Puluhan Kapal Ikut Pesta Nelayan, Tradisi Turun Temurun Masyarakat Desa Ujung Labuang

Rabu, 08 Jul 2026 14:22
Puluhan Kapal Ikut Pesta Nelayan, Tradisi Turun Temurun Masyarakat Desa Ujung Labuang
Masyarakat Desa Ujung Labuang, Suppa, Kabupaten Pinrang melaksanakan tradisi Pesta Nelayan yang digelar setiap dua tahun sekali. Foto: Istimewa
Comment
Share
PINRANG - Masyarakat Desa Ujung Labuang, Suppa, Kabupaten Pinrang melaksanakan tradisi Pesta Nelayan yang digelar setiap dua tahun sekali. Tradisi ini, telah terun temurun dilaksanakan masyarakat Desa Ujung Labuang, Suppa yang berprofesi sebagai nelayan.

"Ini adalah bentuk rasa syukur masyarakat nelayan yang ada di Desa Ujung Labuang, Suppa kepada Tuhan sehingga melaksanakan tradisi Pesta Nelayan," kata Kepala Desa Ujung Labuang, Ruslan, Rabu (08/07/2026).

Ruslan mengatakan bahwa para pelaut yang jumlahnya sekitar kurang lebih 70 kapal, akan berlayar menuju ke Kendari Sulawesi Tenggara untuk mencari ikan. Setelah kembali, seluruh tangkap telah dijual dan berkat dari hasil tangkapan tersebut masyarakat merayakan dengan mengadakan Pesta Nelayan.

"Pelaut yang ada di Desa Ujung Labuang, Suppa pada bulan November akan menuju ke Kendari Sulawesi Tenggara. Dan setiap tanggal 8 yang jatuh pada hari ini, mereka akan kembali untuk merayakan keberhasilan mereka," jelasnya.

Pesta Nelayan kali ini lebih meriah dari dua tahun sebelumnya. Dua tahun lalu, kapal yang ikut Pesta Nelayan hanya sekitar 40 perahu. Tahun ini, kapal yang ikut ada sekitar 67 perahu.

Pesta Nelayan ini dikenal sebagai 'mappanre tasi' yang memiliki ritual yang melarung seperti kepala kambing dan berbagai jenis warna ketan. Namun hal itu telah dihilangkan dan diganti dengan acara seperti festival. Dimana, setiap perahu yang ikut akan dihiasi dengan berbagai macam umbul-umbul.

Tidak hanya itu, setiap perahu yang ikut dalam Pesta Nelayan di naiki sekitar puluhan masyarakat untuk merayakan keberhasil mereka dalam mendapatkan rezeki dari Allah SWT sebagai masyarakat yang hidup dari hasil laut.

Kapal yang telah dihias, nantinya akan mengikuti konvoi di sepanjang teluk Parepare sambil bergembira dengan memasang sound horek. Usai melaksanakan konvoi, masyarakat akan makan bersama di atas kapal yang ditumpangi.
(UMI)
Berita Terkait
Berita Terbaru