Warga Tolak Negosiasi dengan Travel Haji, Tuntut Pengembalian Dana Penuh

Selasa, 07 Jul 2026 23:00
Warga Tolak Negosiasi dengan Travel Haji, Tuntut Pengembalian Dana Penuh
Widya Sulfia Anggarani bersama kuasa hukumnya, Muhammad Irfan Akbar (baju biru), di halaman Asrama Haji Sudiang, Makassar, Senin (6/7/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
Comment
Share
MAKASSAR - Kasus dugaan penipuan modus pemberangkatan haji khusus yang melibatkan sebuah travel masih bergulir. Salah satu korban, Widya Sulfia Anggarani, mengaku dihubungi pihak travel berinisial A meminta penyelesaian secara kekeluargaan sekaligus meminta pemberitaan terkait kasus tersebut diturunkan.

Widya mengatakan komunikasi tersebut terjadi melalui WhatsApp pada Senin (6/7/2026) malam. Dalam percakapan itu, pihak travel menyampaikan permintaan maaf atas pembatalan keberangkatannya dan menjanjikan pengembalian dana.

"Bahwa dia (mengakui) salah. Setelah beritanya (viral di media) ini yang tadi malam saya telepon. Iya, dia minta maaf. Karena saya kan bilang, 'Dari mana kemarin?' Saya bilang begitu, dia bilang permohonan maaf ke saya," ungkapnya, Selasa sore.

Menurut Widya, sejak pembatalan keberangkatan pada Mei 2026, pihak travel tidak pernah menghubunginya untuk memberikan penjelasan.

"Ini dia chat. Chat saya itu setengah sembilan malam. Dia chat dulu dan langsung saya balas begini: 'Iya, tolong kembalikan uang saya. Saya sudah capek, rugi semuanya. Dia minta maaf saja secara pribadi, karena kemarin pas kejadian (pembatalan keberangkatan haji) dia tidak tanya kabarku. Baru tadi malam saya dihubungi tapi selama ini tidak pernah," katanya.

Widya menegaskan tidak akan memenuhi permintaan penghapusan pemberitaan sebelum dana yang menjadi haknya dikembalikan.

"Saya bilang, 'Oh, tidak bisa segampang itu. Karena ini sudah bukan main-main begitu. Tidak segampang itu, Kalaupun mau di-take down, transfer dulu ke kita. Kalau sudah ditransfer, pasti saya bertanggung jawab ke media. Pasti saya juga yang selesaikan. Tapi tolong, kasih saya dulu bukti kalau kita sudah transfer," tegasnya.

Ia juga menyatakan siap bertanggung jawab atas pernyataannya kepada media apabila pengembalian dana telah direalisasikan.

"Saya bilang, 'Tidak bisa, harus kita (terduga pelaku) transfer dulu, baru saya pasti take down. Toh, saya akan bicara sama media karena saya juga yang membuat (komentar wawancara) ini. Pasti saya bertanggung jawablah, tidak mungkin saya lari. Saya bukan orang seperti itu. Saya berani berbuat, saya berani bertanggung apa pun itu risikonya," ujarnya.

Widya mengaku kembali berkomunikasi dengan pihak travel pada Selasa siang. Namun hingga kini belum ada kepastian terkait realisasi pengembalian dana.

Ia menolak opsi pengembalian dana secara bertahap dan meminta seluruh dana dikembalikan sekaligus.

"Tidak ada dibilang mau dicicil. Tidak boleh, tidak bisa. Kita tidak bahas negosiasi (nominal pengembalian uang). Tidak ada, karena dia juga tidak ngomong. Lebih bagus lagi kalau dia bayar lunas," tukasnya.

Selain menunggu realisasi pengembalian dana, Widya juga masih menunggu tindak lanjut dari Kementerian Haji dan Umrah terkait pengaduan yang telah disampaikan.

"Katanya sampai satu bulan dan tiga kali pemanggilan. Kalau tidak diindahkan, maka saya bersama kuasa hukum akan melaporkan ke Polda Metro Jaya atau di Polda Sulsel. Kita tunggu saja infonya ke depan," pungkasnya.

Sebelumnya, kuasa hukum Widya, Muhammad Irfan Akbar, telah mendampingi pelaporan kasus tersebut ke Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan di Asrama Haji Sudiang, Makassar, pada Senin (6/7/2026).

Tim redaksi sudah menghubungi pihak travel yang terseret dalam dugaan ini via WhatsApp guna melakukan klarifikasi. Namun, saat berhasil dihubungi, mereka enggan memberi tanggapan.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru