sekolah Islam Athirah tidak sekadar menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan. Upacara yang digelar Senin (17/8/2026) itu juga menjadi ruang refleksi tentang makna kemerdekaan, termasuk pentingnya memastikan seluruh masyarakat memperoleh pendidikan yang layak dan berkeadilan.

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti guru, karyawan, perwakilan siswa, serta orang tua siswa. Nuansa merah putih yang dikenakan peserta turut menghidupkan semangat peringatan kemerdekaan.

Dalam amanatnya, Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Kajaolalido, Patris Hasanuddin, mengatakan kemerdekaan Indonesia merupakan anugerah yang patut disyukuri sekaligus dijaga.

"Hari ini di Sekolah Islam Athirah kita merayakan kemerdekaan negara tercinta kita Indonesia. Kemerdekaan adalah satu anugerah yang patut kita syukuri dari Allah SWT," kata Patris.

Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya dirayakan, tetapi perlu diisi dengan upaya menjaga kedaulatan bangsa. Ia menyebut cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur merupakan warisan luhur yang harus terus diperjuangkan.

"Cita-cita luhur itu hanya bisa diwujudkan ketika Indonesia berdaulat, baik secara internal maupun eksternal tanpa campur tangan bangsa lain," ujarnya.

Patris kemudian menyoroti aspek keadilan dalam pendidikan. Ia menilai kemerdekaan harus memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang layak.

"Ketika keadilan dikaitkan dengan pendidikan, maka seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke harus merasakan pendidikan yang layak tanpa terkecuali," tuturnya.

Ia juga mengingatkan para siswa bahwa mereka merupakan generasi yang akan melanjutkan kepemimpinan bangsa. Karena itu, siswa didorong untuk memanfaatkan kesempatan belajar dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

"Anak-anakku semua adalah pemegang tongkat estafet kepemimpinan ke depannya. Kami berharap agar bisa belajar dengan baik, menyiapkan diri menghadapi tantangan zaman yang semakin berat," katanya.

Patris menekankan bahwa kesiapan generasi muda tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Menurutnya, siswa juga perlu membangun kemampuan dan karakter agar mampu menghadapi perubahan serta berbagai tantangan di masa depan.

Ia menambahkan, makna kemerdekaan pada akhirnya harus dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya dalam perayaan seremonial.

"Kemerdekaan sejati adalah ketika seluruh rakyat Indonesia merasa aman di negerinya, merasa dihargai di negerinya dan merasa sejahtera di tanah airnya sendiri," pungkasnya.

Peringatan HUT ke-81 RI di Sekolah Islam Athirah pun menjadi momentum untuk meneguhkan semangat kebangsaan sekaligus merefleksikan peran pendidikan dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru