BRI Perkuat Transformasi, Dividen Tembus Rekor Rp52,1 Triliun
Selasa, 07 Jul 2026 14:09
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membagikan dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham. Foto/Istimewa
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) membagikan dividen tunai Tahun Buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham. Nilai tersebut menjadi dividen tertinggi sepanjang sejarah perseroan, sekaligus menegaskan posisi BRI sebagai salah satu penyumbang dividen terbesar bagi negara.
Pembagian dividen tersebut mengacu pada laba konsolidasian BRI per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp57,132 triliun, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.
Kinerja positif BRI berlanjut pada triwulan I 2026. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit meningkat 13,7 persen yoy menjadi Rp1.562 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 9,4 persen yoy menjadi Rp1.555 triliun.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan kehadiran Danantara menjadi momentum untuk memperkuat sinergi sekaligus mempercepat transformasi bisnis perseroan agar semakin berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
"BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat peran dalam mendukung pencapaian program strategis nasional serta berbagai program prioritas pemerintah. Kami ingin memastikan pertumbuhan perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata BRI dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Hery dalam keterangan resminya, Selasa (7/7/2026).
Sebagai bagian dari transformasi, BRI menjalankan program BRIVolution Reignite yang berfokus pada penguatan fondasi bisnis, peningkatan efisiensi, percepatan digitalisasi, pengembangan bisnis inti, serta penciptaan sumber pertumbuhan baru. Program tersebut juga ditandai dengan peluncuran identitas korporasi baru bertepatan dengan peringatan HUT ke-130 BRI.
"Melalui inisiatif corporate rebranding, BRI menghadirkan identitas yang lebih modern, universal, inklusif, dan relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia, tanpa meninggalkan nilai-nilai utama yang telah menjadi fondasi perseroan, yakni DNA keberpihakan kepada rakyat, pemberdayaan UMKM, serta peran strategis BRI sebagai agent of development," kata Hery.
Di sisi pendanaan, kualitas struktur dana BRI juga terus membaik. Hingga triwulan I 2026, dana murah (CASA) tumbuh 13,2 persen secara tahunan menjadi Rp1.058,6 triliun. Peningkatan tersebut mendorong rasio CASA menjadi 68,07 persen dan menurunkan cost of fund (CoF) menjadi 2,3 persen dari sebelumnya 3 persen.
Komitmen BRI dalam pembiayaan sektor produktif juga terus diperkuat. Sepanjang Januari-Mei 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp84,36 triliun atau 46,87 persen dari total alokasi Rp180 triliun. Sebanyak 67,18 persen di antaranya disalurkan ke sektor produktif, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar senilai Rp35,91 triliun.
Di sektor perumahan, penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP) hingga 31 Mei 2026 mencapai Rp9,5 triliun kepada 68.212 debitur. Perseroan juga menaikkan target penyaluran KPP tahun ini dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun guna memperluas akses pembiayaan hunian masyarakat.
BRI juga terus memperkuat pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Hingga saat ini, perseroan telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku.
Kontribusi anak usaha turut menopang kinerja BRI Group. Hingga akhir triwulan I 2026, entitas anak menyumbang laba sebesar Rp3,89 triliun atau setara 25,1 persen dari laba bersih konsolidasian BRI.
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menilai transformasi yang dilakukan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.
"Kinerja bank Himbara yang positif menjadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, UMKM, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional," ujar Dony.
Pembagian dividen tersebut mengacu pada laba konsolidasian BRI per 31 Desember 2025 yang mencapai Rp57,132 triliun, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.
Kinerja positif BRI berlanjut pada triwulan I 2026. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit meningkat 13,7 persen yoy menjadi Rp1.562 triliun. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 9,4 persen yoy menjadi Rp1.555 triliun.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan kehadiran Danantara menjadi momentum untuk memperkuat sinergi sekaligus mempercepat transformasi bisnis perseroan agar semakin berkontribusi terhadap pembangunan nasional.
"BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru. Keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat peran dalam mendukung pencapaian program strategis nasional serta berbagai program prioritas pemerintah. Kami ingin memastikan pertumbuhan perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata BRI dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Hery dalam keterangan resminya, Selasa (7/7/2026).
Sebagai bagian dari transformasi, BRI menjalankan program BRIVolution Reignite yang berfokus pada penguatan fondasi bisnis, peningkatan efisiensi, percepatan digitalisasi, pengembangan bisnis inti, serta penciptaan sumber pertumbuhan baru. Program tersebut juga ditandai dengan peluncuran identitas korporasi baru bertepatan dengan peringatan HUT ke-130 BRI.
"Melalui inisiatif corporate rebranding, BRI menghadirkan identitas yang lebih modern, universal, inklusif, dan relevan bagi seluruh masyarakat Indonesia, tanpa meninggalkan nilai-nilai utama yang telah menjadi fondasi perseroan, yakni DNA keberpihakan kepada rakyat, pemberdayaan UMKM, serta peran strategis BRI sebagai agent of development," kata Hery.
Di sisi pendanaan, kualitas struktur dana BRI juga terus membaik. Hingga triwulan I 2026, dana murah (CASA) tumbuh 13,2 persen secara tahunan menjadi Rp1.058,6 triliun. Peningkatan tersebut mendorong rasio CASA menjadi 68,07 persen dan menurunkan cost of fund (CoF) menjadi 2,3 persen dari sebelumnya 3 persen.
Komitmen BRI dalam pembiayaan sektor produktif juga terus diperkuat. Sepanjang Januari-Mei 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp84,36 triliun atau 46,87 persen dari total alokasi Rp180 triliun. Sebanyak 67,18 persen di antaranya disalurkan ke sektor produktif, dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar senilai Rp35,91 triliun.
Di sektor perumahan, penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP) hingga 31 Mei 2026 mencapai Rp9,5 triliun kepada 68.212 debitur. Perseroan juga menaikkan target penyaluran KPP tahun ini dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun guna memperluas akses pembiayaan hunian masyarakat.
BRI juga terus memperkuat pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Hingga saat ini, perseroan telah membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku.
Kontribusi anak usaha turut menopang kinerja BRI Group. Hingga akhir triwulan I 2026, entitas anak menyumbang laba sebesar Rp3,89 triliun atau setara 25,1 persen dari laba bersih konsolidasian BRI.
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menilai transformasi yang dilakukan bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) telah memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.
"Kinerja bank Himbara yang positif menjadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan, termasuk industri manufaktur, hilirisasi sumber daya alam, infrastruktur, UMKM, serta berbagai sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional," ujar Dony.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
OJK: Sektor Jasa Keuangan Sulsel Stabil, Kredit & Dana Masyarakat Terus Tumbuh
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, mengatakan kondisi tersebut tercermin dari kinerja positif sektor perbankan, pasar modal, dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).
Minggu, 28 Jun 2026 14:31
Ekbis
Perkuat Stabilitas Perbankan, LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk menaikkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) simpanan yang berlaku mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.
Jum'at, 26 Jun 2026 09:04
Ekbis
RUPST Telkom: Dividen Jumbo Disetujui, Jajaran Direksi Dipertahankan
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun kepada pemegang saham. Keputusan itu disetujui dalam RUPST.
Selasa, 09 Jun 2026 16:52
Ekbis
RUPST Tahun Buku 2025: Telkom Tebar Dividen Rp21,9 Triliun
Telkom membagikan dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun kepada pemegang saham berdasarkan hasil RUPST Tahun Buku 2025 yang digelar secara daring, Senin (8/6).
Selasa, 09 Jun 2026 10:19
Ekbis
BSI Cairkan Dividen Rp1,51 Triliun Hari Ini, Naik 44 Persen
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara resmi membayarkan dividen tunai sebesar Rp1,51 triliun kepada para pemegang saham pada Kamis (5/6/2026).
Jum'at, 05 Jun 2026 12:54
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kemenhaj Ancam Cabut Izin Travel Haji dan Umrah yang Bermasalah
2
Mudassir Hasri Gani Resmi Sandang Doktor Administrasi Publik, Angkat Isu Pemekaran Desa di Takalar
3
Kemenkum Sulsel Perkuat Sinergi dengan DPC APDESI se-Sulsel
4
Bank Mandiri Gelar Donor Darah Serentak, Makassar Libatkan 393 Pendonor
5
Lewat Smartfren Run 2026, XLSMART Jaga Kedekatan dengan Pelanggan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kemenhaj Ancam Cabut Izin Travel Haji dan Umrah yang Bermasalah
2
Mudassir Hasri Gani Resmi Sandang Doktor Administrasi Publik, Angkat Isu Pemekaran Desa di Takalar
3
Kemenkum Sulsel Perkuat Sinergi dengan DPC APDESI se-Sulsel
4
Bank Mandiri Gelar Donor Darah Serentak, Makassar Libatkan 393 Pendonor
5
Lewat Smartfren Run 2026, XLSMART Jaga Kedekatan dengan Pelanggan