RUPST Telkom: Dividen Jumbo Disetujui, Jajaran Direksi Dipertahankan
Selasa, 09 Jun 2026 16:52
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun kepada pemegang saham. Foto/Istimewa
JAKARTA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp21,9 triliun kepada pemegang saham. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar secara daring pada Senin (8/6).
Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui program pembelian kembali (buyback) saham hingga Rp4 triliun serta melakukan penyegaran susunan Dewan Komisaris.
Sementara itu, jajaran Direksi Telkom tetap dipertahankan untuk menjaga kesinambungan strategi dan momentum transformasi perusahaan.
Dari total dividen yang dibagikan, sekitar Rp17,8 triliun berasal dari laba bersih tahun buku 2025, sedangkan sekitar Rp4,2 triliun berasal dari saldo laba ditahan tahun-tahun sebelumnya. Dividen akan dibayarkan paling lambat pada 10 Juli 2026 kepada pemegang saham yang tercatat pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia tanggal 19 Juni 2026.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan kebijakan dividen mempertimbangkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang perusahaan.
“Keputusan dividen ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” ujar Dian.
Menurut dia, fundamental bisnis dan arus kas Telkom tetap kuat meskipun sepanjang 2025 industri menghadapi berbagai tekanan dan ketidakpastian.
Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui program buyback saham dengan nilai maksimal Rp4 triliun. Pelaksanaan buyback dapat dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa dalam jangka waktu 12 bulan, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.
Perseroan menilai langkah tersebut dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar.
Sepanjang 2025, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, EBITDA Rp72,24 triliun, dan laba bersih Rp17,81 triliun. Meski laba bersih tertekan akibat percepatan depresiasi terkait program total governance reset, dampaknya bersifat non-cash sehingga arus kas operasional tetap terjaga.
Di sisi transformasi bisnis, Telkom terus merampingkan portofolio melalui pelepasan enam entitas non-inti, termasuk penyelesaian divestasi AdMedika Group pada 2 Juni 2026. Perseroan juga menargetkan proses spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia rampung pada kuartal III 2026.
Pada saat yang sama, Telkom kembali membuka peluang kemitraan strategis untuk pengembangan bisnis pusat data (data center) serta melanjutkan transisi menuju model HoldCo–OpCo dengan pelaporan berbasis segmen guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja.
“Tahun ini kami mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur. Setiap langkah yang diambil diarahkan untuk membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” kata Dian.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris. Angga Raka Prabowo ditunjuk sebagai Komisaris Utama, didampingi Komisaris Independen Deswandhy Agusman, Anthony Leong, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim. Adapun jajaran Komisaris lainnya terdiri atas Rizal Mallarangeng, Edwin Hidayat Abdullah, dan Ossy Dermawan.
Sementara itu, susunan Direksi Telkom tidak mengalami perubahan. Dian Siswarini tetap menjabat Direktur Utama bersama delapan direktur lainnya yang membidangi Enterprise & Business Service, Human Capital Management, Keuangan & Manajemen Risiko, Network, Strategic Business Development & Portfolio, Wholesale & International Service, IT Digital, serta Legal & Compliance.
Selain menyetujui pembagian dividen, pemegang saham juga menyetujui program pembelian kembali (buyback) saham hingga Rp4 triliun serta melakukan penyegaran susunan Dewan Komisaris.
Sementara itu, jajaran Direksi Telkom tetap dipertahankan untuk menjaga kesinambungan strategi dan momentum transformasi perusahaan.
Dari total dividen yang dibagikan, sekitar Rp17,8 triliun berasal dari laba bersih tahun buku 2025, sedangkan sekitar Rp4,2 triliun berasal dari saldo laba ditahan tahun-tahun sebelumnya. Dividen akan dibayarkan paling lambat pada 10 Juli 2026 kepada pemegang saham yang tercatat pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia tanggal 19 Juni 2026.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan kebijakan dividen mempertimbangkan keseimbangan antara pemberian imbal hasil kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang perusahaan.
“Keputusan dividen ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun,” ujar Dian.
Menurut dia, fundamental bisnis dan arus kas Telkom tetap kuat meskipun sepanjang 2025 industri menghadapi berbagai tekanan dan ketidakpastian.
Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui program buyback saham dengan nilai maksimal Rp4 triliun. Pelaksanaan buyback dapat dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa dalam jangka waktu 12 bulan, mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.
Perseroan menilai langkah tersebut dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham sekaligus menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar.
Sepanjang 2025, Telkom membukukan pendapatan sebesar Rp146,74 triliun, EBITDA Rp72,24 triliun, dan laba bersih Rp17,81 triliun. Meski laba bersih tertekan akibat percepatan depresiasi terkait program total governance reset, dampaknya bersifat non-cash sehingga arus kas operasional tetap terjaga.
Di sisi transformasi bisnis, Telkom terus merampingkan portofolio melalui pelepasan enam entitas non-inti, termasuk penyelesaian divestasi AdMedika Group pada 2 Juni 2026. Perseroan juga menargetkan proses spin-off aset dan bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia rampung pada kuartal III 2026.
Pada saat yang sama, Telkom kembali membuka peluang kemitraan strategis untuk pengembangan bisnis pusat data (data center) serta melanjutkan transisi menuju model HoldCo–OpCo dengan pelaporan berbasis segmen guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja.
“Tahun ini kami mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur. Setiap langkah yang diambil diarahkan untuk membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global,” kata Dian.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris. Angga Raka Prabowo ditunjuk sebagai Komisaris Utama, didampingi Komisaris Independen Deswandhy Agusman, Anthony Leong, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim. Adapun jajaran Komisaris lainnya terdiri atas Rizal Mallarangeng, Edwin Hidayat Abdullah, dan Ossy Dermawan.
Sementara itu, susunan Direksi Telkom tidak mengalami perubahan. Dian Siswarini tetap menjabat Direktur Utama bersama delapan direktur lainnya yang membidangi Enterprise & Business Service, Human Capital Management, Keuangan & Manajemen Risiko, Network, Strategic Business Development & Portfolio, Wholesale & International Service, IT Digital, serta Legal & Compliance.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
BATIC 2026 Buka Babak Baru Transformasi Digital Asia Pasifik
Memasuki tahun ke-11, BATIC 2026 digelar pada 24–28 Agustus 2026 di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali.
Rabu, 26 Agu 2026 19:14
News
Konektivitas NTT Kembali Normal, TelkomGroup Lanjutkan Bantuan Kemanusiaan
Tiga hari setelah gempa bumi melanda sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), TelkomGroup menuntaskan pemulihan 100% layanan telekomunikasi dan digital yang terdampak.
Rabu, 19 Agu 2026 14:24
News
TelkomGroup Hadirkan Internet Gratis di Posko Pengungsian NTT
TelkomGroup menghadirkan berbagai dukungan konektivitas di titik-titik strategis dan memastikan masyarakat memiliki akses komunikasi yang dapat diandalkan.
Senin, 17 Agu 2026 20:21
News
85% Konektivitas Pulih, TelkomGroup Percepat Perbaikan Layanan Pascagempa NTT
Saat ini, sebanyak 85% dari total 735 site BTS Telkomsel telah kembali beroperasi. Pemulihan terhadap site yang masih terdampak terus dilakukan secara bertahap.
Minggu, 16 Agu 2026 21:29
News
Layanan Terdampak Gempa, TelkomGroup Kebut Pemulihan Jaringan di Flores
TelkomGroup memastikan upaya pemulihan terus dilakukan dengan mengedepankan percepatan perbaikan dan penguatan operasional jaringan pascagempa di Flores.
Minggu, 16 Agu 2026 09:54
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Soal Nasib Guru PPPK, BKPSDM Luwu Timur Minta ASN Tak Terpancing Provokasi di Medsos
2
Legislator DPRD Makassar Duga Ada Penimbunan di Balik Kelangkaan Solar
3
Polisi Tetapkan 3 Pelaku Penyiraman Air Cabai di Jeneponto sebagai DPO
4
Warga Desa Wawondula Nyatakan Dukungan Penuh untuk Program Bupati Ibas-Puspa
5
Pertamina Percepat Penyaluran LPG 3 Kg, Pasokan Sulsel Ditambah hingga 130 Persen
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Soal Nasib Guru PPPK, BKPSDM Luwu Timur Minta ASN Tak Terpancing Provokasi di Medsos
2
Legislator DPRD Makassar Duga Ada Penimbunan di Balik Kelangkaan Solar
3
Polisi Tetapkan 3 Pelaku Penyiraman Air Cabai di Jeneponto sebagai DPO
4
Warga Desa Wawondula Nyatakan Dukungan Penuh untuk Program Bupati Ibas-Puspa
5
Pertamina Percepat Penyaluran LPG 3 Kg, Pasokan Sulsel Ditambah hingga 130 Persen