Sinergi OJK dan Pemda Bone Perluas Akses Keuangan bagi Masyarakat Pesisir
Senin, 11 Mei 2026 11:57
OJK Sulselbar memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui sinergi Program EKI dan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Angkue, Kabupaten Bone. Foto/IST
BONE - Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) terus memperkuat upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui sinergi Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Angkue, Kabupaten Bone.
Program tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara OJK Sulselbar, Industri Jasa Keuangan, serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Bone dalam menghadirkan akses layanan keuangan yang lebih luas bagi masyarakat desa, khususnya para nelayan.
Melalui Program EKI, masyarakat diarahkan untuk membangun ekosistem keuangan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan dengan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan jasa keuangan, sekaligus mendorong pemanfaatan akses keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat nelayan mendapatkan edukasi terkait pengelolaan keuangan, penggunaan produk perbankan, akses pembiayaan usaha, asuransi, kewaspadaan terhadap investasi ilegal, hingga pemanfaatan layanan keuangan digital secara aman dan bijak. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat serta memperkuat sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Bone.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah sekaligus Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Hj. Andi Tenriawaru. Ia mengapresiasi sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat desa melalui akses keuangan yang lebih inklusif.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok nelayan. Program tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga Desa Angkue.
OJK Sulselbar menegaskan bahwa literasi dan inklusi keuangan merupakan fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan merata. Karena itu, sinergi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat agar layanan keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah pesisir dan pedesaan.
Melalui integrasi Program EKI dan Kampung Nelayan Merah Putih, masyarakat Desa Angkue diharapkan tidak hanya semakin memahami layanan jasa keuangan formal, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan keluarga.
Program tersebut menjadi bentuk kolaborasi antara OJK Sulselbar, Industri Jasa Keuangan, serta Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Bone dalam menghadirkan akses layanan keuangan yang lebih luas bagi masyarakat desa, khususnya para nelayan.
Melalui Program EKI, masyarakat diarahkan untuk membangun ekosistem keuangan yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan dengan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan jasa keuangan, sekaligus mendorong pemanfaatan akses keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat nelayan mendapatkan edukasi terkait pengelolaan keuangan, penggunaan produk perbankan, akses pembiayaan usaha, asuransi, kewaspadaan terhadap investasi ilegal, hingga pemanfaatan layanan keuangan digital secara aman dan bijak. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat serta memperkuat sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Bone.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah sekaligus Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Hj. Andi Tenriawaru. Ia mengapresiasi sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dan industri jasa keuangan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat desa melalui akses keuangan yang lebih inklusif.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, terutama bagi kelompok nelayan. Program tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga Desa Angkue.
OJK Sulselbar menegaskan bahwa literasi dan inklusi keuangan merupakan fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan merata. Karena itu, sinergi dengan berbagai pihak akan terus diperkuat agar layanan keuangan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah pesisir dan pedesaan.
Melalui integrasi Program EKI dan Kampung Nelayan Merah Putih, masyarakat Desa Angkue diharapkan tidak hanya semakin memahami layanan jasa keuangan formal, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan keluarga.
(TRI)
Berita Terkait
News
OJK Perkuat Sinergi dengan Polisi & Jaksa Tangani Kejahatan Keuangan
OJK memperkuat sinergi dengan aparat penegak hukum melalui Sosialisasi Tindak Pidana di Sektor Jasa Keuangan yang digelar di Kantor OJK Sulselbar, Makassar, Kamis (25/6/2026).
Kamis, 25 Jun 2026 12:16
Ekbis
Reformasi Pasar Modal Indonesia Bertahan di Kategori Emerging Market
OJK menyambut positif keputusan MSCI yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kelompok Emerging Markets berdasarkan MSCI 2026 Market Classification Review.
Rabu, 24 Jun 2026 20:36
Ekbis
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal & 228 Pedagang Aset Kripto Tak Berizin
Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) terus memperkuat upaya pemberantasan aktivitas keuangan ilegal dan penanganan penipuan transaksi keuangan guna melindungi masyarakat dari berbagai risiko kerugian.
Senin, 22 Jun 2026 19:01
Ekbis
Kejar Pemulihan Kerugian, OJK Sita 41 Aset Kasus BPRS GP
OJK menyita dan mengamankan 41 aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana perbankan syariah di PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) GP, Medan.
Minggu, 21 Jun 2026 12:27
News
AIA Aklamasi Pimpin HNSI Sulsel, Fokus Perlindungan - Kesejahteraan Nelayan
Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sulawesi Selatan periode 2026-2031.
Sabtu, 20 Jun 2026 22:47
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Layanan PJM Pastikan Pemindahan Rig di Balikpapan Berjalan Lancar & Aman
2
Perkuat Stabilitas Perbankan, LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan
3
Edukasi Safety Riding Sasar Kecamatan dengan Angka Kecelakaan Tinggi
4
Bupati Bantaeng Dorong Penguatan Pengelolaan Keuangan Desa Lewat Siskeudes Online
5
Kurang dari 24 Jam, Polres Jeneponto Tangkap 3 Pelaku Pengeroyokan Petani
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Layanan PJM Pastikan Pemindahan Rig di Balikpapan Berjalan Lancar & Aman
2
Perkuat Stabilitas Perbankan, LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan
3
Edukasi Safety Riding Sasar Kecamatan dengan Angka Kecelakaan Tinggi
4
Bupati Bantaeng Dorong Penguatan Pengelolaan Keuangan Desa Lewat Siskeudes Online
5
Kurang dari 24 Jam, Polres Jeneponto Tangkap 3 Pelaku Pengeroyokan Petani