Jabat Wakil Rektor V Unhas, Prof Amir Ilyas Perkuat Ekosistem Inovasi dan Pengelolaan Usaha
Selasa, 07 Jul 2026 19:05
Prof Amir Ilyas bersalaman dengan Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa usai pelantikan pejabat Unhas pada Selasa, (07/07/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Prof Amir Ilyas, secara resmi diberi amanah memimpin tugas sebagai Wakil Rektor V Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha, pada pelantikan pejabat di Universitas Hasanuddin (Unhas), Selasa (7/7/2026).
Peresmian tersebut ia dapatkan pada Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat dalam Lingkup Unhas, di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Kota Makassar.
Prof Amir Ilyas mengungkapkan, fokus pada program kerjanya merupakan langkah strategis yang krusial bagi pengembangan Unhas di masa yang akan datang.
"Hal baru buat saya, tetapi saya kira perlu. Dan ini merupakan bidang baru di universitas, tentu punya tantangan tersendiri. Dan hal ini mewujudkan untuk Unhas World Class University," ungkapnya kepada SINDO Makassar.
Terkait arah kebijakan universitas, Prof Amir menyatakan adanya target khusus yang telah ditetapkan oleh Rektor Unhas dalam bidang pengelolaan usaha dan inovasi.
"Target khusus pasti ada. Pak Rektor sudah memberikan target khusus, yaitu perbaikan di bidang pengelolaan usaha dan inovasi," sambungnya saat diwawancarai sebelum pelantikan.
Menurutnya, arahan pimpinan Unhas sudah sangat jelas, yakni menjadikan hilirisasi sebagai tahap penting setelah proses penelitian. Selama ini, lanjut dia, Unhas telah menghasilkan banyak inovasi. Namun, masih diperlukan strategi yang lebih kuat agar berbagai produk tersebut dapat menjangkau pasar dan memberikan manfaat yang lebih luas.
"Banyak karya dan hasil penelitian Unhas yang sangat potensial, namun belum berhasil masuk ke pasar. Di sinilah tantangan sekaligus tugas besar kami untuk membangun jembatan antara laboratorium dengan dunia industri dan masyarakat," jelas Prof Amir.
Kata dia, keberadaan bidang baru ini akan memperkuat ekosistem hilirisasi inovasi secara menyeluruh, mulai dari identifikasi potensi hasil riset, perlindungan kekayaan intelektual, pengembangan model bisnis, inkubasi inovasi, hingga membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah, industri, dan berbagai mitra usaha. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing inovasi Unhas di tingkat nasional maupun global.
Guru Besar Ilmu Hukum Pidana itu mengakui bahwa sejumlah perguruan tinggi telah lebih dahulu membangun sistem pengelolaan inovasi dan usaha yang mapan.
Akan tetapi, ia optimistis Unhas memiliki potensi besar untuk berkembang karena didukung oleh kekuatan riset, sumber daya manusia, dan komitmen pimpinan universitas dalam mendorong transformasi.
"Kami menyadari tantangan ini tidak ringan karena banyak perguruan tinggi yang telah lebih berpengalaman. Dengan kolaborasi seluruh sivitas akademika, saya yakin Unhas mampu bersaing di dunia pasar melalui inovasi yang berkualitas, berdampak, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegas Prof Amir.
Sebagai informasi, Prof Amir Ilyas sebelumnya mengemban amanah sebagai Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, dan Inovasi pada Sekolah Pascasarjana Unhas.
Pengalamannya dalam membangun jejaring kemitraan dan mengembangkan inovasi menjadi modal penting untuk mengawal agenda transformasi bisnis Unhas.
Pada periode sebelumnya, fungsi kemitraan, inovasi, kewirausahaan, dan bisnis berada dalam satu bidang. Seiring membesarnya tuntutan hilirisasi hasil riset dan penguatan kemandirian institusi, Unhas kini menghadirkan bidang yang fokus agar pengelolaan inovasi dan usaha dapat dijalankan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Transformasi hasil riset merupakan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menembus pasar. Hal ini menjadi perhatian Rektor Universitas Hasanuddin pada periode kedua kepemimpinannya.
Untuk mempercepat agenda tersebut, Unhas menghadirkan unit kerja baru, yaitu Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha. Tugas utamanya, memperkuat hilirisasi hasil penelitian, pengembangan inovasi, serta tata kelola usaha institusi.
Peresmian tersebut ia dapatkan pada Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat dalam Lingkup Unhas, di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Kota Makassar.
Prof Amir Ilyas mengungkapkan, fokus pada program kerjanya merupakan langkah strategis yang krusial bagi pengembangan Unhas di masa yang akan datang.
"Hal baru buat saya, tetapi saya kira perlu. Dan ini merupakan bidang baru di universitas, tentu punya tantangan tersendiri. Dan hal ini mewujudkan untuk Unhas World Class University," ungkapnya kepada SINDO Makassar.
Terkait arah kebijakan universitas, Prof Amir menyatakan adanya target khusus yang telah ditetapkan oleh Rektor Unhas dalam bidang pengelolaan usaha dan inovasi.
