Wali Kota Makassar Tekankan Pengelolaan Zakat Harus Berbasis Data
Senin, 06 Jul 2026 23:03
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melantik dan mengambil sumpah Pimpinan di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (6/7/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi melantik dan mengambil sumpah Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar Periode 2026–2031 di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (6/7/2026). Ia berpesan agar pengelolaan zakat harus berbasis pada data.
Diketahui, lima komisioner yang dilantik diantaranya Usman Sofian sebagai ketua, dengan anggota Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, Ahyar Amnur, dan Prof Yusriani.
Munafri menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan hasil dari proses seleksi yang panjang untuk menghadirkan kepemimpinan terbaik di BAZNAS Kota Makassar. "Kehadiran lima pimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat peran BAZNAS sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak," harapnya.
Pada kesempatan yang sama, ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran BAZNAS periode 2021–2026 yang dinilai telah menjalankan amanah dengan baik. Menurutnya, capaian tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kepengurusan baru untuk menghadirkan inovasi yang lebih besar.
"Pelantikan ini bukan hanya mengganti pengurus lama dengan yang baru, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan apa yang masih kurang dan memperkuat berbagai program yang telah berjalan baik. BAZNAS harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan Kota Makassar," ujarnya.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menekankan bahwa zakat merupakan instrumen strategis dalam pembangunan umat karena tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga berperan dalam pemerataan ekonomi, penguatan solidaritas sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, ia berharap pengurus BAZNAS mampu memaksimalkan potensi zakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. "Melalui BAZNAS kita bisa mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, dan menghadirkan empati kepada masyarakat. Yang terpenting bukan hanya seberapa besar dana yang berhasil dihimpun, tetapi seberapa besar dana itu bisa dikembalikan kepada masyarakat secara tepat sasaran," tegasnya.
Lebih jauh, Appi berharap program BAZNAS tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program produktif seperti bantuan modal usaha dan penguatan komunitas ekonomi.
Menurutnya, langkah tersebut akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan dalam menekan angka kemiskinan di Kota Makassar.
Selain itu, Appi meminta kepengurusan baru bekerja berdasarkan data yang akurat dalam menyusun target penghimpunan maupun penyaluran zakat. Ia menilai validitas data menjadi fondasi penting agar seluruh program BAZNAS benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
"BAZNAS harus bermain dengan data. Jangan hanya berdasarkan perkiraan. Semua target harus memiliki dasar yang jelas, termasuk memanfaatkan data tahun-tahun sebelumnya yang terus diperbarui agar program yang dijalankan tepat sasaran," ujarnya.
Ia juga memastikan Pemerintah Kota Makassar akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja organisasi agar seluruh program berjalan sesuai target dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Wali Kota juga mengajak seluruh aparatur pemerintah, BUMD, dunia usaha, ASN, serta masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai muzakki untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Makassar. Ia menekankan, semakin besar potensi zakat yang dihimpun, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Sementara, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyampaikan harapannya agar kepengurusan BAZNAS Kota Makassar yang baru mampu menjalankan amanah dengan penuh integritas serta terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan selamat kepada Pimpinan BAZNAS Kota Makassar Periode 2026–2031 yang telah dilantik. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar untuk memastikan zakat, infak, dan sedekah dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran," ujarnya.
Politisi partai Demokrat itu berharap BAZNAS dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat upaya pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat.
"Serta menghadirkan program-program sosial yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, insyaallah kita dapat mewujudkan Makassar yang semakin peduli, inklusif, dan sejahtera bagi seluruh warganya," pungkasnya.
Diketahui, lima komisioner yang dilantik diantaranya Usman Sofian sebagai ketua, dengan anggota Yusran Sofyan, Abdul Azis Ilyas, Ahyar Amnur, dan Prof Yusriani.
Munafri menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan hasil dari proses seleksi yang panjang untuk menghadirkan kepemimpinan terbaik di BAZNAS Kota Makassar. "Kehadiran lima pimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat peran BAZNAS sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdampak," harapnya.
Pada kesempatan yang sama, ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran BAZNAS periode 2021–2026 yang dinilai telah menjalankan amanah dengan baik. Menurutnya, capaian tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi kepengurusan baru untuk menghadirkan inovasi yang lebih besar.
"Pelantikan ini bukan hanya mengganti pengurus lama dengan yang baru, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan apa yang masih kurang dan memperkuat berbagai program yang telah berjalan baik. BAZNAS harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembangunan Kota Makassar," ujarnya.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menekankan bahwa zakat merupakan instrumen strategis dalam pembangunan umat karena tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga berperan dalam pemerataan ekonomi, penguatan solidaritas sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, ia berharap pengurus BAZNAS mampu memaksimalkan potensi zakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. "Melalui BAZNAS kita bisa mengurangi kemiskinan, mengurangi kesenjangan sosial, dan menghadirkan empati kepada masyarakat. Yang terpenting bukan hanya seberapa besar dana yang berhasil dihimpun, tetapi seberapa besar dana itu bisa dikembalikan kepada masyarakat secara tepat sasaran," tegasnya.
