Mulai 19 Agustus, Job Fair Makassar 2026 Hadirkan 1.547 Lowongan Kerja
Selasa, 18 Agu 2026 19:37
Plt Kepala Disnaker Kota Makassar, Zainal Ibrahim. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) kembali menggelar bursa kerja atau Job Fair setelah terakhir dilaksanakan pada 2023. Kegiatan tersebut digelar di Phinisi Point Mall, Rabu (19/8/2026).
Sebanyak 50 perusahaan berpartisipasi dalam Job Fair 2026. Dari perusahaan tersebut tersedia sekitar 334 jenis lowongan dengan kebutuhan mencapai 1.547 tenaga kerja.
Plt Kepala Disnaker Kota Makassar, Zainal Ibrahim, mengatakan pelaksanaan Job Fair menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran di Kota Makassar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 tercatat sebesar 9,60 persen.
"Artinya masih ada masyarakat kita, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar 9 sampai 10 orang yang belum mendapatkan pekerjaan. Hal ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota juga untuk melakukan fasilitasi, sehingga masyarakat kita bisa mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh pekerjaan yang layak di sektor formal," ungkapnya, Selasa (18/8/2026).
Zainal mengatakan 334 lowongan yang tersedia tidak berarti setiap posisi hanya membutuhkan satu pekerja. Beberapa posisi dapat menerima lebih dari satu tenaga kerja.
"Dari 50 perusahaan tersebut, lowongan pekerjaan yang dibuka sekitar 334 lowongan. Namun, setiap lowongan itu tidak hanya membutuhkan satu manpower (tenaga kerja). Bisa saja ada dua atau tiga pekerja yang diterima dari satu lowongan tersebut. Jika ditotal secara keseluruhan dari 334 lowongan pekerjaan itu, ada 1.547 manpower atau tenaga kerja yang dibutuhkan," sebutnya.
Selain bursa lowongan kerja, Job Fair 2026 juga diisi dengan talkshow, seminar, dan pembinaan atau coaching bagi pencari kerja.
Disnaker Makassar juga menyiapkan bilik khusus untuk proses wawancara. Untuk mengantisipasi antrean, pencari kerja diwajibkan melakukan registrasi secara daring menggunakan barcode.
"Kami mencoba melakukan mitigasi risiko untuk hal tersebut, sehingga pencari kerja ini harus melakukan registrasi secara online maupun menggunakan barcode. Jika belum online, kami siapkan barcode di lokasi," sambung Zainal.
Panitia menyiapkan dua jenis barcode. Barcode pertama digunakan untuk registrasi umum, sedangkan barcode kedua digunakan untuk memilih posisi pekerjaan yang tersedia.
Zainal mengatakan pelaksanaan Job Fair tersebut telah mendapatkan izin dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI. Data pencari kerja dan lowongan yang tersedia juga terhubung dengan aplikasi SIAPkerja milik Kemnaker.
Ia menegaskan sistem tersebut memungkinkan pemerintah pusat memantau jumlah pencari kerja dan lowongan yang tersedia.
Pencari kerja juga diwajibkan menggunakan barcode pilihan posisi untuk menentukan lowongan yang dituju.
"Kami sudah menyampaikan melalui Instagram mengenai posisi apa saja dari 50 perusahaan tersebut yang akan menerima lowongan. Fungsi barcode kedua ini adalah untuk mengarahkan pencari kerja ke perusahaan yang dituju, sehingga perusahaan juga dapat melihat berapa jumlah pencari kerja yang mendaftar di tempat mereka," urainya.
Zainal mengatakan Disnaker belum dapat memetakan sektor pekerjaan yang paling banyak diminati karena proses pendaftaran masih berlangsung.
"Saya kira porsinya masih relatif kecil. Kalau kita bicara angka 9,60% Tingkat Pengangguran Terbuka dengan jumlah angkatan kerja kita berdasarkan data BPS sebanyak 688.000 orang, berarti masih ada sekitar 60.000 lebih pengangguran terbuka. Ini untuk sektor formal ya. Bisa saja sebagian dari mereka sudah masuk ke sektor nonformal, tetapi kan tidak terdata secara resmi," paparnya.
Menurut Zainal, Job Fair bukan satu-satunya cara untuk menekan angka pengangguran. Pemerintah juga mendorong pengembangan sektor perdagangan, koperasi, dan UMKM yang dinilai dapat membuka lapangan kerja.
Target penurunan pengangguran juga masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan menjadi tanggung jawab lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Selain melalui Job Fair, Disnaker Makassar juga mendorong penyerapan tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan keterampilan.
Program tersebut antara lain pelatihan menjahit, tata boga, barbershop, barista, hingga operator alat berat.
"Pelatihan operator alat berat ini, kami melatih sekitar 32 orang. Saya meminta kepada lembaga yang bekerja sama dengan kami untuk memanggangkan mereka. Berdasarkan data terakhir yang saya dapatkan, mereka sudah lulus bulan lalu dan saat ini sudah ada sekitar 10 orang yang masuk tahap pemagangan. Mereka bahkan sudah dibayar, meskipun belum menerima gaji penuh. Penempatannya pun tidak hanya di sini, karena operator alat berat ini digunakan di berbagai daerah seperti Kalimantan, Luwu Timur, Maluku, hingga Sulawesi Tengah," pungkasnya.
Sebanyak 50 perusahaan berpartisipasi dalam Job Fair 2026. Dari perusahaan tersebut tersedia sekitar 334 jenis lowongan dengan kebutuhan mencapai 1.547 tenaga kerja.
Plt Kepala Disnaker Kota Makassar, Zainal Ibrahim, mengatakan pelaksanaan Job Fair menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran di Kota Makassar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 tercatat sebesar 9,60 persen.
"Artinya masih ada masyarakat kita, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar 9 sampai 10 orang yang belum mendapatkan pekerjaan. Hal ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota juga untuk melakukan fasilitasi, sehingga masyarakat kita bisa mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk memperoleh pekerjaan yang layak di sektor formal," ungkapnya, Selasa (18/8/2026).
Zainal mengatakan 334 lowongan yang tersedia tidak berarti setiap posisi hanya membutuhkan satu pekerja. Beberapa posisi dapat menerima lebih dari satu tenaga kerja.
"Dari 50 perusahaan tersebut, lowongan pekerjaan yang dibuka sekitar 334 lowongan. Namun, setiap lowongan itu tidak hanya membutuhkan satu manpower (tenaga kerja). Bisa saja ada dua atau tiga pekerja yang diterima dari satu lowongan tersebut. Jika ditotal secara keseluruhan dari 334 lowongan pekerjaan itu, ada 1.547 manpower atau tenaga kerja yang dibutuhkan," sebutnya.
Selain bursa lowongan kerja, Job Fair 2026 juga diisi dengan talkshow, seminar, dan pembinaan atau coaching bagi pencari kerja.
Disnaker Makassar juga menyiapkan bilik khusus untuk proses wawancara. Untuk mengantisipasi antrean, pencari kerja diwajibkan melakukan registrasi secara daring menggunakan barcode.
"Kami mencoba melakukan mitigasi risiko untuk hal tersebut, sehingga pencari kerja ini harus melakukan registrasi secara online maupun menggunakan barcode. Jika belum online, kami siapkan barcode di lokasi," sambung Zainal.
Panitia menyiapkan dua jenis barcode. Barcode pertama digunakan untuk registrasi umum, sedangkan barcode kedua digunakan untuk memilih posisi pekerjaan yang tersedia.
Zainal mengatakan pelaksanaan Job Fair tersebut telah mendapatkan izin dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI. Data pencari kerja dan lowongan yang tersedia juga terhubung dengan aplikasi SIAPkerja milik Kemnaker.
Ia menegaskan sistem tersebut memungkinkan pemerintah pusat memantau jumlah pencari kerja dan lowongan yang tersedia.
Pencari kerja juga diwajibkan menggunakan barcode pilihan posisi untuk menentukan lowongan yang dituju.
"Kami sudah menyampaikan melalui Instagram mengenai posisi apa saja dari 50 perusahaan tersebut yang akan menerima lowongan. Fungsi barcode kedua ini adalah untuk mengarahkan pencari kerja ke perusahaan yang dituju, sehingga perusahaan juga dapat melihat berapa jumlah pencari kerja yang mendaftar di tempat mereka," urainya.
Zainal mengatakan Disnaker belum dapat memetakan sektor pekerjaan yang paling banyak diminati karena proses pendaftaran masih berlangsung.
"Saya kira porsinya masih relatif kecil. Kalau kita bicara angka 9,60% Tingkat Pengangguran Terbuka dengan jumlah angkatan kerja kita berdasarkan data BPS sebanyak 688.000 orang, berarti masih ada sekitar 60.000 lebih pengangguran terbuka. Ini untuk sektor formal ya. Bisa saja sebagian dari mereka sudah masuk ke sektor nonformal, tetapi kan tidak terdata secara resmi," paparnya.
Menurut Zainal, Job Fair bukan satu-satunya cara untuk menekan angka pengangguran. Pemerintah juga mendorong pengembangan sektor perdagangan, koperasi, dan UMKM yang dinilai dapat membuka lapangan kerja.
Target penurunan pengangguran juga masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan menjadi tanggung jawab lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
Selain melalui Job Fair, Disnaker Makassar juga mendorong penyerapan tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan keterampilan.
Program tersebut antara lain pelatihan menjahit, tata boga, barbershop, barista, hingga operator alat berat.
"Pelatihan operator alat berat ini, kami melatih sekitar 32 orang. Saya meminta kepada lembaga yang bekerja sama dengan kami untuk memanggangkan mereka. Berdasarkan data terakhir yang saya dapatkan, mereka sudah lulus bulan lalu dan saat ini sudah ada sekitar 10 orang yang masuk tahap pemagangan. Mereka bahkan sudah dibayar, meskipun belum menerima gaji penuh. Penempatannya pun tidak hanya di sini, karena operator alat berat ini digunakan di berbagai daerah seperti Kalimantan, Luwu Timur, Maluku, hingga Sulawesi Tengah," pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Tim Gasta dengan Formasi Candi Borobudur saat Turunkan Merah Putih di Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, kembali menunjukkan kekompakan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI.
Selasa, 18 Agu 2026 12:06
News
Peringati HUT RI ke-81, Pemkot Makassar Luncurkan 3 Fitur Layanan Publik di Lontara+
Pemerintah Kota (Pemkot Makassar) melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan partisipatif kepada masyarakat.
Senin, 17 Agu 2026 13:13
Makassar City
Sudah 14 Kecamatan Dijelajahi, DLH Makassar Perkuat Gerakan Makassar Bebas Sampah
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, bersama Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar yang juga Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, menghadiri Jelajah Sampah yang dilaksanakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar di SMPN 30 Makassar, Kecamatan Tamalanrea, Jalan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Minggu (16/8/2026).
Senin, 17 Agu 2026 08:38
Makassar City
Gathering Pegawai HUT ke-102 Perumda Air Minum, Munafri Tekankan Profesionalitas
Perumda Air Minum Kota Makassar menggelar Gathering Pegawai di Pantai Indah Bosowa Makassar, Sabtu (15/8/2026).
Minggu, 16 Agu 2026 11:58
Makassar City
70 Paskibraka Makassar Siap Kibarkan Merah Putih di Karebosi
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, resmi mengukuhkan 70 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kota Makassar Tahun 2026 di Baruga Anging Mammiri, Sabtu (15/8/2026).
Minggu, 16 Agu 2026 07:10
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Lenovo IdeaPad Slim 3i Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp11,7 Juta
2
Ribuan Pendaki Peringati HUT RI ke 81 di Gunung Bawakaraeng
3
Perambahan Hutan Tanamalia Makin Menggila, Gakkum: Sudah Mendekati 5.000 Hektare
4
Ketua Fraksi LBK Ingin Sekretaris Golkar Sulsel Figur yang Lincah Bekerja
5
Tutup Rangkaian ICE SPORT 2026, Himatik FT-UNM Sukses Gelar Laga Futsal
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Lenovo IdeaPad Slim 3i Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp11,7 Juta
2
Ribuan Pendaki Peringati HUT RI ke 81 di Gunung Bawakaraeng
3
Perambahan Hutan Tanamalia Makin Menggila, Gakkum: Sudah Mendekati 5.000 Hektare
4
Ketua Fraksi LBK Ingin Sekretaris Golkar Sulsel Figur yang Lincah Bekerja
5
Tutup Rangkaian ICE SPORT 2026, Himatik FT-UNM Sukses Gelar Laga Futsal