Temu Pendidik Nusantara XIII Perkuat Ekosistem Pendidikan dari Daerah
Senin, 29 Jun 2026 17:27
KGBN kembali menggelar TPN XIII sebagai ruang kolaborasi bagi para pendidik, sekolah, pemerintah, akademisi, dan komunitas pendidikan dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Indonesia. Foto/IST
MAKASSAR - Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN) kembali menggelar Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII sebagai ruang kolaborasi bagi para pendidik, sekolah, pemerintah, akademisi, dan komunitas pendidikan dalam memperkuat ekosistem pendidikan di Indonesia.
Mengusung tema "Cita-cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia", kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, yakni pada Sabtu, 4 Juli 2026 di Sekolah Islam Athirah, Makassar, dan Minggu, 5 Juli 2026 di Rumah Sekolah Cendekia, Kabupaten Gowa.
TPN telah menjadi salah satu gerakan belajar terbesar bagi pendidik di Indonesia. Sejak pertama kali diselenggarakan, forum ini menjadi wadah bagi puluhan ribu guru untuk berbagi praktik baik, memperluas jejaring, sekaligus melahirkan berbagai inovasi pembelajaran. Kiprahnya bahkan mendapat pengakuan internasional melalui Hamdan Prize for Teacher Development dari UNESCO atas kontribusinya dalam pengembangan guru dan inovasi pendidikan.
Ketua Umum Komunitas Guru Belajar Nusantara, Ari Wibowo, mengatakan perubahan pendidikan tidak cukup hanya melalui kebijakan, tetapi harus diawali dengan pemberdayaan guru sebagai aktor utama pembelajaran.
"Selama ini guru lebih sering menjadi objek kebijakan. Kemerdekaan belajar guru harus terus diperjuangkan. Mensejahterakan guru bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga memberdayakan mereka karena mutu pembelajaran tumbuh dari guru yang berdaya," ujarnya.
Penggerak Komunitas Guru Belajar Nusantara, Zaid Buri Prahastyo, menambahkan pendidikan yang bermakna lahir dari hubungan belajar yang setara antara guru dan murid.
"Saya percaya murid adalah kitab yang belum selesai ditulis. Mereka membutuhkan orang yang bersedia duduk di sampingnya, mendengarkan, menemani membaca, dan belajar bersama," katanya.
Penyelenggaraan TPN XIII juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gowa dan Pemerintah Kota Makassar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad, berharap forum ini mampu mendorong lahirnya ekosistem pendidikan yang semakin adaptif, kreatif, dan berorientasi pada penguatan karakter serta kualitas sumber daya manusia.
"Mari bersama bergerak, belajar, dan berkolaborasi untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik bagi generasi masa depan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengajak seluruh pendidik dan pemangku kepentingan memanfaatkan TPN XIII sebagai ruang kolaborasi untuk menghadirkan pendidikan yang inovatif dan berpihak kepada murid.
"Saya mengajak seluruh pendidik dan pemangku kepentingan pendidikan untuk hadir di TPN XIII dan bersama membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas," tuturnya.
Kepercayaan kepada Sekolah Islam Athirah dan Rumah Sekolah Cendekia sebagai tuan rumah menjadi bagian dari komitmen kedua lembaga dalam mendukung budaya belajar yang kolaboratif di Sulawesi Selatan.
Pembina Rumah Sekolah Cendekia, Ratna Juita, menilai TPN XIII menjadi ruang bertemunya komunitas belajar untuk melahirkan inovasi dan transformasi pendidikan. Senada dengan itu, Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, menyebut penyelenggaraan TPN XIII merupakan bagian dari komitmen Athirah dalam meningkatkan kualitas guru melalui kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai agenda, mulai dari Bincang Pendidikan bersama para pengambil kebijakan dan tokoh pendidikan, sesi Berbagi Praktik Baik, Kelas Kompetensi, hingga Cerdas Cermat Guru (CCG).
Melalui penyelenggaraan TPN XIII di Makassar dan Gowa, KGBN berharap semakin banyak praktik baik lahir dari daerah untuk menginspirasi daerah lain. Sebab, perubahan pendidikan tidak selalu dimulai dari pusat, melainkan dari ruang-ruang belajar yang hidup, guru yang terus bertumbuh, dan kolaborasi yang berkelanjutan.
Mengusung tema "Cita-cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia", kegiatan ini akan berlangsung selama dua hari, yakni pada Sabtu, 4 Juli 2026 di Sekolah Islam Athirah, Makassar, dan Minggu, 5 Juli 2026 di Rumah Sekolah Cendekia, Kabupaten Gowa.
TPN telah menjadi salah satu gerakan belajar terbesar bagi pendidik di Indonesia. Sejak pertama kali diselenggarakan, forum ini menjadi wadah bagi puluhan ribu guru untuk berbagi praktik baik, memperluas jejaring, sekaligus melahirkan berbagai inovasi pembelajaran. Kiprahnya bahkan mendapat pengakuan internasional melalui Hamdan Prize for Teacher Development dari UNESCO atas kontribusinya dalam pengembangan guru dan inovasi pendidikan.
Ketua Umum Komunitas Guru Belajar Nusantara, Ari Wibowo, mengatakan perubahan pendidikan tidak cukup hanya melalui kebijakan, tetapi harus diawali dengan pemberdayaan guru sebagai aktor utama pembelajaran.
"Selama ini guru lebih sering menjadi objek kebijakan. Kemerdekaan belajar guru harus terus diperjuangkan. Mensejahterakan guru bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga memberdayakan mereka karena mutu pembelajaran tumbuh dari guru yang berdaya," ujarnya.
Penggerak Komunitas Guru Belajar Nusantara, Zaid Buri Prahastyo, menambahkan pendidikan yang bermakna lahir dari hubungan belajar yang setara antara guru dan murid.
"Saya percaya murid adalah kitab yang belum selesai ditulis. Mereka membutuhkan orang yang bersedia duduk di sampingnya, mendengarkan, menemani membaca, dan belajar bersama," katanya.
Penyelenggaraan TPN XIII juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gowa dan Pemerintah Kota Makassar.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Taufiq Mursad, berharap forum ini mampu mendorong lahirnya ekosistem pendidikan yang semakin adaptif, kreatif, dan berorientasi pada penguatan karakter serta kualitas sumber daya manusia.
"Mari bersama bergerak, belajar, dan berkolaborasi untuk mewujudkan pendidikan yang lebih baik bagi generasi masa depan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, mengajak seluruh pendidik dan pemangku kepentingan memanfaatkan TPN XIII sebagai ruang kolaborasi untuk menghadirkan pendidikan yang inovatif dan berpihak kepada murid.
"Saya mengajak seluruh pendidik dan pemangku kepentingan pendidikan untuk hadir di TPN XIII dan bersama membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas," tuturnya.
Kepercayaan kepada Sekolah Islam Athirah dan Rumah Sekolah Cendekia sebagai tuan rumah menjadi bagian dari komitmen kedua lembaga dalam mendukung budaya belajar yang kolaboratif di Sulawesi Selatan.
Pembina Rumah Sekolah Cendekia, Ratna Juita, menilai TPN XIII menjadi ruang bertemunya komunitas belajar untuk melahirkan inovasi dan transformasi pendidikan. Senada dengan itu, Direktur Sekolah Islam Athirah, Syamril, menyebut penyelenggaraan TPN XIII merupakan bagian dari komitmen Athirah dalam meningkatkan kualitas guru melalui kolaborasi dan pembelajaran berkelanjutan.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai agenda, mulai dari Bincang Pendidikan bersama para pengambil kebijakan dan tokoh pendidikan, sesi Berbagi Praktik Baik, Kelas Kompetensi, hingga Cerdas Cermat Guru (CCG).
Melalui penyelenggaraan TPN XIII di Makassar dan Gowa, KGBN berharap semakin banyak praktik baik lahir dari daerah untuk menginspirasi daerah lain. Sebab, perubahan pendidikan tidak selalu dimulai dari pusat, melainkan dari ruang-ruang belajar yang hidup, guru yang terus bertumbuh, dan kolaborasi yang berkelanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
News
PKM UNM Kembangkan Eco-Edu Puntondo, Padukan Matematika & Pendidikan Lingkungan
Universitas Negeri Makassar (UNM) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026.
Selasa, 14 Jul 2026 15:24
News
Sekolah Islam Athirah Sambut 1.186 Siswa Baru di Empat Wilayah
Sebanyak 1.186 siswa baru resmi bergabung dengan Sekolah Islam Athirah pada tahun ajaran 2026/2027. Mereka akan menempuh pendidikan di empat wilayah.
Senin, 13 Jul 2026 15:19
News
SIT Ittihad Makassar Perkuat Sinergi Sekolah & Orang Tua Lewat Welcoming Day
Mengawali perjalanan pendidikan peserta didik baru, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ittihad Makassar menggelar Welcoming Day di lapangan indoor sekolah, Sabtu (11/7/2026).
Sabtu, 11 Jul 2026 13:37
News
TPN XIII Makassar-Gowa Perkuat Kolaborasi Guru & Ekosistem Pendidikan
TPN XIII menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari Bincang Pendidikan, Kelas Pendidik, Kelas Pemimpin, Kelas Kompetensi, hingga Cerdas Cermat Guru (CCG).
Rabu, 08 Jul 2026 15:33
Sulsel
DAFI School Makassar Tampilkan Karya Murid dalam Special Expo of Extracurricular 2026
Departemen Pengembangan Inklusi - Layanan Psikologi Murid (DPI-LPM) DAFI School Makassar menggelar "Special Expo of Extracurricular DPI-LPM 2026: Unleash Your Growth, Embrace Your Journey".
Selasa, 23 Jun 2026 21:45
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
2
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
3
Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Kawasan Stadion Mattoanging
4
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
5
PPBM Kalla Institute Hadirkan Indonesia Best CEO 2025 Berbagi Strategi Kepemimpinan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KM Nurul Salsa Mati Mesin hingga Tenggelam di Perairan Selayar, 24 Korban Masih Dicari
2
Massa Geruduk DPRD Sulsel, Desak Bentuk Pansus Hak Angket Usut GMTD
3
Pemprov Sulsel Tertibkan Aset di Kawasan Stadion Mattoanging
4
Prof Amir Ilyas Dorong Dosen Unhas Ubah Hasil Riset Menjadi Peluang Usaha Bernilai Ekonomi
5
PPBM Kalla Institute Hadirkan Indonesia Best CEO 2025 Berbagi Strategi Kepemimpinan