"Target khusus pasti ada. Pak Rektor sudah memberikan target khusus, yaitu perbaikan di bidang pengelolaan usaha dan inovasi," sambungnya saat diwawancarai sebelum pelantikan.
Menurutnya, arahan pimpinan Unhas sudah sangat jelas, yakni menjadikan hilirisasi sebagai tahap penting setelah proses penelitian. Selama ini, lanjut dia, Unhas telah menghasilkan banyak inovasi. Namun, masih diperlukan strategi yang lebih kuat agar berbagai produk tersebut dapat menjangkau pasar dan memberikan manfaat yang lebih luas.
"Banyak karya dan hasil penelitian Unhas yang sangat potensial, namun belum berhasil masuk ke pasar. Di sinilah tantangan sekaligus tugas besar kami untuk membangun jembatan antara laboratorium dengan dunia industri dan masyarakat," jelas Prof Amir.
Kata dia, keberadaan bidang baru ini akan memperkuat ekosistem hilirisasi inovasi secara menyeluruh, mulai dari identifikasi potensi hasil riset, perlindungan kekayaan intelektual, pengembangan model bisnis, inkubasi inovasi, hingga membangun kolaborasi strategis dengan pemerintah, industri, dan berbagai mitra usaha. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing inovasi Unhas di tingkat nasional maupun global.
Guru Besar Ilmu Hukum Pidana itu mengakui bahwa sejumlah perguruan tinggi telah lebih dahulu membangun sistem pengelolaan inovasi dan usaha yang mapan.
Akan tetapi, ia optimistis Unhas memiliki potensi besar untuk berkembang karena didukung oleh kekuatan riset, sumber daya manusia, dan komitmen pimpinan universitas dalam mendorong transformasi.
"Kami menyadari tantangan ini tidak ringan karena banyak perguruan tinggi yang telah lebih berpengalaman. Dengan kolaborasi seluruh sivitas akademika, saya yakin Unhas mampu bersaing di dunia pasar melalui inovasi yang berkualitas, berdampak, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tegas Prof Amir.
Sebagai informasi, Prof Amir Ilyas sebelumnya mengemban amanah sebagai Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, dan Inovasi pada Sekolah Pascasarjana Unhas.
Pengalamannya dalam membangun jejaring kemitraan dan mengembangkan inovasi menjadi modal penting untuk mengawal agenda transformasi bisnis Unhas.
Pada periode sebelumnya, fungsi kemitraan, inovasi, kewirausahaan, dan bisnis berada dalam satu bidang. Seiring membesarnya tuntutan hilirisasi hasil riset dan penguatan kemandirian institusi, Unhas kini menghadirkan bidang yang fokus agar pengelolaan inovasi dan usaha dapat dijalankan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Transformasi hasil riset merupakan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menembus pasar. Hal ini menjadi perhatian Rektor Universitas Hasanuddin pada periode kedua kepemimpinannya.
Untuk mempercepat agenda tersebut, Unhas menghadirkan unit kerja baru, yaitu Bidang Inovasi dan Pengelolaan Usaha. Tugas utamanya, memperkuat hilirisasi hasil penelitian, pengembangan inovasi, serta tata kelola usaha institusi.
(GUS)
Berita Terkait
News
Unhas Luncurkan Podium, Wadah Berbasis Data Suarakan Aspirasi Indonesia Timur
Pusat Litbang Opini Publik, Demokrasi, dan Pembangunan LPPM Unhas menggelar Diskusi Hasil Survei Suara Indonesia Timur bertema "Dua Tahun Diskusi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto".
Rabu, 21 Okt 2026 16:30
News
Gelar LIKE IT 2026 di Unhas, LPS Minta Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Unhas resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan LIKE IT Tahun 2026 Seri Kesembilan. Kegiatan ini berlangsung di Baruga A.P. Pettarani Kampus Unhas Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa (20/10/2026).
Selasa, 20 Okt 2026 19:46
News
Unhas dan Badan Keahlian DPR RI Jalin Kerja Sama Perkuat Riset dan Kebijakan
Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Badan Keahlian Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman atau MoU.
Selasa, 20 Okt 2026 19:15
News
Gandeng Inggris, Unhas Kembangkan Riset Pengelolaan Sampah Rendah Karbon
Universitas Hasanuddin (Unhas) menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic James Robert Jermey, dalam rangka penguatan program Low Carbon Development.
Senin, 19 Okt 2026 16:18
News
Karantina Goes to Campus, Ajak Mahasiswa Unhas Lindungi Kekayaan Hayati Indonesia
Balai Besar Karantina Sulawesi Selatan menggelar kegiatan bertajuk Karantina Goes to Campus di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, belum lama ini.
Senin, 12 Okt 2026 08:27
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
Gelar LIKE IT 2026 di Unhas, LPS Minta Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
4
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
5
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
Gelar LIKE IT 2026 di Unhas, LPS Minta Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
4
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
5
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal