Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah

Minggu, 04 Okt 2026 08:14
Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah
Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, saat menghadiri peresmian rumah yang dibangun menggunakan Bata Interlock Presisi di kawasan Perumahan Sunrise City Maros, Sabtu (3/10/2026). Foto/IST
Comment
Share
MAROS - Teknologi konstruksi Bata Interlock Presisi (BIP) yang dikembangkan Semen Indonesia Group (SIG) dinilai dapat memangkas waktu pembangunan rumah secara signifikan. Jika pembangunan rumah secara konvensional membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima bulan, penggunaan BIP ditargetkan mampu menyelesaikan satu unit rumah dalam waktu maksimal sekitar satu bulan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT Semen Tonasa, Anis, saat menghadiri peresmian rumah yang dibangun menggunakan Bata Interlock Presisi di kawasan Perumahan Sunrise City Maros, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Anis, keunggulan utama BIP terletak pada tingkat presisinya. Penamaan Bata Interlock Presisi, kata dia, diberikan SIG untuk menegaskan karakter material tersebut yang dirancang memiliki tingkat ketepatan tinggi dalam proses pemasangan.

“Alhamdulillah, hari ini peresmian rumah BIP yang menggunakan Bata Interlock Presisi. Kenapa Bata Interlock Presisi diberikan nama oleh SIG, karena mungkin ini bukan satu-satunya produk Bata Interlock yang ada di Indonesia. Tetapi mungkin satu-satunya Bata Interlock yang sangat presisi,” ujar Anis.

Ia mengatakan, rumah yang diresmikan tersebut menjadi salah satu perumahan pertama di Sulawesi Selatan yang menggunakan Bata Interlock Presisi. Dengan dukungan tenaga kerja yang telah mendapatkan pelatihan, teknologi tersebut memungkinkan proses pembangunan berlangsung lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

“Kalau seperti yang kelihatan di belakang kita ini, rumah-rumah tipe subsidi mungkin dalam membangun satu rumah membutuhkan waktu empat sampai lima bulan. Tetapi Insya Allah dengan menggunakan Bata Interlock Presisi dan para pekerja bangunan yang sudah dilatih dengan baik, satu rumah ini bisa diselesaikan paling lama hanya satu bulan,” katanya.

Percepatan pembangunan tersebut juga dinilai berpotensi memberikan efisiensi terhadap biaya konstruksi. Anis menjelaskan, biaya tenaga kerja menjadi salah satu komponen yang cukup besar dalam pembangunan rumah. Dengan waktu pengerjaan yang lebih singkat, biaya tenaga kerja berpeluang ditekan.

“Bayangkan, cost terbesar di dalam pembangunan rumah salah satunya adalah cost tukang. Jadi kalau kita bisa memangkas lebih dari 50 persen dari cost tukang, Insya Allah program pemerintah untuk bagaimana masyarakat bisa menjangkau rumah dan memiliki rumah, kita juga ikut membantu,” jelasnya.

Anis menegaskan, pengembangan Bata Interlock Presisi merupakan bagian dari komitmen SIG menghadirkan solusi konstruksi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat, terutama dalam penyediaan hunian.

“Visi dari SIG adalah bagaimana bersama-sama memberikan solusi kepada masyarakat Indonesia, sehingga masyarakat bisa menikmati rumah ke depan dengan lebih baik,” ujarnya.

Sebagai bagian dari SIG, Semen Tonasa turut berperan dalam penyediaan material semen untuk wilayah Indonesia Timur. Sementara produksi bata interlock dilakukan bersama mitra dari unit usaha beton.

“Kami dari Semen Tonasa yang merupakan bagian dari Semen Indonesia yang melayani Indonesia Timur. Bersama-sama unit usaha beton yang memproduksi ini, kami bagian memproduksi semennya di Sulawesi Selatan,” kata Anis.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan teknologi konstruksi yang lebih efisien dengan dukungan material lokal. Penggunaan BIP juga diharapkan tidak berhenti di Sulawesi Selatan, tetapi dapat dikembangkan lebih luas di kawasan Indonesia Timur.

Sementara itu, Direktur Utama PT Nusantara Land Development, Tri Wijaya, mengatakan rumah tersebut menggabungkan proses pembangunan yang lebih cepat dengan desain modern yang terinspirasi dari hunian di Eropa.

“Model-modelnya mirip dengan rumah-rumah di Milano, rumah-rumah di Eropa yang sangat eksklusif. Ini yang kami coba hadirkan di sini. Sebuah kehormatan bagi kami karena menjadi rumah pertama di Sulawesi yang menghadirkan rumah dengan bahan bata interlock presisi SIG,” ujarnya.

Menurut Tri, Maros dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memiliki akses yang relatif dekat dengan Kota Makassar dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Posisi tersebut membuat Maros dinilai strategis sebagai salah satu kawasan penyangga Makassar.

“Saya memilih di Maros karena ini salah satu perumahan kami yang paling dekat dari Makassar. Lokasinya juga dekat dari Bandara Sultan Hasanuddin dan Maros menjadi kota penopang Makassar,” katanya.

Ia menambahkan, penggunaan Bata Interlock Presisi menjadi bagian dari upaya pengembang menghadirkan material konstruksi dengan karakter berbeda, namun tetap mempertimbangkan aspek keterjangkauan.

“Kami menghadirkan bahan yang berbeda dengan kualitas yang bagus tetapi dengan harga yang lebih murah,” ujarnya.

Penerapan BIP juga berpeluang diperluas ke segmen rumah subsidi. Tri mengatakan pihaknya tengah merancang penerapan teknologi tersebut pada proyek perumahan berikutnya.

“Ke depan kami akan coba memikirkan dan membuat satu kompleks perumahan kami di lokasi lain yang bisa menerapkan ini untuk rumah subsidi. Sementara kami rancang, semoga ke depannya bisa seperti itu,” katanya.

Peresmian tersebut turut dihadiri Owner sekaligus Direktur Utama PT Nusantara Land Development Tri Wijaya, Owner Bumi Tirta Nusantara Grup sekaligus Senior Kehormatan REI Sulawesi Selatan Opa Aras, Owner PT Bumi Pundi Karsa H. Badris, Senior Manager of Derivative & Non Cement Sales Project SIG Adi Akmal, Senior Manager Communication & Secretariate PT Semen Tonasa Hardiman, perwakilan PT Varia Usaha Beton Abdul Fatah, serta Kepala Desa Tellumpoccoe H. Danil.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru