Kesbangpol Diminta Proaktif Cegah Dugaan Praktik Jual Beli Jabatan di Makassar
Jum'at, 03 Jul 2026 21:50
Suasana Rapat Monev Triwulan II Tahun 2026 di Ruang Badan Anggaran, lantor Sementara DPRD Kota Makassar, eks Kantor Perumnas Regional VII, Jumat (3/7/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Komisi A DPRD Kota Makassar meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar memperkuat fungsi deteksi dini terhadap berbagai isu yang berpotensi mengganggu tata kelola pemerintahan, termasuk dugaan praktik jual beli jabatan.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan II Tahun 2026 yang digelar di Ruang Badan Anggaran, Kantor Sementara DPRD Kota Makassar, eks Kantor Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning, Jumat (3/7/2026).
Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, Andi Pahlevi, menyarankan agar Kesbangpol lebih proaktif mengkaji informasi yang berkembang di masyarakat, termasuk dugaan pungutan liar yang berpotensi menimbulkan persoalan dalam pemerintahan.
"Sekadar saran bahwa teman-teman ini juga punya informasi seperti itu (dugaan pungli) mungkin Kesbangpol bisa kaji atau bisa diskusikan dengan teman-teman yang berkompeten. Atau informasi seperti itu kalau bisa jangan berkembang dan bisa kita antisipasi sebelum ada kejadian hal-hal yang tidak kita inginkan," ucapnya.
Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Rachmat Taqwa Quraisy (RTQ), juga menyoroti adanya dugaan oknum yang disebut kerap mencampuri urusan birokrasi, mulai dari penempatan tenaga kerja, penempatan lurah, hingga dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah.
"Ini satu orang pernah terlibat diduga terlibat dalam urusan penempatan TKI, terus yang kedua penempatan lurah. Terus yang ketiga diduga jual beli jabatan kepala sekolah. Terus yang keempat yang akan terjadi dan sudah bocor, ingin mengatur nakal," ungkapnya.
RTQ mempertanyakan sejauh mana fungsi deteksi dini Kesbangpol berjalan terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan dugaan intervensi terhadap proses pemerintahan.
Politisi PPP tersebut menilai keberadaan unsur intelijen dari berbagai lembaga seharusnya dapat membantu mendeteksi potensi penyimpangan yang terjadi di lingkungan pemerintahan.
"Seandainya baru pertama kali ini mungkin menjadi catatan untuk kita. Pemerintahan mulia ini mau pemerintahan yang bersih. Siapa pun itu, jangan ada Wali Kota bayangan," tandasnya.
RTQ juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menggunakan kedekatan dengan pejabat tertentu untuk memengaruhi kebijakan atau mengambil keuntungan pribadi.
"Kalau ada yang ancam seperti itu, lapor ke komisi A. Insyaallah pimpinan dan kami anggota akan back up semua karena kita mau betul-betul menciptakan pemerintahan yang bersih sesuai dengan keinginan dari Bapak Wali Kota," tutupnya.
Sebagai informasi, dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah belakangan menjadi sorotan publik setelah sebuah video berdurasi 6 menit 13 detik beredar luas di media sosial.
Terkait hal tersebut, Inspektorat Kota Makassar saat ini tengah melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang disebut dalam video tersebut, termasuk Kabid GTK Dinas Pendidikan Kota Makassar, Yunus Sanusi, dan sejumlah pihak lainnya.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Triwulan II Tahun 2026 yang digelar di Ruang Badan Anggaran, Kantor Sementara DPRD Kota Makassar, eks Kantor Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning, Jumat (3/7/2026).
Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, Andi Pahlevi, menyarankan agar Kesbangpol lebih proaktif mengkaji informasi yang berkembang di masyarakat, termasuk dugaan pungutan liar yang berpotensi menimbulkan persoalan dalam pemerintahan.
"Sekadar saran bahwa teman-teman ini juga punya informasi seperti itu (dugaan pungli) mungkin Kesbangpol bisa kaji atau bisa diskusikan dengan teman-teman yang berkompeten. Atau informasi seperti itu kalau bisa jangan berkembang dan bisa kita antisipasi sebelum ada kejadian hal-hal yang tidak kita inginkan," ucapnya.
Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Rachmat Taqwa Quraisy (RTQ), juga menyoroti adanya dugaan oknum yang disebut kerap mencampuri urusan birokrasi, mulai dari penempatan tenaga kerja, penempatan lurah, hingga dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah.
"Ini satu orang pernah terlibat diduga terlibat dalam urusan penempatan TKI, terus yang kedua penempatan lurah. Terus yang ketiga diduga jual beli jabatan kepala sekolah. Terus yang keempat yang akan terjadi dan sudah bocor, ingin mengatur nakal," ungkapnya.
RTQ mempertanyakan sejauh mana fungsi deteksi dini Kesbangpol berjalan terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan dugaan intervensi terhadap proses pemerintahan.
Politisi PPP tersebut menilai keberadaan unsur intelijen dari berbagai lembaga seharusnya dapat membantu mendeteksi potensi penyimpangan yang terjadi di lingkungan pemerintahan.
"Seandainya baru pertama kali ini mungkin menjadi catatan untuk kita. Pemerintahan mulia ini mau pemerintahan yang bersih. Siapa pun itu, jangan ada Wali Kota bayangan," tandasnya.
RTQ juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang menggunakan kedekatan dengan pejabat tertentu untuk memengaruhi kebijakan atau mengambil keuntungan pribadi.
"Kalau ada yang ancam seperti itu, lapor ke komisi A. Insyaallah pimpinan dan kami anggota akan back up semua karena kita mau betul-betul menciptakan pemerintahan yang bersih sesuai dengan keinginan dari Bapak Wali Kota," tutupnya.
Sebagai informasi, dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah belakangan menjadi sorotan publik setelah sebuah video berdurasi 6 menit 13 detik beredar luas di media sosial.
Terkait hal tersebut, Inspektorat Kota Makassar saat ini tengah melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang disebut dalam video tersebut, termasuk Kabid GTK Dinas Pendidikan Kota Makassar, Yunus Sanusi, dan sejumlah pihak lainnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Dugaan Pungli Jabatan Kepala Sekolah, Golkar Minta DPRD Makassar Bentuk Pansus
Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Makassar, Arifin Majid, mendorong pembentukan Pansus untuk mengusut dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses pelantikan kepala sekolah.
Jum'at, 03 Jul 2026 17:30
News
Diskominfo Makassar Paparkan Inovasi LONTARA+ di Forum Komdigi Apeksi 2026
Pemerintah Kota Makassar kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional dalam bidang transformasi digital dan pelayanan publik.
Jum'at, 03 Jul 2026 17:22
News
DPRD Makassar Bubarkan Monev Setelah Kepala Dinas Ramai-Ramai Tidak Hadir
Komisi B DPRD Kota Makassar menunda dan membubarkan agenda monev bersama sejumlah OPD di Kantor Sementara DPRD Kota Makassar, eks Kantor Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning, Kamis (2/7/2026).
Kamis, 02 Jul 2026 17:54
Makassar City
400 Personel Gabungan Diterjunkan Tertibkan 30 Lapak Liar di Pasar Jongkok Antang
Pemerintah Kecamatan Manggala, Kota Makassar, mengambil langkah tegas dengan melakukan penertiban terhadap sekitar 30 lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Jongkok Perumnas Antang, Jalan AMD Raya, Kamis (2/7/2026).
Kamis, 02 Jul 2026 13:40
Makassar City
Pompa Intake Manggala Dioperasikan, Pasokan Air Baku Bertambah 300 Liter/Detik
Upaya Perumda Air Minum Kota Makassar dalam memperkuat pelayanan air bersih kepada masyarakat kembali menunjukkan hasil positif.
Kamis, 02 Jul 2026 10:06
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Djournal Resmikan Gerai Kedua di Makassar, Kini Hadir di Mal Ratu Indah
2
Ruas Pangkajene-Rappang di Kabupaten Sidrap Dipacu Rampung
3
Layanan Pemanduan & Penundaan PJM Wilayah 3 Melampaui Target RKAP
4
Milad ke-72 UMI, Zikir dan Haul Muassis Jadi Momentum Mengenang Jasa Pendiri
5
Diskon hingga 50%, Levi’s End of Season Sale Hadir Maksimalkan Gaya Musim Liburan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Djournal Resmikan Gerai Kedua di Makassar, Kini Hadir di Mal Ratu Indah
2
Ruas Pangkajene-Rappang di Kabupaten Sidrap Dipacu Rampung
3
Layanan Pemanduan & Penundaan PJM Wilayah 3 Melampaui Target RKAP
4
Milad ke-72 UMI, Zikir dan Haul Muassis Jadi Momentum Mengenang Jasa Pendiri
5
Diskon hingga 50%, Levi’s End of Season Sale Hadir Maksimalkan Gaya Musim Liburan