Kepsek SMPN 1 Sinoa Bantaeng Laporkan Dugaan Penganiayaan
Kamis, 01 Okt 2026 16:08
Kepala SMP Negeri 1 Sinoa, Desa Bonto Karaeng, Kecamatan Sinoa, Muslimin saat berada di Polres Bantaeng. Foto: SINDO Makassar/Bahar Karibo
BANTAENG - Kepala SMP Negeri 1 Sinoa, Desa Bonto Karaeng, Kecamatan Sinoa, Muslimin melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialaminya ke Polres Bantaeng, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penamparan yang dialami Muslimin di lingkungan sekolah. Kepada penyidik, Muslimin menceritakan peristiwa tersebut bermula saat dirinya berada di ruang guru bersama sejumlah guru.
Saat itu, seorang pemuda datang dan mengaku sebagai pelaksana atau kontraktor revitalisasi gedung SMP Negeri 1 Sinoa. Pemuda tersebut menyampaikan kedatangannya untuk melakukan Mutual Check Nol (MC 0).
Muslimin kemudian menjelaskan bahwa pihak sekolah bersama masyarakat Desa Bonto Karaeng telah membentuk panitia pembangunan revitalisasi sejak dua bulan sebelumnya. Pembentukan panitia tersebut dilakukan berdasarkan petunjuk Kementerian Pendidikan.
Namun, hingga saat ini pihak sekolah belum mendapat kepastian terkait rencana revitalisasi gedung tersebut. Muslimin mengaku belum mengetahui bagian gedung yang akan direvitalisasi maupun informasi dari konsultan atau pengawas.
“Jangankan anggaran, gedung yang mana saja mau direvitalisasi kami tidak tau, karena belum ada pemberitahuan dari konsultan maupun pengawas,” kata Muslimin, Kamis (1/10/2026).
Muslimin mengatakan pemuda tersebut kemudian mengaku mendapat perintah dari seseorang di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bantaeng. Namun, pemuda itu tidak menyebutkan identitas orang yang dimaksud.
“Kami sudah jelaskan semuanya, terkait revitalisasi tersebut,” kata Muslimin.
Menurut Muslimin, pemuda tersebut sempat meninggalkan ruangan setelah mendapat penjelasan. Beberapa menit kemudian, ia kembali dan mengatakan ada seseorang yang disebut sebagai “paceku” berada di luar.
Muslimin kemudian meminta orang tersebut dipanggil masuk ke ruangannya. Saat bertemu, Muslimin mengaku hendak berjabat tangan, tetapi tangannya ditepis.
“Saya ulurakan tangan saya tapi ditepis,” katanya.
Muslimin mengatakan, pemuda tersebut kemudian menampar bagian kanan wajahnya sambil berbicara menggunakan bahasa daerah. Ia mengaku mundur setelah mendapat serangan tersebut.
“Saya bilang ada apa ini kenapa langsung memukul,” katanya.
Muslimin kemudian berteriak meminta pertolongan. Ia mengaku tidak melakukan perlawanan karena khawatir situasi semakin memburuk, terlebih proses belajar mengajar masih berlangsung.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi jika saya melawan, karena jumlah mereka banyak,” katanya.
PGRI Minta Polisi Usut
Ketua PGRI Cabang Bantaeng Syamsu Samad menyayangkan dugaan kekerasan yang dialami Muslimin. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut laporan tersebut.
“PGRI mendesak agar APH bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan terhadap Guru,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bantaeng Ermawati membantah pihaknya pernah memerintahkan kontraktor menemui sekolah terkait program revitalisasi.
Menurut Ermawati, sekolah yang akan mendapatkan anggaran revitalisasi hingga kini belum mengikuti bimbingan teknis sesuai petunjuk Kementerian Pendidikan.
“Tidak pernah dinas menyuruh kontraktor pak, karena hingga saat ini, sekolah yang akan mendapatkan anggaran revitalisasi belum mengikuti bimtek, sesuai petunjuk Kementerian,” katanya.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penamparan yang dialami Muslimin di lingkungan sekolah. Kepada penyidik, Muslimin menceritakan peristiwa tersebut bermula saat dirinya berada di ruang guru bersama sejumlah guru.
Saat itu, seorang pemuda datang dan mengaku sebagai pelaksana atau kontraktor revitalisasi gedung SMP Negeri 1 Sinoa. Pemuda tersebut menyampaikan kedatangannya untuk melakukan Mutual Check Nol (MC 0).
Muslimin kemudian menjelaskan bahwa pihak sekolah bersama masyarakat Desa Bonto Karaeng telah membentuk panitia pembangunan revitalisasi sejak dua bulan sebelumnya. Pembentukan panitia tersebut dilakukan berdasarkan petunjuk Kementerian Pendidikan.
Namun, hingga saat ini pihak sekolah belum mendapat kepastian terkait rencana revitalisasi gedung tersebut. Muslimin mengaku belum mengetahui bagian gedung yang akan direvitalisasi maupun informasi dari konsultan atau pengawas.
“Jangankan anggaran, gedung yang mana saja mau direvitalisasi kami tidak tau, karena belum ada pemberitahuan dari konsultan maupun pengawas,” kata Muslimin, Kamis (1/10/2026).
Muslimin mengatakan pemuda tersebut kemudian mengaku mendapat perintah dari seseorang di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bantaeng. Namun, pemuda itu tidak menyebutkan identitas orang yang dimaksud.
“Kami sudah jelaskan semuanya, terkait revitalisasi tersebut,” kata Muslimin.
Menurut Muslimin, pemuda tersebut sempat meninggalkan ruangan setelah mendapat penjelasan. Beberapa menit kemudian, ia kembali dan mengatakan ada seseorang yang disebut sebagai “paceku” berada di luar.
Muslimin kemudian meminta orang tersebut dipanggil masuk ke ruangannya. Saat bertemu, Muslimin mengaku hendak berjabat tangan, tetapi tangannya ditepis.
“Saya ulurakan tangan saya tapi ditepis,” katanya.
Muslimin mengatakan, pemuda tersebut kemudian menampar bagian kanan wajahnya sambil berbicara menggunakan bahasa daerah. Ia mengaku mundur setelah mendapat serangan tersebut.
“Saya bilang ada apa ini kenapa langsung memukul,” katanya.
Muslimin kemudian berteriak meminta pertolongan. Ia mengaku tidak melakukan perlawanan karena khawatir situasi semakin memburuk, terlebih proses belajar mengajar masih berlangsung.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi jika saya melawan, karena jumlah mereka banyak,” katanya.
PGRI Minta Polisi Usut
Ketua PGRI Cabang Bantaeng Syamsu Samad menyayangkan dugaan kekerasan yang dialami Muslimin. Ia meminta aparat penegak hukum mengusut laporan tersebut.
“PGRI mendesak agar APH bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan terhadap Guru,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bantaeng Ermawati membantah pihaknya pernah memerintahkan kontraktor menemui sekolah terkait program revitalisasi.
Menurut Ermawati, sekolah yang akan mendapatkan anggaran revitalisasi hingga kini belum mengikuti bimbingan teknis sesuai petunjuk Kementerian Pendidikan.
“Tidak pernah dinas menyuruh kontraktor pak, karena hingga saat ini, sekolah yang akan mendapatkan anggaran revitalisasi belum mengikuti bimtek, sesuai petunjuk Kementerian,” katanya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Polisi Tahan Terduga Pelaku Kekerasan terhadap Guru SD di Jeneponto
Terduga pelaku kekerasan terhadap seorang guru di UPT SD Negeri 14 Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, resmi ditahan di Mapolres Jeneponto.
Selasa, 29 Sep 2026 05:58
News
Guru dan Ortu Siswa di Jeneponto Saling Lapor, Anak Diduga Dicekik hingga Ditampar
Kasus dugaan kekerasan di UPT SDN 14 Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, berbuntut panjang. Setelah guru Hj Nursiah melaporkan orang tua siswa terkait dugaan penganiayaan, kini orang tua siswa tersebut melaporkan balik sang guru atas dugaan kekerasan terhadap anak.
Jum'at, 14 Agu 2026 07:06
Sulsel
Guru SDN 14 Tamalatea Jeneponto Diduga Dianiaya Orang Tua Siswa di Sekolah
Kepala UPT SDN 14 Tamalatea, Saenab, angkat bicara terkait dugaan penganiayaan terhadap salah seorang guru di lingkungan sekolah. Ia menyayangkan aksi kekerasan yang disebut terjadi saat aktivitas penjemputan siswa berlangsung.
Kamis, 13 Agu 2026 23:19
News
Polres Bantaeng Sita 26,84 Gram Sabu, Dua Warga Jeneponto Ditangkap
Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bantaeng mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis sabu dengan menyita barang bukti seberat 26,84 gram.
Kamis, 06 Agu 2026 11:14
Sulsel
Pemkab Bantaeng Sambut Kapolres Baru, Apresiasi Dedikasi AKBP Nur Prasetyantoro
Pemerintah Kabupaten Bantaeng menggelar malam ramah tamah dan acara kenal pamit Kapolres Bantaeng di Gedung Balai Kartini, Selasa (3/8/2026) malam.
Selasa, 04 Agu 2026 10:04
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tunggakan Pajak Kendaraan di Sulsel Diputihkan Dendanya hingga 31 Oktober
2
Australia Experience Day Indosat Buka Akses Pendidikan & Perjalanan bagi Warga Makassar
3
Suyudi Ario Seto jadi Kapolri Baru, Gantikan Listyo Sigit
4
FIFGROUP Makassar Salurkan Sembako untuk Korban Kebakaran
5
Pemkot Makassar Pastikan Anggaran PPPK Aman, Kontrak Dievaluasi Berdasarkan Kinerja
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tunggakan Pajak Kendaraan di Sulsel Diputihkan Dendanya hingga 31 Oktober
2
Australia Experience Day Indosat Buka Akses Pendidikan & Perjalanan bagi Warga Makassar
3
Suyudi Ario Seto jadi Kapolri Baru, Gantikan Listyo Sigit
4
FIFGROUP Makassar Salurkan Sembako untuk Korban Kebakaran
5
Pemkot Makassar Pastikan Anggaran PPPK Aman, Kontrak Dievaluasi Berdasarkan Kinerja