Serapan Anggaran di Bawah 30%, DPRD Makassar Minta SKPD Percepat Kinerja
Sabtu, 04 Jul 2026 09:27
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin, di Kantor Sementara DPRD Kota Makassar, eks Kantor Perumnas Regional VII, Jalan Hertasning. Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Komisi C DPRD Kota Makassar menyoroti rendahnya realisasi serapan anggaran sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga triwulan kedua tahun 2026.
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin, mengungkapkan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev), rata-rata serapan anggaran mitra kerjanya hingga akhir Juni masih berada di bawah 30 persen.
"Harusnya, idealnya serapan anggaran pada monev kedua ini dari bulan Januari sampai Juni sudah mencapai 50%. Namun, rata-rata yang saya lihat saat ini masih di bawah 30%," ungkapnya, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Azwar, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan seluruh SKPD agar segera mempercepat pelaksanaan program serta penyerapan anggaran yang telah dialokasikan.
"Hal ini harus segera dimaksimalkan karena jika serapan anggaran tersebut terlambat, tentu masyarakat yang akan dirugikan. Jangan sampai nanti di akhir tahun kita terburu-buru. Memang ada yang beranggapan, 'Misalkan sisa waktu 6 bulan lagi, itu masih bisa terkejar'," jelasnya.
Ia menilai keterlambatan penyerapan anggaran berpotensi menyebabkan program pembangunan tidak berjalan optimal dan berdampak pada tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).
"Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) kita mencapai ratusan miliar setiap tahunnya. Maka dari itu, mumpung masih ada waktu, kami mengingatkan. Inilah hasil dari monev tersebut," terang Azwar.
Komisi C juga meminta seluruh mitra kerjanya untuk memaksimalkan realisasi belanja, terutama program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami mengingatkan agar kinerja atau serapan anggaran di dinas-dinas kembali dimaksimalkan, terutama yang berkaitan langsung dengan masyarakat serta kegiatan fisik yang menyentuh kepentingan masyarakat luas," pesannya.
Politisi PKS tersebut menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang diduga memengaruhi rendahnya serapan anggaran, salah satunya persoalan administrasi dan pengelolaan keuangan.
"Kemudian masalah keuangan, atau belum adanya instruksi yang kuat untuk memaksimalkan hal tersebut. Kemungkinan juga karena alur kasnya sedang diatur. Tetapi, kami mengingatkan secara umum bahwa anggaran ini harus tetap dimaksimalkan," bebernya.
Karena itu, Azwar meminta setiap SKPD segera mempercepat pelaksanaan kegiatan yang telah masuk dalam daftar program dan anggaran tahun berjalan.
"Terutama yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, seperti perbaikan jalan, drainase, kemudian bangunan-bangunan fisik. Misalnya pembangunan ruang kelas baru, atau kantor-kantor lurah yang belum terbangun. Selain jalan, pekerjaan-pekerjaan non-fisik yang menjadi prioritas utama juga tentu harus dipercepat," tegas Azwar.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini belum ada mitra kerja Komisi C yang mencatatkan serapan anggaran secara maksimal.
"Hampir semua. Rata-rata semuanya masih rendah dan itu semua mitra Komisi C," singkatnya.
Adapun mitra kerja Komisi C DPRD Kota Makassar meliputi Dinas Pekerjaan Umum, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Tata Ruang dan Bangunan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup, Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ), serta Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Makassar.
Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin, mengungkapkan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev), rata-rata serapan anggaran mitra kerjanya hingga akhir Juni masih berada di bawah 30 persen.
"Harusnya, idealnya serapan anggaran pada monev kedua ini dari bulan Januari sampai Juni sudah mencapai 50%. Namun, rata-rata yang saya lihat saat ini masih di bawah 30%," ungkapnya, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Azwar, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan seluruh SKPD agar segera mempercepat pelaksanaan program serta penyerapan anggaran yang telah dialokasikan.
"Hal ini harus segera dimaksimalkan karena jika serapan anggaran tersebut terlambat, tentu masyarakat yang akan dirugikan. Jangan sampai nanti di akhir tahun kita terburu-buru. Memang ada yang beranggapan, 'Misalkan sisa waktu 6 bulan lagi, itu masih bisa terkejar'," jelasnya.
Ia menilai keterlambatan penyerapan anggaran berpotensi menyebabkan program pembangunan tidak berjalan optimal dan berdampak pada tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).
"Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) kita mencapai ratusan miliar setiap tahunnya. Maka dari itu, mumpung masih ada waktu, kami mengingatkan. Inilah hasil dari monev tersebut," terang Azwar.
Komisi C juga meminta seluruh mitra kerjanya untuk memaksimalkan realisasi belanja, terutama program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami mengingatkan agar kinerja atau serapan anggaran di dinas-dinas kembali dimaksimalkan, terutama yang berkaitan langsung dengan masyarakat serta kegiatan fisik yang menyentuh kepentingan masyarakat luas," pesannya.
Politisi PKS tersebut menjelaskan, terdapat sejumlah faktor yang diduga memengaruhi rendahnya serapan anggaran, salah satunya persoalan administrasi dan pengelolaan keuangan.
"Kemudian masalah keuangan, atau belum adanya instruksi yang kuat untuk memaksimalkan hal tersebut. Kemungkinan juga karena alur kasnya sedang diatur. Tetapi, kami mengingatkan secara umum bahwa anggaran ini harus tetap dimaksimalkan," bebernya.
Karena itu, Azwar meminta setiap SKPD segera mempercepat pelaksanaan kegiatan yang telah masuk dalam daftar program dan anggaran tahun berjalan.
"Terutama yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, seperti perbaikan jalan, drainase, kemudian bangunan-bangunan fisik. Misalnya pembangunan ruang kelas baru, atau kantor-kantor lurah yang belum terbangun. Selain jalan, pekerjaan-pekerjaan non-fisik yang menjadi prioritas utama juga tentu harus dipercepat," tegas Azwar.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini belum ada mitra kerja Komisi C yang mencatatkan serapan anggaran secara maksimal.
"Hampir semua. Rata-rata semuanya masih rendah dan itu semua mitra Komisi C," singkatnya.
Adapun mitra kerja Komisi C DPRD Kota Makassar meliputi Dinas Pekerjaan Umum, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Tata Ruang dan Bangunan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Lingkungan Hidup, Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ), serta Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Makassar.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Kemensos Jadikan Makassar Pilot Project Gerakan Nasional Peduli Tetangga
Kementerian Sosial (Kemensos) RI meluncurkan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial (Perlinsos) di GOR Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Minggu.
Minggu, 04 Okt 2026 20:39
Makassar City
Makassar Target Pertahankan Gelar Juara Umum di Porprov 2026
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendukung penuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan, yang dijadwalkan pada 7-14 November 2026 mendatang.
Sabtu, 03 Okt 2026 14:52
Makassar City
Pemkot Makassar Pastikan PBB-P2 dan NJOP Tidak Naik
Pemerintah Kota Makassar, lewat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memastikan tidak menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) maupun Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sepanjang 2026 hingga tahun 2027 mendatang.
Jum'at, 02 Okt 2026 22:31
News
Realisasi PBB Tembus 113%, Kecamatan Ujung Tanah Raih Peringkat Pertama di Makassar
Kerja keras Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah dalam menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) membuahkan hasil gemilang.
Jum'at, 02 Okt 2026 15:59
Makassar City
APBD Perubahan Makassar Rp5,26 Triliun, Perlindungan Pekerja Rentan Diperkuat
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama DPRD Kota Makassar resmi mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp5,26 triliun.
Kamis, 01 Okt 2026 06:32
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah
2
Kebakaran Lahan 3 Hektare di Lutim Padam Setelah Tiga Jam Pemadaman
3
Tekuk Kaltim 1-0, Superco Superteam Juara dan Siap Lahirkan Talenta Timnas
4
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bentuk Karakter Siswa Lewat Perkemahan Pramuka
5
Musdalub DPD SP PLN UIP Sulawesi Teguhkan Regenerasi & Soliditas Serikat Pekerja
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Semen Tonasa Ungkap Keunggulan Bata Interlock Presisi untuk Bangun Rumah
2
Kebakaran Lahan 3 Hektare di Lutim Padam Setelah Tiga Jam Pemadaman
3
Tekuk Kaltim 1-0, Superco Superteam Juara dan Siap Lahirkan Talenta Timnas
4
SMA Islam Athirah Bukit Baruga Bentuk Karakter Siswa Lewat Perkemahan Pramuka
5
Musdalub DPD SP PLN UIP Sulawesi Teguhkan Regenerasi & Soliditas Serikat Pekerja