Makassar Tuan Rumah HUT Dekranas ke-46, 3.000 Peserta dari 38 Provinsi Siap Hadir

Selasa, 07 Jul 2026 19:34
Makassar Tuan Rumah HUT Dekranas ke-46, 3.000 Peserta dari 38 Provinsi Siap Hadir
Suasana konferensi pers HUT Derkranas di Azalea Hall, Hotel Claro, Makassar, Selasa (7/7/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Sulawesi Selatan bersiap menjadi tuan rumah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Kegiatan berskala nasional ini akan diikuti sekitar 3.000 peserta yang terdiri atas jajaran Tim Penggerak PKK dan perwakilan Dekranasda dari 38 provinsi. Seluruh rangkaian acara dipusatkan di Trans Studio Mall (TSM) Makassar.

Ketua Harian TP PKK Sulawesi Selatan, Melani Simon, mengatakan Makassar akan menjadi tuan rumah dua agenda nasional yang berlangsung pada 8–12 Juli 2026.

"8 Juli 2026 acara puncak HUT Dekranas ke-46 dan pamerannya khusus untuk wilayah Sulawesi Selatan. Lalu 9–12 Juli 2026 yaitu kegiatan Selindo (Seluruh Indonesia), yang akan dihadiri oleh Dekranasda dari seluruh Indonesia. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini akan berlangsung dari tanggal 8 hingga 12 Juli 2026," ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Menurut Melani, Ketua Umum Dekranas Pusat, Selvi Gibran, dijadwalkan hadir untuk membuka puncak acara sekaligus pameran HUT Dekranas ke-46. Selvi rencananya datang pada 10 Juli. Ia juga dijadwalkan meninjau salah satu titik pemberdayaan ekonomi masyarakat sebelum akhirnya ke TSM.

Tahun ini, HUT Dekranas mengusung tema "Cinta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia". Tema tersebut diharapkan menjadi pendorong pengembangan industri kerajinan nasional, khususnya sektor kriya dan wastra.

"Melalui tema serta pameran dan rangkaian acara puncak Dekranas ke-46 ini, kami berharap para pelaku UMKM dapat memperoleh akses pasar yang jauh lebih luas. Ini adalah bentuk pemberdayaan UMKM kriya dan wastra, di mana mereka tidak hanya bisa 'naik kelas' dari kondisi saat ini, tetapi juga tidak hanya berkiprah di kancah nasional melainkan mampu menembus pasar internasional," terangnya.

Melani mengatakan Sulawesi Selatan ingin memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan potensi kriya dan wastra daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia.

"Tentu saja, kita tidak ingin hanya sekadar menjadi penyelenggara. Ini adalah kesempatan emas bagi kita semua untuk mempromosikan, mensosialisasikan, dan memperkenalkan potensi wastra serta kriya khas Sulawesi Selatan kepada seluruh Indonesia. Jika memungkinkan, kita juga bisa membuka peluang kerja sama dengan daerah lain terkait substansi atau tematik dari kegiatan Dekranas tahun ini," ungkapnya.

Selain pameran, panitia juga menyiapkan sejumlah agenda edukatif selama pelaksanaan kegiatan. Materinya mencakup pengembangan kriya dan wastra serta pemanfaatan ekonomi digital bagi UMKM.

Menurut Melani, perhelatan tahun ini memiliki konsep berbeda dibandingkan pelaksanaan sebelumnya karena pameran untuk pertama kalinya digelar di dalam pusat perbelanjaan.

"Pertimbangan kami menyelenggarakannya di mall adalah agar akses terhadap produk UMKM wastra dan kriya ini bisa lebih dekat dengan masyarakat dan lebih inklusif. Langkah ini diharapkan dapat membantu sosialisasi sekaligus membantu UMKM memperkenalkan produknya secara lebih luas," ujarnya.

Ia menilai lokasi pameran di mal memiliki nilai strategis karena memungkinkan produk UMKM menjangkau pengunjung yang lebih beragam, termasuk kalangan muda.

Rangkaian HUT Dekranas ke-46 dijadwalkan berakhir pada 12 Juli 2026. Pada penutupan acara, panitia akan menampilkan rangkuman kegiatan sekaligus mengevaluasi capaian selama pelaksanaan.

"Pada momen tersebut, kami akan memperlihatkan rangkuman (highlight) selama penyelenggaraan kegiatan Dekranas ke-46 ini. Kami juga berharap dapat melihat capaian target, baik secara nasional maupun target dari panitia daerah. Target yang diukur tidak hanya dari nilai transaksi ekonomi wastra dan kriya saja, melainkan juga dari hal-hal lain," tutur Melani.

Ia menjelaskan, salah satu indikator yang akan diukur adalah jumlah pengunjung yang datang ke pameran.

"Kami akan mendeteksi jumlah pengunjung yang khusus datang untuk menghadiri pameran ini. Berdasarkan data, jumlah pengunjung mall pada akhir pekan (weekend) bisa mencapai 20.000 hingga 40.000 orang, sedangkan pada hari kerja (weekday) berkisar antara 5.000 hingga 7.000 orang per hari. Ini merupakan data potensial yang besar bagi kami di panitia daerah, dan menjadi alasan utama mengapa mall dipilih sebagai lokasi acara," sebutnya.

Melani menambahkan, pelaksanaan HUT Dekranas ke-46 di Makassar menjadi perhelatan nasional pertama di Sulawesi Selatan yang digelar di dalam mal.

"Kami tidak hanya berusaha menjadi panitia yang memberikan pelayanan terbaik, tetapi juga berharap dapat menangkap peluang ekonomi dan dampak sosial yang positif selama beberapa hari pelaksanaan kegiatan ini. Ini adalah momentum yang sangat baik untuk Sulawesi Selatan, karena untuk kawasan Timur Indonesia, kitalah yang pertama kali melaksanakannya. Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan," jelasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru