Pemkot Makassar Lanjutkan Seleksi Direksi PDAM, Kemendagri Masuk Timsel
Selasa, 12 Mei 2026 09:27
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dr Agus Fatoni, di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (11/5/2026). Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memastikan proses seleksi Direksi PDAM Makassar segera memasuki tahap lanjutan setelah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melakukan audiensi dengan jajaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi itu menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya sektor pelayanan air minum, agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Hal tersebut disampaikan usai pertemuan dengan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dr Agus Fatoni, di Kantor Kemendagri, Jakarta.
"Hari ini, kami bertemu dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri, Bapak Agus Fatoni. Berdiskusi mendengarkan arahan soal lanjutan seleksi PDAM," ujarnya.
Appi menyebut pertemuan itu menjadi langkah penting untuk memastikan proses seleksi direksi PDAM berjalan sesuai regulasi sekaligus menjawab kebutuhan peningkatan layanan publik.
Dalam audiensi tersebut, Kemendagri memberikan arahan agar tahapan seleksi dilanjutkan tanpa mengulang proses sebelumnya, selama tetap mengikuti mekanisme yang berlaku.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Makassar, Muhammad Amri, mengatakan tahapan seleksi yang telah berjalan akan dilanjutkan kembali dalam waktu dekat.
"Jadi sesuai arahan Pak Dirjen, tahapan yang sudah berjalan itu akan kita lanjutkan kembali dalam waktu dekat. Saat ini kami fokus menyiapkan seluruh kelengkapan administrasi dan pembentukan tim seleksi, sebelum masuk ke tahapan lanjutan," jelasnya.
Amri menjelaskan seleksi lanjutan hanya akan diikuti peserta yang telah memenuhi ambang batas nilai Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
"Ada 24 peserta yang ikut, mereka hanyalah calon direksi PDAM yang nilai UKK-nya sudah memenuhi syarat. Kita akan lakukan pesuratan ulang untuk mengundang mereka mengikuti tahapan lanjutan," katanya.
Dalam skema terbaru, peserta diwajibkan memilih satu jabatan spesifik yang dilamar, seperti Direktur Utama, Direktur Keuangan, Direktur Umum, atau Direktur Teknik.
"Nanti mereka harus memilih satu posisi jabatan. Jadi saat UKK wawancara, penilaiannya akan spesifik berdasarkan jabatan yang dipilih," tambah Amri.
Selain itu, hasil komunikasi dengan Kemendagri juga menyepakati penguatan komposisi tim seleksi dengan melibatkan satu perwakilan dari Kemendagri.
Tahapan UKK selanjutnya hanya akan difokuskan pada sesi wawancara karena nilai kompetensi peserta telah diperoleh pada tahap sebelumnya.
"Seleksi bulan Mei ini, UKK-nya nanti hanya wawancara. Karena nilai kompetensi sudah ada, jadi wawancara ini untuk menguji kesesuaian dengan jabatan yang dipilih," katanya.
Amri menegaskan percepatan seleksi diperlukan karena PDAM Makassar saat ini belum memiliki pimpinan definitif.
"Kita ingin proses ini lebih cepat, karena jangan terlalu lama PDAM dalam kondisi tanpa pimpinan definitif," tegasnya.
Ia juga menjelaskan posisi dewan pengawas PDAM saat ini bersifat sementara dan tidak terlibat dalam proses seleksi direksi, melainkan hanya memfasilitasi jalannya tahapan seleksi.
Menurut Amri, masa jabatan direksi PDAM nantinya maksimal lima tahun sejak pelantikan, namun tetap dapat dievaluasi sewaktu-waktu sesuai kebutuhan organisasi dan kebijakan wali kota.
"Secara aturan maksimal lima tahun, tapi bisa dievaluasi kapan saja. Jadi sifatnya kondisional, tergantung kinerja dan kebutuhan organisasi," tutup Amri.
Sebanyak 24 peserta yang lolos tahapan administrasi sebelumnya akan langsung mengikuti tahap wawancara UKK untuk menentukan posisi strategis di tubuh PDAM Makassar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar mempercepat transformasi PDAM agar memiliki manajemen yang profesional, berintegritas, dan mampu meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi itu menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memperkuat tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya sektor pelayanan air minum, agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
Hal tersebut disampaikan usai pertemuan dengan Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Dr Agus Fatoni, di Kantor Kemendagri, Jakarta.
"Hari ini, kami bertemu dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri, Bapak Agus Fatoni. Berdiskusi mendengarkan arahan soal lanjutan seleksi PDAM," ujarnya.
Appi menyebut pertemuan itu menjadi langkah penting untuk memastikan proses seleksi direksi PDAM berjalan sesuai regulasi sekaligus menjawab kebutuhan peningkatan layanan publik.
Dalam audiensi tersebut, Kemendagri memberikan arahan agar tahapan seleksi dilanjutkan tanpa mengulang proses sebelumnya, selama tetap mengikuti mekanisme yang berlaku.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Makassar, Muhammad Amri, mengatakan tahapan seleksi yang telah berjalan akan dilanjutkan kembali dalam waktu dekat.
"Jadi sesuai arahan Pak Dirjen, tahapan yang sudah berjalan itu akan kita lanjutkan kembali dalam waktu dekat. Saat ini kami fokus menyiapkan seluruh kelengkapan administrasi dan pembentukan tim seleksi, sebelum masuk ke tahapan lanjutan," jelasnya.
