Lantik 21 Pejabat Baru Unhas, Prof JJ Tekankan Transformasi Digital dan Riset Global

Selasa, 07 Jul 2026 16:59
Lantik 21 Pejabat Baru Unhas, Prof JJ Tekankan Transformasi Digital dan Riset Global
Suasana pelantikan pejabat baru lingkup Unhas, di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Selasa (7/7/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Jamaluddin Jompa (JJ), resmi melantik 21 pejabat baru di lingkup Unhas, yang berlangsung di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Kampus Tamalanrea, Kota Makassar, Selasa, (07/07/2026).

Pelantikan ini menandai dimulainya periode kedua kepemimpinan Prof JJ dengan fokus utama pada percepatan transformasi institusi yang lebih ambisius.

"Dalam kepemimpinan itu selalu ada proses yang kita sebut dengan refreshment atau penggantian atau pelantikan pejabat. Tentu karena ini periode kedua saya, maka dimaklumi kalau sebagian besar pejabat lama masih berlanjut, sebagaimana halnya juga saya masih lanjut. Empat tahun memang terlalu singkat, sehingga banyak mimpi-mimpi kami masih dalam on progress. Itulah kenapa jawabannya adalah kenapa masih banyak wakil rektor yang sama," ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Ia juga mengapresiasi langkah transformasi Unhas yang kini berani melakukan perubahan demi mencapai target-target yang lebih ambisius.

"Saya juga merasa bersyukur karena keberanian Unhas untuk berubah, bertransformasi dengan target-target yang semakin tinggi dan juga semakin bervariasi dan mungkin semakin ambisius. Ambisi itu tentu tidak boleh hanya sekadar semboyan, slogan, dan hanya omong doang, tapi kita harus bisa ukur," tegas Prof JJ.

Pakar Biologi dan Ekologi Kelautan Unhas itu membentuk lembaga transformasi digital dan Artificial Intelligence (AI) sebagai langkah strategis dalam pengembangan sistem administrasi serta program Tridharma perguruan tinggi.

"Itu bukan main-main, karena kami akan menjadi salah satu pusat data center di Indonesia Timur, minimal di Makassar. Dan Unhas akan menerapkan sistem AI di seluruh lini administrasi dan program-program Tridarma. Semua dosen, tendik, dan juga mahasiswa, kita harus terkuat kemampuan literasi Artificial Intelligence," paparnya kepada wartawan.

Menurutnya, integrasi kecerdasan buatan ke dalam lingkungan kampus merupakan langkah strategis yang tidak mudah.

"Tapi adalah suatu keniscayaan di mana universitas harus bisa menjadi eh terdepan di dalam merespon, mengadopsi, dan mengembangkan eh teknologi, khususnya Artificial Intelligence, yang saat ini mendunia dan menjadi menguasai seluruh sendi-sendi kehidupan. Kalau Unhas takut, maka kita pasti akan ketinggalan. Ini mewarnai kabinet baru yang saya tekankan tadi berkali-kali bahwa target kita tidak sama tahun-tahun sebelumnya," sambungnya.

Prof Jamaluddin Jompa menyatakan, penetapan target yang lebih ambisius di periode kepemimpinannya merupakan bentuk pemenuhan tuntutan publik, bukan sekadar keinginan rektor semata.

"Kawasan Timur Indonesia harus bisa sejajar dengan kawasan Barat. Dan untuk itu bukanlah hal yang mudah. Makanya, kami kemudian mengembangkan OTK yang mungkin dipertanyakan oleh media sebelum saya ditanya kenapa ada lembaga baru, kenapa menambah wakil rektor. Karena target kita sudah jauh berubah, target kita semakin tinggi dan banyak hal-hal baru yang harus kami lakukan," tukasnya.

Dia bilang, Unhas berkomitmen untuk kesiapan penuh dalam melakukan langkah perombakan kelembagaan agar institusi menjadi lebih adaptif dan efisien.

"Jadi, kami tidak ragu-ragu untuk mentransformasi kelembagaan itu mulai dari adanya Lembaga Transformasi Digital dan AI, karena kalau itu hanya diurus oleh satu subdit, apalagi direktorat, ini tidak mungkin bisa maju. Dan itu pasti akan terdegradasi karena berada dalam satu kamar. Ini harus naik ke atas menjadi bagian dari tugas rektor yang dibantu oleh ketua lembaga transformasi digital dan AI. Itu contoh saja," terangnya.

Prof JJ menjelaskan, pembentukan Global Research Institute merupakan langkah strategis untuk memacu pertumbuhan universitas dalam upaya mencapai predikat world class university yang kini menghadapi kurva pertumbuhan sigmoid.

"Dulu Unhas sulit sekali untuk masuk WCU, tetapi Alhamdulillah 2022 kita sudah mulai masuk. Tapi kurva pertumbuhan itu memang meningkat ini, kita sampai naik 100 tingkat, 200 tingkat, itu kurva sigmoid, santai ke atas. Itu pasti hambatannya semakin berat, jangan membayangkan sangat mudah karena kurvanya itu akan mulai melandai ke atas. Karena kenapa? Tantangannya lawannya semakin berat," ungkapnya setelah kegiatan pelantikan.

Mantan Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas itu menekankan perlunya pendekatan strategis baru, yakni melalui pembentukan berbagai International Research Institute untuk meningkatkan daya saing institusi di kancah global.

"Tapi Unhas harus bisa kemudian melihat bagaimana perkembangan dunia yang memiliki International Research Institute yang banyak. Sehingga ini harus dipimpin oleh seorang direktur eksekutif, yang kemudian kita harapkan yang selama ini sudah mulai tunggu, itu akan dihantarkan seperti Wallacea Research Institute, kemudian kita memiliki Global Peace and Transformation eh dan Conflict Resolution, itu juga akan berperan secara global, dan masih banyak yang lain," sebutnya.

Dalam arahannya kepada para pejabat yang baru dilantik, Prof JJ menegaskan bahwa keberlanjutan masa jabatan para dekan harus dibarengi dengan perubahan pola kerja dan peningkatan target capaian yang lebih ambisius.

"Pesan saya juga kepada dekan, bahwa dekan yang lanjut tugasnya tidak berarti sama tugasnya karena juga targetnya semakin berubah. Jadi, Insyaallah Unhas akan tetap pelihara, kita jaga, sehingga prestasi yang selama ini sudah dicapai, ini harus dijaga dan kalau perlu diperkem- dimaksimalkan lagi," pungkasnya.

Adapun daftar lima WR Unhas yang dilantik, di antaranya: 1. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof Muhammad Ruslin.2. Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Prasarana, Prof Subehan.3. Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Pengembangan Talenta, dan Kesejahteraan Unhas, Prof Farida Patittingi4. Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Internasionalisasi dan Kealumnian, Prof Suharman Hamzah5. Wakil Rektor Bidang Inovasi dan Pengembangan Usaha, Prof Amir Ilyas.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru