TPN XIII Makassar-Gowa Perkuat Kolaborasi Guru & Ekosistem Pendidikan

Rabu, 08 Jul 2026 15:33
TPN XIII Makassar-Gowa Perkuat Kolaborasi Guru & Ekosistem Pendidikan
Ratusan guru dari berbagai daerah di Sulsel mengikuti TPN XIII Makassar–Gowa yang digelar pada 4–5 Juli 2026 di Sekolah Islam Athirah Makassar dan Rumah Sekolah Cendekia Gowa. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Ratusan guru dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan mengikuti Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII Makassar–Gowa yang digelar pada 4–5 Juli 2026 di Sekolah Islam Athirah Makassar dan Rumah Sekolah Cendekia Gowa. Mengusung tema "Cita-cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia", kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi para pendidik untuk berbagi praktik baik, meningkatkan kompetensi, sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan.

TPN XIII menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari Bincang Pendidikan, Kelas Pendidik, Kelas Pemimpin, Kelas Kompetensi, hingga Cerdas Cermat Guru (CCG). Seluruh rangkaian dirancang untuk mendorong guru mengembangkan pendekatan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik sekaligus memperluas jejaring profesional antarpendidik.

Guru SMP Ma'arif Makassar, Musdalifah Savitri HM, mengatakan kegiatan tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa perubahan pendidikan selalu berawal dari kemauan guru untuk terus belajar.

"Saya merasakan bahwa perubahan besar lahir dari keinginan untuk berubah. Semua pembicara menitipkan pesan agar jangan pernah berhenti belajar dan jangan pernah berhenti berbagi praktik baik," ujarnya.

Senada dengan itu, Guru UPT SPF SD Inpres Maccini Sombala Makassar, Nursanti, menilai keterbatasan bukan lagi menjadi penghalang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

"Saya belajar bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mencapai kemajuan. Melalui kolaborasi, refleksi, dan semangat gotong royong, setiap tantangan dapat menjadi peluang untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna bagi murid," katanya.

Sementara itu, pelaksanaan TPN XIII di Kabupaten Gowa juga mendapat apresiasi dari peserta. Nurhalima menilai sesi talkshow dikemas secara ringan namun tetap kaya wawasan.

"Talkshow dikemas dengan santai, tetapi ilmunya benar-benar sampai. Pemateri di setiap kelas juga sangat baik, dan panitia maupun narasumber terlihat sangat solid," tuturnya.

Peserta lainnya, Suriani, berharap semangat kolaborasi yang menjadi ciri khas TPN terus dipertahankan. "Semangat kolaborasi, bukan kompetisi, serta konsep dari guru, oleh guru, dan untuk guru harus terus dijaga," ujarnya.

Rangkaian Bincang Pendidikan menghadirkan Pembina Rumah Sekolah Cendekia Gowa Ratna Juita, Ketua Umum Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) Ari Wibowo, serta Thoriq Majid dari Guru Belajar Foundation (GBF). Adapun talkshow di Gowa menghadirkan Dewan Pembina KGBN Usman Djabbar, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa Taufiq Mursad, serta Andi Tasri Palussei dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Sulawesi Selatan.

Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, yang membuka kegiatan di Kabupaten Gowa, menyatakan dukungannya terhadap peningkatan kapasitas guru. Ia juga mendukung keberangkatan delegasi guru menuju puncak Temu Pendidik Nusantara di Jakarta sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar para pendidik.

Dalam orasi pendidikannya, Ketua Umum KGBN Ari Wibowo menegaskan bahwa peningkatan mutu pembelajaran lahir dari guru yang terus bertumbuh dan saling memberdayakan, bukan semata-mata melalui instruksi. Menurutnya, kolaborasi antarguru menjadi fondasi penting dalam membangun pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman.

Melalui TPN XIII Makassar–Gowa, para guru tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi yang diharapkan terus berlanjut. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa transformasi pendidikan membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, dengan guru sebagai penggerak utama perubahan di ruang-ruang belajar.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru