Memaknai Kemerdekaan: Pendidikan untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur

Senin, 17 Agu 2026 10:59
Memaknai Kemerdekaan: Pendidikan untuk Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur
Prof Dr Hj Hasmyati M Kes, Guru Besar Universitas Negeri Makassar. Foto: Istimewa
Comment
Share
Oleh: Prof Dr Hj Hasmyati M Kes(Guru Besar Universitas Negeri Makassar)

SETIAP 17 Agustus, bangsa Indonesia kembali menundukkan kepala untuk mengenang pengorbanan para founding fathers dan para pahlawan yang dengan nasionalisme dan patriotisme telah mengantarkan bangsa ini menuju kemerdekaan. Kemerdekaan yang kita nikmati selama 81 tahun bukanlah hadiah, melainkan buah dari perjuangan panjang, pengorbanan, persatuan, dan keberanian untuk menentukan nasib sendiri sebagai bangsa yang berdaulat.

Delapan puluh satu tahun merupakan rentang waktu yang panjang dalam perjalanan sebuah bangsa. Dalam kurun tersebut, Indonesia telah melewati berbagai fase sejarah, perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta tantangan global yang terus bergerak. Karena itu, memaknai kemerdekaan hari ini tidak lagi sebatas terbebas dari penjajahan fisik. Kemerdekaan harus terus diisi dengan upaya menghadirkan kehidupan yang lebih adil, masyarakat yang sejahtera, dan bangsa yang semakin berdaulat.

Tema peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, “Indonesia yang Berdaulat, Adil dan Makmur”, sejatinya mengingatkan kita bahwa kemerdekaan bukanlah sebuah tujuan akhir. Kemerdekaan adalah ruang perjuangan yang harus terus diisi oleh setiap generasi sesuai dengan zaman dan tantangannya.

Setiap tahun, semarak kemerdekaan hadir dari Sabang sampai Merauke. Masyarakat merayakannya melalui berbagai kegiatan, mulai dari perlombaan olahraga, parade budaya, pertunjukan seni, hingga napak tilas perjuangan para pahlawan. Bahkan, kreativitas masyarakat dalam merayakan kemerdekaan kerap menghadirkan pemandangan yang unik dan menggugah.

Di sejumlah wilayah, komunitas penyelam mengibarkan Sang Merah Putih di bawah laut. Di tempat lain, para pencinta alam membawa semangat kemerdekaan ke puncak-puncak gunung, sabana, dan ruang-ruang terbuka. Semua itu merupakan ekspresi kecintaan kepada tanah air.

Namun, kemerdekaan tentu tidak boleh berhenti pada seremoni. Ia tidak semata-mata tentang kemenangan dalam perlombaan, kemeriahan parade, ataupun keunikan perayaan. Di balik semua itu, terdapat pertanyaan yang lebih substantif: apa yang telah kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan?

Bagi saya, kemerdekaan harus terus diterjemahkan ke dalam kerja nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Salah satu ruang paling penting untuk mengisi kemerdekaan adalah pendidikan. Pendidikan merupakan hak setiap anak bangsa. Karena itu, kemerdekaan harus diwujudkan melalui kesempatan yang setara bagi setiap anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas, tidak peduli apakah mereka tinggal di pusat kota, wilayah pesisir, kepulauan, pegunungan, maupun pelosok negeri.

Pemerataan pendidikan bukan sekadar membangun sekolah atau menyediakan ruang belajar. Lebih jauh, pemerataan pendidikan berarti memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu, tanpa dibatasi oleh kondisi geografis, ekonomi, maupun latar belakang sosial.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan dunia yang begitu cepat, tantangan pemerataan pendidikan justru menjadi semakin kompleks. Kita tidak cukup hanya memastikan anak-anak dapat bersekolah. Kita juga harus memastikan mereka memperoleh kualitas pembelajaran yang mampu membangun karakter, kompetensi, kreativitas, daya kritis, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pendidikan yang merata dan berkualitas adalah salah satu fondasi penting dalam mewujudkan keadilan sosial. Pendidikan membuka pintu mobilitas sosial dan menjadi instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

Karena itu, berbicara tentang Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur tidak dapat dilepaskan dari bagaimana negara memastikan seluruh anak bangsa memperoleh hak pendidikan secara berkeadilan.

Di sinilah perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang besar. Kampus tidak boleh menjadi menara gading yang jauh dari persoalan masyarakat. Perguruan tinggi harus hadir sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, karakter, sekaligus solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Bagi sivitas akademika Universitas Negeri Makassar (UNM), memaknai kemerdekaan berarti mengisi kemerdekaan dengan karya, prestasi, pengabdian, dan kontribusi positif sesuai bidang masing-masing.

Setiap dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan seluruh keluarga besar UNM memiliki ruang untuk mengambil bagian dalam perjalanan kemajuan bangsa. Prestasi akademik, penelitian yang memberikan solusi, pengabdian kepada masyarakat, inovasi pendidikan, maupun kontribusi sosial adalah bentuk nyata dari perjuangan generasi hari ini.

UNM adalah “Rumah Kita”. Karena itu, kemajuan UNM merupakan tanggung jawab kita bersama. Semangat Kita UNM harus diterjemahkan menjadi semangat untuk menjaga persatuan, membangun kolaborasi, meningkatkan mutu, serta menghadirkan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Kemerdekaan juga mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kemajuan yang lahir dari perpecahan. Para pendiri bangsa telah menunjukkan bahwa Indonesia dapat berdiri karena persatuan dalam keberagaman. Nilai tersebut harus terus dirawat, terutama di tengah perubahan zaman yang menghadirkan tantangan baru dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan pendidikan.

Maka, memperingati 81 tahun kemerdekaan bukan sekadar mengenang masa lalu. Ia adalah momentum untuk menatap masa depan dengan keyakinan bahwa Indonesia dapat menjadi bangsa yang semakin berdaulat, semakin adil, dan semakin makmur.

Mari kita maknai kemerdekaan dengan bekerja lebih sungguh-sungguh, berkarya lebih luas, berprestasi lebih tinggi, serta memberikan manfaat yang nyata bagi sesama.

Sebab, kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi tentang kemampuan setiap anak bangsa untuk tumbuh, belajar, berkarya, dan menentukan masa depannya dengan bermartabat.

Dari UNM untuk kemajuan pendidikan. Dari pendidikan untuk kemajuan Indonesia. Dan dari semangat kemerdekaan, kita bersama mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.Merdeka!
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru