Sinergi Akademik dan Negara, UMI Jadi Mitra Penyusunan RUU Ketenagalistrikan

Rabu, 08 Jul 2026 23:49
Sinergi Akademik dan Negara, UMI Jadi Mitra Penyusunan RUU Ketenagalistrikan
Jajaran pimpinan UMI, di forum Kunjungan Kerja Legislasi Komisi XII DPR RI, Rabu (8/7/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Gagasan strategis yang disampaikan Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof Hambali Thalib, dalam forum Kunjungan Kerja Legislasi Komisi XII DPR RI mendapat apresiasi istimewa dari Ketua Tim Kunjungan Legislasi Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagalistrikan, Sugeng Suparwoto.

Dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI yang dihadiri oleh Kementerian ESDM, PT PLN (Persero), akademisi UMI dan Unhas, serta para pemangku kepentingan, Sugeng menyatakan bahwa pemikiran Rektor UMI sangat relevan dan memiliki kedalaman filosofis. Baginya, gagasan tersebut layak dijadikan landasan dalam penyusunan RUU Ketenagalistrikan.

“Yang disampaikan Pak Rektor sangat filosofis. Itu bisa kita ambil sebagai mukadimah RUU Ketenagalistrikan,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Hal ini menjadi bukti nyata kontribusi intelektual UMI dalam mendukung penyusunan kebijakan publik yang krusial bagi masa depan ketahanan energi nasional.

Mengawali sambutannya, Prof Hambali menukil Surah An-Nisa ayat 58 untuk mengingatkan bahwa tugas menyusun undang-undang merupakan amanah yang harus dijalankan secara adil dan bertanggung jawab.

Menurutnya, penyusunan regulasi bukan sekadar pekerjaan administratif negara, melainkan amanah moral, amanah konstitusi, dan amanah sejarah yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi yang akan datang.

Ia juga menyebut kehadiran Komisi XII DPR RI di UMI sebagai “kehormatan konstitusional”, karena perguruan tinggi diberikan ruang untuk berkontribusi secara langsung dalam proses pembentukan kebijakan nasional.

“Ketika parlemen hadir di perguruan tinggi, yang dibangun bukan sekadar komunikasi kelembagaan, tetapi jembatan peradaban yang menghubungkan pengalaman lapangan dengan ilmu pengetahuan, aspirasi rakyat dengan rumusan hukum, serta kepentingan hari ini dengan keselamatan generasi mendatang,” ungkapnya.

Memasuki substansi pembahasan, Rektor UMI menyampaikan apresiasi terhadap arah pembaruan RUU Ketenagalistrikan yang mencakup penguatan penguasaan negara, ketahanan energi, transisi energi, serta pembangunan sistem kelistrikan yang lebih berkeadilan. Namun demikian, menurutnya, regulasi tersebut perlu dipandang dalam perspektif yang lebih luas.

“Undang-undang ini jangan hanya diposisikan sebagai Undang-Undang Ketenagalistrikan. Sesungguhnya, undang-undang ini sedang menyusun arsitektur ketahanan peradaban energi Indonesia,” tegas Prof. Hambali.

Ia menjelaskan, listrik kini telah berkembang menjadi fondasi utama kehidupan modern. Pelayanan kesehatan, pendidikan, industri, transportasi, komunikasi, pemerintahan, hingga pusat data nasional sangat bergantung pada keandalan sistem kelistrikan.

Karena itu, menurutnya, regulasi masa depan tidak cukup hanya mengatur penyediaan energi, tetapi juga harus menjamin hak masyarakat atas layanan listrik yang andal, aman, terjangkau, serta tetap berfungsi dalam berbagai kondisi darurat.

Prof. Hambali juga memperkenalkan konsep “kedaulatan antisipatif”, yakni kemampuan negara membangun berbagai pilihan kebijakan sebelum krisis benar-benar terjadi.

Ia menilai, negara yang kuat bukanlah negara yang tidak pernah menghadapi krisis, melainkan negara yang telah menyiapkan solusi jauh sebelum krisis datang.

Sebagai bentuk kontribusi akademik, Universitas Muslim Indonesia menyerahkan dokumen rekomendasi yang memuat berbagai gagasan strategis, di antaranya penguatan pemanfaatan kecerdasan buatan dalam sistem kelistrikan, keamanan siber sektor energi, penguatan ketahanan menghadapi dinamika geopolitik global, pemerataan akses energi bagi wilayah kepulauan, pengembangan sumber daya manusia energi masa depan, penerapan ekonomi sirkular, hingga mekanisme evaluasi berkala agar regulasi tetap adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

UMI juga mengusulkan agar perguruan tinggi diberikan ruang sebagai mitra ilmiah negara dalam proses evaluasi dan penyempurnaan kebijakan ketenagalistrikan secara berkelanjutan.

Menutup paparannya, Prof. Hambali menegaskan bahwa perguruan tinggi hadir bukan untuk membawa kepentingan institusi, melainkan membawa tanggung jawab keilmuan bagi kemajuan bangsa.

“Ketika ilmu pengetahuan, kebijakan negara, dan keberanian mengambil keputusan bertemu dalam satu meja, yang lahir bukan sekadar undang-undang, tetapi arah perjalanan bangsa,” pungkasnya.

Apresiasi yang disampaikan Ketua Tim Komisi XII DPR RI tersebut semakin menegaskan posisi Universitas Muslim Indonesia sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan dan penelitian, tetapi juga aktif memberikan kontribusi pemikiran strategis dalam proses penyusunan kebijakan nasional yang berdampak bagi masa depan Indonesia.
(MAN)
Berita Terkait
Bangun Kolaborasi, UMI–REI Satukan Kampus dan Industri
News
Bangun Kolaborasi, UMI–REI Satukan Kampus dan Industri
Universitas Muslim Indonesia (UMI) dan Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) memperkuat jembatan antara kampus dan industri melalui kerja sama strategis pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat
Rabu, 07 Okt 2026 13:47
FH UMI Sambut Mahasiswa Baru, Hadirkan Hakim Agung dan Tokoh Nasional
Makassar City
FH UMI Sambut Mahasiswa Baru, Hadirkan Hakim Agung dan Tokoh Nasional
Fakultas Hukum (FH) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Kuliah Umum dan Seminar Kepemimpinan Mahasiswa pada 5–6 Oktober 2026 di Auditorium Al-Jibra, Jalan Urip Sumoharjo KM 5, Makassar.
Senin, 05 Okt 2026 15:37
Peminat UMI Capai 16.530, Prof Hambali: Ini Adalah Kepercayaan Besar
News
Peminat UMI Capai 16.530, Prof Hambali: Ini Adalah Kepercayaan Besar
Minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Muslim Indonesia (UMI) tetap tinggi. Pada penerimaan semester awal Tahun Akademik 2026/2027, sebanyak 16.530 peminat memilih berbagai program studi di UMI.
Sabtu, 03 Okt 2026 10:29
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
News
WR IV UMI Buka Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah UPT PKD, 36 Mahasiswa Ikuti Seleksi
Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI) membuka kegiatan Seleksi Calon Hafizh/Hafizhah Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Karakter dan Dakwah (UPT PKD) UMI, Rabu (30/9/2026)
Rabu, 30 Sep 2026 14:30
Studi General 2026 FAI UMI Dorong Gen Z Perkuat Kesalehan Sosial
Sulsel
Studi General 2026 FAI UMI Dorong Gen Z Perkuat Kesalehan Sosial
Pembentukan kesalehan individu tidak lagi cukup berhenti pada ritual pribadi. Di era disrupsi digital, keberagamaan Generasi Z dituntut bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang nyata dan membawa dampak langsung bagi masyarakat.
Selasa, 29 Sep 2026 17:42
Berita Terbaru