BSI Bukukan Laba Rp3,39 Triliun, Ditopang CASA & Bisnis Emas
Rabu, 08 Jul 2026 11:53
Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho. Foto/Istimewa
JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membukukan laba bersih sebesar Rp3,39 triliun hingga Mei 2026 atau tumbuh 16,73 persen secara tahunan (year on year/yoy). Kinerja tersebut ditopang oleh penguatan dana murah (Current Account Saving Account/CASA), pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas, transformasi digital, serta pengembangan bisnis bank emas (bullion bank).
Sejalan dengan pertumbuhan laba, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI mencapai Rp372 triliun atau meningkat 16,74 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung dominasi dana murah, dengan saldo tabungan mencapai Rp165 triliun atau 44,35 persen dari total DPK. Kondisi itu mendorong rasio CASA meningkat menjadi 63,16 persen.
Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, mengatakan strategi dual license sebagai bank syariah sekaligus bank emas menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnis perseroan.
"Sebagai bank syariah, kami terus memperkuat penghimpunan dana melalui ekosistem haji dan umrah. Sementara sebagai bank emas, kami memperluas literasi dan akses Tabungan BSI Emas yang kini dapat dimulai dari Rp50 ribu. Strategi ini mendapat respons yang sangat positif, terutama dari generasi muda yang kini menjadi mayoritas nasabah baru BSI," ujar Cahyo.
Menurut dia, penguatan dana murah dilakukan melalui berbagai ekosistem syariah, sementara pengembangan layanan investasi emas menjadi sumber pertumbuhan baru yang memperluas basis nasabah.
Hingga Mei 2026, saldo Tabungan Haji BSI tumbuh 17,15 persen (yoy) menjadi Rp6,25 triliun. Perseroan juga terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya perencanaan ibadah haji sejak dini melalui berbagai program literasi di sejumlah daerah.
Dari sisi digital, kemudahan pembukaan rekening Tabungan Haji melalui aplikasi BYOND by BSI turut mendorong akuisisi nasabah. Hingga Mei 2026, mobile banking BSI telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna, dengan nilai transaksi melampaui Rp450 triliun.
Penguatan dana murah dan digitalisasi juga memperluas kapasitas intermediasi BSI. Hingga Mei 2026, pembiayaan perseroan mencapai Rp335 triliun atau tumbuh 14,60 persen (yoy), terutama ditopang segmen konsumer.
Di saat yang sama, kualitas pembiayaan tetap terjaga. Rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross membaik menjadi 1,80 persen, dibandingkan 1,88 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Cahyo menegaskan BSI akan terus memperkuat sinergi layanan digital, jaringan kantor cabang, e-channel, serta pengembangan ekosistem syariah untuk memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.
"Kami optimistis penguatan dana murah, transformasi digital, serta pengembangan ekosistem haji, umrah, dan bisnis bank emas akan menjadi mesin pertumbuhan berkelanjutan bagi perseroan. Seluruh layanan BSI saling terintegrasi untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah sekaligus memperkuat peran BSI sebagai mitra strategis masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keuangan syariah secara menyeluruh," kata Cahyo.
Sejalan dengan pertumbuhan laba, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI mencapai Rp372 triliun atau meningkat 16,74 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung dominasi dana murah, dengan saldo tabungan mencapai Rp165 triliun atau 44,35 persen dari total DPK. Kondisi itu mendorong rasio CASA meningkat menjadi 63,16 persen.
Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, mengatakan strategi dual license sebagai bank syariah sekaligus bank emas menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnis perseroan.
"Sebagai bank syariah, kami terus memperkuat penghimpunan dana melalui ekosistem haji dan umrah. Sementara sebagai bank emas, kami memperluas literasi dan akses Tabungan BSI Emas yang kini dapat dimulai dari Rp50 ribu. Strategi ini mendapat respons yang sangat positif, terutama dari generasi muda yang kini menjadi mayoritas nasabah baru BSI," ujar Cahyo.
Menurut dia, penguatan dana murah dilakukan melalui berbagai ekosistem syariah, sementara pengembangan layanan investasi emas menjadi sumber pertumbuhan baru yang memperluas basis nasabah.
Hingga Mei 2026, saldo Tabungan Haji BSI tumbuh 17,15 persen (yoy) menjadi Rp6,25 triliun. Perseroan juga terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya perencanaan ibadah haji sejak dini melalui berbagai program literasi di sejumlah daerah.
Dari sisi digital, kemudahan pembukaan rekening Tabungan Haji melalui aplikasi BYOND by BSI turut mendorong akuisisi nasabah. Hingga Mei 2026, mobile banking BSI telah digunakan lebih dari 10 juta pengguna, dengan nilai transaksi melampaui Rp450 triliun.
Penguatan dana murah dan digitalisasi juga memperluas kapasitas intermediasi BSI. Hingga Mei 2026, pembiayaan perseroan mencapai Rp335 triliun atau tumbuh 14,60 persen (yoy), terutama ditopang segmen konsumer.
Di saat yang sama, kualitas pembiayaan tetap terjaga. Rasio Non-Performing Financing (NPF) Gross membaik menjadi 1,80 persen, dibandingkan 1,88 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Cahyo menegaskan BSI akan terus memperkuat sinergi layanan digital, jaringan kantor cabang, e-channel, serta pengembangan ekosistem syariah untuk memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.
"Kami optimistis penguatan dana murah, transformasi digital, serta pengembangan ekosistem haji, umrah, dan bisnis bank emas akan menjadi mesin pertumbuhan berkelanjutan bagi perseroan. Seluruh layanan BSI saling terintegrasi untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah sekaligus memperkuat peran BSI sebagai mitra strategis masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keuangan syariah secara menyeluruh," kata Cahyo.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
BSI Catat Laba Rp5,3 Triliun, CASA dan Pembiayaan Melesat
Mesin pertumbuhan BSI terlihat semakin menunjukkan taringnya. Hingga Agustus 2026, bank syariah terbesar di Indonesia ini membukukan laba Rp5,30 triliun.
Selasa, 06 Okt 2026 13:12
Ekbis
OJK Luncurkan RP3I 2026-2030, Perkuat Resiliensi Industri Perbankan
OJK meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) 2026-2030 sebagai arah strategis untuk memperkuat fondasi, ketahanan, inovasi, dan daya saing industri perbankan.
Sabtu, 03 Okt 2026 10:10
Lifestyle
LPS Tahan Tingkat Bunga Penjaminan, DPK dan Kredit Perbankan Terus Tumbuh
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk periode 1 Oktober 2026 hingga 31 Januari 2027.
Rabu, 30 Sep 2026 22:31
Ekbis
Kinerja Pelindo Jasa Maritim Menguat, Laba Bersih Tumbuh 69 Persen
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 69 persen hingga Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Rabu, 16 Sep 2026 11:45
Ekbis
OJK: Perbankan Tetap Optimis, Kinerja dan Risiko Terjaga pada Triwulan III 2026
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa perbankan nasional memiliki pijakan kokoh untuk menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika pasar.
Sabtu, 12 Sep 2026 07:29
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jelang Musda, Muzakkir Aqil Yakin Appi Bisa Besarkan Demokrat di Sulsel
2
Adira Finance Perluas Akses Pembiayaan Usai Integrasi Mandala Finance
3
Pelabuhan Parepare Catat Kenaikan Arus Penumpang dan Peti Kemas
4
AZKO Rayakan HUT ke-31, Tebar Promo hingga 60 Persen
5
UCM Gelar Wisuda, Alumni Kini 3.159 Orang
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Jelang Musda, Muzakkir Aqil Yakin Appi Bisa Besarkan Demokrat di Sulsel
2
Adira Finance Perluas Akses Pembiayaan Usai Integrasi Mandala Finance
3
Pelabuhan Parepare Catat Kenaikan Arus Penumpang dan Peti Kemas
4
AZKO Rayakan HUT ke-31, Tebar Promo hingga 60 Persen
5
UCM Gelar Wisuda, Alumni Kini 3.159 Orang