Amri menjelaskan seleksi lanjutan hanya akan diikuti peserta yang telah memenuhi ambang batas nilai Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).
"Ada 24 peserta yang ikut, mereka hanyalah calon direksi PDAM yang nilai UKK-nya sudah memenuhi syarat. Kita akan lakukan pesuratan ulang untuk mengundang mereka mengikuti tahapan lanjutan," katanya.
Dalam skema terbaru, peserta diwajibkan memilih satu jabatan spesifik yang dilamar, seperti Direktur Utama, Direktur Keuangan, Direktur Umum, atau Direktur Teknik.
"Nanti mereka harus memilih satu posisi jabatan. Jadi saat UKK wawancara, penilaiannya akan spesifik berdasarkan jabatan yang dipilih," tambah Amri.
Selain itu, hasil komunikasi dengan Kemendagri juga menyepakati penguatan komposisi tim seleksi dengan melibatkan satu perwakilan dari Kemendagri.
Tahapan UKK selanjutnya hanya akan difokuskan pada sesi wawancara karena nilai kompetensi peserta telah diperoleh pada tahap sebelumnya.
"Seleksi bulan Mei ini, UKK-nya nanti hanya wawancara. Karena nilai kompetensi sudah ada, jadi wawancara ini untuk menguji kesesuaian dengan jabatan yang dipilih," katanya.
Amri menegaskan percepatan seleksi diperlukan karena PDAM Makassar saat ini belum memiliki pimpinan definitif.
"Kita ingin proses ini lebih cepat, karena jangan terlalu lama PDAM dalam kondisi tanpa pimpinan definitif," tegasnya.
Ia juga menjelaskan posisi dewan pengawas PDAM saat ini bersifat sementara dan tidak terlibat dalam proses seleksi direksi, melainkan hanya memfasilitasi jalannya tahapan seleksi.
Menurut Amri, masa jabatan direksi PDAM nantinya maksimal lima tahun sejak pelantikan, namun tetap dapat dievaluasi sewaktu-waktu sesuai kebutuhan organisasi dan kebijakan wali kota.
"Secara aturan maksimal lima tahun, tapi bisa dievaluasi kapan saja. Jadi sifatnya kondisional, tergantung kinerja dan kebutuhan organisasi," tutup Amri.
Sebanyak 24 peserta yang lolos tahapan administrasi sebelumnya akan langsung mengikuti tahap wawancara UKK untuk menentukan posisi strategis di tubuh PDAM Makassar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar mempercepat transformasi PDAM agar memiliki manajemen yang profesional, berintegritas, dan mampu meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Lantik 153 Imam Kelurahan, Wali Kota Makassar Tekankan Peran Sosial Masjid
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengukuhkan dan melantik 153 imam kelurahan di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Jalan Masjid Raya, Makassar, Kamis (25/6/2026).
Jum'at, 26 Jun 2026 05:27
Makassar City
Forum B2B IGS 2026 Hubungkan Pelaku Usaha Lokal dengan Delegasi 28 Negara
Forum B2B dalam rangkaian IGS 2026 menjadi ruang strategis bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah ke pasar internasional.
Kamis, 25 Jun 2026 14:49
Sulsel
Pemkot Makassar Tertibkan 19 PKL Kelapa di Area Benteng Rotterdam
Pendekatan humanis dan persuasif yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar membuahkan hasil positif dalam upaya penataan kawasan Benteng Fort Rotterdam dan sekitarnya.
Kamis, 25 Jun 2026 14:30
Makassar City
Legislator DPRD Makassar Dukung Penuh IGS 2026, Dongkrak Ekonomi dan Investasi
Pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Kota Makassar mendapat sambutan positif dari pihak DPRD Kota Makassar, Rabu (24/6/2026).
Rabu, 24 Jun 2026 15:16
News
Investment Forum IGS 2026, Buka Peluang Kerja Sama Sektor Perikanan hingga Pariwisata
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus berkomiten dalam persiapan menjaring investasi internasional melalui ajang Business Forum Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 yang berlangsung di The Rinra Hotel, Makassar, Rabu (24/6/2026).
Rabu, 24 Jun 2026 14:19
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PLN Icon Plus Bidik Perluasan Pelanggan Iconnet Lewat Semesta Berpesta di Makassar
2
Usung Fitur Lebih Lengkap, Hyundai Gowa Perkenalkan New CRETA di Makassar
3
Kasus Islamic Center Malili Dinilai Jalan di Tempat, Aktivis Desak Aparat Tuntaskan Penyelidikan
4
New Honda BeAT Makin Stylish, AHM Tambah Warna & Desain Baru
5
Pertamina Dukung Pengawasan Ketat BBM Subsidi di SPBU Parepare
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
PLN Icon Plus Bidik Perluasan Pelanggan Iconnet Lewat Semesta Berpesta di Makassar
2
Usung Fitur Lebih Lengkap, Hyundai Gowa Perkenalkan New CRETA di Makassar
3
Kasus Islamic Center Malili Dinilai Jalan di Tempat, Aktivis Desak Aparat Tuntaskan Penyelidikan
4
New Honda BeAT Makin Stylish, AHM Tambah Warna & Desain Baru
5
Pertamina Dukung Pengawasan Ketat BBM Subsidi di SPBU Parepare