Polisi Selidiki Kasus Pengeroyokan Maut di Perintis Kemerdekaan Makassar

Selasa, 06 Okt 2026 00:25
Polisi Selidiki Kasus Pengeroyokan Maut di Perintis Kemerdekaan Makassar
Ilustrasi. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Aksi penyerangan brutal terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan KM.19, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 03.35 WITA.

Peristiwa tersebut merenggut nyawa seorang mahasiswa dan menyebabkan seorang pelajar mengalami luka berat akibat tebasan senjata tajam serta panah busur.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Jafar Ahmad, membenarkan adanya penemuan seorang pemuda dalam keadaan meninggal dunia yang diduga kuat menjadi korban tindak pidana pengeroyokan atau penganiayaan secara bersama-sama di muka umum.

Berdasarkan data kepolisian, identitas para korban dalam insiden tersebut adalah MAM (24), merupakan warga Perumnas Sudiang, Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.

"Korban meninggal dunia, mengalami luka robek pada bagian belakang kepala yang diduga akibat tebasan senjata tajam jenis parang, serta terdapat anak panah busur yang masih tertancap pada bagian kepala," ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (5/10/2026).

Selain itu, MF (17) juga menjadi korban insiden penyerangan tersebut. Ia merupakan warga Permata Sudiang Raya, Kelurahan Pai, Kecamatan Buringkanaya.

"Luka Berat Korban mengalami luka robek pada bagian kepala dan punggung. Saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS dr. Tadjuddin Chalid, Kecamatan Biringkanaya," jelasnya.

AKP Jafar Ahmad, merinci kronologi kejadian berdasarkan keterangan dari tiga orang saksi di lokasi kejadian.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi Menerangkan bahwa pada Sekira Pukul 02.00 WITA, saat A (berteman) sedang nongkrong di Jl. Dg. Ramang Kelurahan Pai Kecamatan Biringkanaya (Sekitar Bengkel R-Jam)," jabarnya.

Secara tiba-tiba, datang kelompok lain menggunakan sekitar belasan unit sepeda motor sambil membawa senjata tajam jenis parang dan anak panah busur yang diduga hendak menyerang kelompok A.

"Selanjutnya datang kelompok lain menggunakan ±12 Unit Sepeda Motor dengan membawa senjata tajam berupa parang dan busur yang di duga akan menyerang kelompok saudara A. Merespons serangan tersebut, kelompok saudara A melakukan perlawanan dan mengejar kelompok tersebut ke arah Kabupaten Maros," jabarnya.

Lebih lanjut, setibanya di depan Alfamart, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 19, petaka terjadi di lokasi.

"Setibanya di Jl. Perintis Kemerdekaan KM 19 (tepat di depan Alfamart PK Arung Teko), sepeda motor yang dikendarai oleh A (berboncengan tiga bersama N dan korban MAM terlibat kecelakaan lalu lintas (bertabrakan) dengan sepeda motor yang dikendarai oleh A (berboncengan dengan korban MF)," lanjutnya.

Berdasarkan keterangan saksi, kelompok yang diduga berasal dari Kabupaten Maros tersebut memutar balik kendaraannya setelah melihat insiden kecelakaan lalu lintas yang dialami kelompok lawan.

Mereka kemudian langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam jenis parang dan anak panah busur terhadap kelompok A.

"Karena situasi pasca-kecelakaan, Korban Sdr. Muh. Akmal Makmur dan Korban Sdr. MF tidak sempat menyelamatkan diri, sehingga menjadi sasaran amukan dan penganiayaan bersama-sama oleh kelompok dari Kab. Maros hingga mengakibatkan MAM meninggal dunia di TKP dan MF mengalami luka berat," tulisnya dalam keterangan tertulis.

AKP Jafar Ahmad menjelaskan bahwa jenazah korban MAM telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara.

"Sekira Pukul 05.08 Wita, jenazah Korban (MAM) dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan medis secara forensik berupa Visum et Repertum / Autopsi," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Kepsek SMPN 1 Sinoa Bantaeng Laporkan Dugaan Penganiayaan
News
Kepsek SMPN 1 Sinoa Bantaeng Laporkan Dugaan Penganiayaan
Kepala SMP Negeri 1 Sinoa, Desa Bonto Karaeng, Kecamatan Sinoa, Muslimin melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialaminya ke Polres Bantaeng, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.
Kamis, 01 Okt 2026 16:08
Terduga Pelaku Pengeroyokan Guru Ditahan, PGRI Jeneponto Apresiasi Polisi
Sulsel
Terduga Pelaku Pengeroyokan Guru Ditahan, PGRI Jeneponto Apresiasi Polisi
Terduga pelaku kekerasan terhadap seorang guru di UPT SD Negeri 14 Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), resmi ditahan di Mapolres Jeneponto.
Selasa, 29 Sep 2026 12:27
Polisi Tahan Terduga Pelaku Kekerasan terhadap Guru SD di Jeneponto
Sulsel
Polisi Tahan Terduga Pelaku Kekerasan terhadap Guru SD di Jeneponto
Terduga pelaku kekerasan terhadap seorang guru di UPT SD Negeri 14 Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, resmi ditahan di Mapolres Jeneponto.
Selasa, 29 Sep 2026 05:58
Tawuran di Kandea, Seorang Warga Meninggal dengan Luka Tembak
News
Tawuran di Kandea, Seorang Warga Meninggal dengan Luka Tembak
Jajaran Polrestabes Makassar memastikan penanganan peristiwa perang kelompok yang terjadi di Jalan Kandea III, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Makassar, Minggu (27/9/2026) dini hari, dilakukan secara transparan, profesional, setelah seorang warga meninggal dunia dengan luka tembak.
Minggu, 27 Sep 2026 21:28
Kasus Skimming Kartu Kredit di Makassar, Terduga Pelaku Ditangkap Polisi
News
Kasus Skimming Kartu Kredit di Makassar, Terduga Pelaku Ditangkap Polisi
Kasus dugaan skimming dan penyalahgunaan kartu kredit yang dilaporkan korban FR (34) memasuki babak baru. Setelah melalui proses penyelidikan selama hampir dua bulan, polisi akhirnya mengamankan seorang pria berinisial AR yang diduga terkait dengan kasus tersebut.
Minggu, 13 Sep 2026 18:08
Berita Terbaru