Lebih jauh, Appi berharap program BAZNAS tidak hanya berfokus pada bantuan konsumtif, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program produktif seperti bantuan modal usaha dan penguatan komunitas ekonomi.
Menurutnya, langkah tersebut akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan dalam menekan angka kemiskinan di Kota Makassar.
Selain itu, Appi meminta kepengurusan baru bekerja berdasarkan data yang akurat dalam menyusun target penghimpunan maupun penyaluran zakat. Ia menilai validitas data menjadi fondasi penting agar seluruh program BAZNAS benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
"BAZNAS harus bermain dengan data. Jangan hanya berdasarkan perkiraan. Semua target harus memiliki dasar yang jelas, termasuk memanfaatkan data tahun-tahun sebelumnya yang terus diperbarui agar program yang dijalankan tepat sasaran," ujarnya.
Ia juga memastikan Pemerintah Kota Makassar akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja organisasi agar seluruh program berjalan sesuai target dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Wali Kota juga mengajak seluruh aparatur pemerintah, BUMD, dunia usaha, ASN, serta masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai muzakki untuk menunaikan zakat melalui BAZNAS Kota Makassar. Ia menekankan, semakin besar potensi zakat yang dihimpun, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.
Sementara, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyampaikan harapannya agar kepengurusan BAZNAS Kota Makassar yang baru mampu menjalankan amanah dengan penuh integritas serta terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan selamat kepada Pimpinan BAZNAS Kota Makassar Periode 2026–2031 yang telah dilantik. Amanah ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab besar untuk memastikan zakat, infak, dan sedekah dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran," ujarnya.
Politisi partai Demokrat itu berharap BAZNAS dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat upaya pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi umat.
"Serta menghadirkan program-program sosial yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, insyaallah kita dapat mewujudkan Makassar yang semakin peduli, inklusif, dan sejahtera bagi seluruh warganya," pungkasnya.
(GUS)
Berita Terkait
Makassar City
Baznas Makassar Target Kenaikan Zakat 30 Persen, Fokus pada Digitalisasi dan Big Data
Kepengurusan baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar periode 2026 -2027 resmi memulai sejumlah program kerjanya.
Senin, 06 Jul 2026 23:20
Sports
Turnamen Wali Kota Cup 2026 Dibuka, Libatkan Klub dari Dalam dan Luar Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi membuka Turnamen Sepak Bola Wali Kota Cup 2026 di Lapangan Bola Telkom Makassar, Minggu (5/7/2026).
Minggu, 05 Jul 2026 21:27
News
Serapan Anggaran di Bawah 30%, DPRD Makassar Minta SKPD Percepat Kinerja
Komisi C DPRD Kota Makassar menyoroti rendahnya realisasi serapan anggaran sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga triwulan kedua tahun 2026.
Sabtu, 04 Jul 2026 09:27
News
Kesbangpol Diminta Proaktif Cegah Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan di Makassar
Komisi A DPRD Kota Makassar meminta Badan Kesbangpol memperkuat fungsi deteksi dini terhadap berbagai isu yang berpotensi mengganggu tata kelola pemerintahan, termasuk dugaan jual beli jabatan.
Jum'at, 03 Jul 2026 21:50
News
Dugaan Pungli Jabatan Kepala Sekolah, Golkar Minta DPRD Makassar Bentuk Pansus
Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Makassar, Arifin Majid, mendorong pembentukan Pansus untuk mengusut dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses pelantikan kepala sekolah.
Jum'at, 03 Jul 2026 17:30
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Gagal Berangkat Haji 2026, Jemaah Laporkan Travel Haji ke Kemenhaj
2
Wakil Rektor IV UMI: Jadikan Salat sebagai Energi untuk Membangun Etos Kerja dan Integritas
3
Kemenhaj Ancam Cabut Izin Travel Haji dan Umrah yang Bermasalah
4
KPPU Gandeng MUI Kawal Kemitraan UMKM dan Persaingan Usaha di Sektor Syariah
5
DPRD Makassar Target Pindah ke Kantor Sementara di Jalan Pettarani Oktober 2026
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Gagal Berangkat Haji 2026, Jemaah Laporkan Travel Haji ke Kemenhaj
2
Wakil Rektor IV UMI: Jadikan Salat sebagai Energi untuk Membangun Etos Kerja dan Integritas
3
Kemenhaj Ancam Cabut Izin Travel Haji dan Umrah yang Bermasalah
4
KPPU Gandeng MUI Kawal Kemitraan UMKM dan Persaingan Usaha di Sektor Syariah
5
DPRD Makassar Target Pindah ke Kantor Sementara di Jalan Pettarani Oktober 2026