Proyek Duplikasi Jembatan Maros Dimulai, Ditarget Rampung Agustus 2027

Selasa, 07 Jul 2026 10:54
Proyek Duplikasi Jembatan Maros Dimulai, Ditarget Rampung Agustus 2027
Peletakan batu pertama pembangunan Proyek duplikasi Jembatan Maros yang terletak di Jalan Jendral Sudirman. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Comment
Share
MAROS - Proyek duplikasi Jembatan Maros yang terletak di Jalan Jendral Sudirman resmi dikerjakan sebagai upaya mengurai kemacetan di jalur nasional yang menghubungkan Makassar, Maros, Pangkep.

Pembangunan jembatan baru ini ditargetkan selesai pada Agustus 2027 mendatang, dengan anggaran sebesar Rp51,6 Miliar.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan, Indra Cahya Kusuma, mengatakan, anggaran proyek ini bersumber dari APBN tahun anggaran 2026–2027 melalui skema multi years.

Dia mengatakan, pelaksanaan proyek jembatan Maros ini akan berlangsung selama 480 hari atau sekitar 16 bulan.

"Kontraknya multi years 2026–2027. Kita harapkan sebetulnya Agustus bisa selesai. Kalau dari jadwal awal direncanakan selesai September tahun depan," ujar Indra kepada wartawan di lokasi peletakan batu pertama pembangunan jembatan Maros, Selasa (7/7/2026).

Saat ini, kata dia, pekerjaan masih berada pada tahap persiapan berupa mutual check yang melibatkan kontraktor, konsultan supervisi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan satuan kerja sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Indra menjelaskan, proyek tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Dia mengatakan, sekaitan dengan pembebasan lahan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Maros, dengan menggunakan dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

"Secara teknis, jembatan baru ini memiliki konsep yang sama dengan jembatan eksisting. Panjangnya sekitar 103 meter yang terdiri atas tiga bentang dengan dua abutmen dan dua pilar," ujarnya.

Dia menambahkan, nantinya fondasi jembatan ini akan menggunakan bored pile sedalam 8 sampai 10 meter dengan diameter 80 sentimeter.

Pihaknya menargetkan, pekerjaan fondasi selesai pada Desember 2026.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi datangnya musim hujan yang berpotensi meningkatkan debit Sungai Maros sehingga menyulitkan pekerjaan alat berat di area sungai.

"Pekerjaan bangunan bawah kita harapkan selesai Desember karena memasuki musim penghujan. Saat debit sungai naik, pekerjaan bored pile akan lebih sulit dilakukan," katanya.

Menurut Indra, desain tiga bentang pada jembatan baru juga telah mempertimbangkan aspek keamanan aliran sungai. Struktur tersebut dipastikan tidak akan menghambat aliran air maupun material seperti batang pohon yang terbawa arus saat banjir.

Selama proses pembangunan, arus lalu lintas di jembatan lama dipastikan tetap berfungsi normal. Sebab, jembatan baru dibangun tepat di sisi jembatan eksisting sehingga tidak memerlukan penutupan maupun pengalihan arus kendaraan.

"Nanti setelah selesai, jalur empat lajur yang sudah ada di kedua sisi akan tersambung. Selama ini bottleneck terjadi karena jembatannya masih dua lajur. Dengan adanya duplikasi, kemacetan terutama pada jam sibuk diharapkan bisa terurai dan konektivitas Makassar menuju Pangkep, Barru hingga Bone menjadi lebih lancar," pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman dalam sambutannya mengatakan, pembangunan Jembatan Sungai Maros A merupakan salah satu proyek strategis yang akan memperkuat konektivitas di Sulawesi Selatan.

"Pembangunan jembatan dengan anggaran sebesar Rp51,6 miliar ini merupakan salah satu proyek strategis pada koridor Jalan Penghubung Makassar-Kabupaten Pangkep yang menjadi bagian dari Jalur Lintas Sulawesi," katanya.

Menurut Andi Sudirman, pelebaran jembatan akan meningkatkan kapasitas ruas jalan nasional yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan, khususnya di wilayah Kabupaten Maros.

Dia menjelaskan, proyek tersebut merupakan hasil sinergi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kabupaten Maros, dan BBPJN Sulawesi Selatan. Proses pelaksanaannya juga akan mendapat pendampingan aparat penegak hukum agar berjalan sesuai aturan.

"Kami memohon pendampingan dari aparat penegak hukum agar seluruh proses pembangunan berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran," ujarnya.

Andi Sudirman juga mengajak masyarakat, terutama warga yang terdampak langsung, untuk mendukung sekaligus mengawal pembangunan hingga selesai.

"Yang tidak kalah penting, kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya yang terdampak langsung, untuk bersama-sama mendukung dan mengawal pembangunan ini. Dengan kolaborasi semua pihak, insyaAllah proyek ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat," ungkapnya.
(MAN)
Berita Terkait
Warga Tuntut Keadilan Pembebasan Lahan Proyek Duplikat Jembatan Sungai Maros
News
Warga Tuntut Keadilan Pembebasan Lahan Proyek Duplikat Jembatan Sungai Maros
Rencana pembangunan Proyek Duplikat Jembatan Sungai Maros oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menuai polemik.
Senin, 06 Jul 2026 17:47
Gubernur Salurkan Bantuan untuk Keluarga Anak Korban Tenggelam di Pantai Depan Masjid 99 Kubah
News
Gubernur Salurkan Bantuan untuk Keluarga Anak Korban Tenggelam di Pantai Depan Masjid 99 Kubah
Kepedulian Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, kembali hadir bagi masyarakat yang tengah berduka. Sebagai bentuk empati atas musibah yang dialami keluarga almarhum Muh Hafid Al-Imran (10), Andi Sudirman menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan berupa dana santunan dan sejumlah paket sembako.
Senin, 06 Jul 2026 16:31
Bertahun-Tahun Rusak, Ruas Bua-Rantepao Akhirnya Dibangun Melalui Program MYP Pemprov Sulsel
News
Bertahun-Tahun Rusak, Ruas Bua-Rantepao Akhirnya Dibangun Melalui Program MYP Pemprov Sulsel
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi melakukan groundbreaking pembangunan Paket 6 Multiyears Project (MYP) Infrastruktur Jalan
Senin, 06 Jul 2026 08:10
Groundbreaking Irigasi di Luwu, Gubernur Sulsel: Mari Kawal Bersama untuk Petani Kita
News
Groundbreaking Irigasi di Luwu, Gubernur Sulsel: Mari Kawal Bersama untuk Petani Kita
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melakukan groundbreaking dan peletakan batu pertama pembangunan Daerah Irigasi Lengkong Pini dan Makawa di Desa Sampeang, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sabtu (4/7/2026).
Minggu, 05 Jul 2026 16:31
Ruas Pangkajene-Rappang di Kabupaten Sidrap Dipacu Rampung
Sulsel
Ruas Pangkajene-Rappang di Kabupaten Sidrap Dipacu Rampung
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meninjau langsung progres pembangunan ruas jalan Pangkajene-Rappang di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (2/7/2026).
Jum'at, 03 Jul 2026 08:33
Berita Terbaru