Jelang 17 Agustus, Wali Kota Munafri Perkuat Tiga Pilar Jaga Kamtibmas
Kamis, 13 Agu 2026 23:29
Suasana Rapat Koordinasi Forkopimda, di Novotel Makassar Grand Shayla, Kamis (13/8/2026). Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menekankan pentingnya penguatan sinergi tiga pilar hingga tingkat kecamatan dan kelurahan sebagai langkah mitigasi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Munafri, sinergi antara pemerintah daerah, TNI dan Polri menjadi salah satu kunci utama dalam melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
"Koordinasi tiga pilar penting, ini menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat menyambut 17 Agustus," kata Munafri.
Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Rapat Koordinasi Forkopimda tentang Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Wilayah Kota Makassar, yang berlangsung di Novotel Makassar Grand Shayla, Kamis (13/8/2026).
Rapat tersebut dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana; Wakil Ketua II DPRD Kota Makassar, Anwar Faruq; Komandan Kodim (Dandim) 1408/Makassar; serta jajaran kepala SKPD serta seluruh camat se-Kota Makassar.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu menjelaskan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI biasanya diwarnai berbagai kegiatan masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan hingga lorong-lorong.
Agenda tersebut antara lain pesta rakyat, perlombaan, pertunjukan seni dan budaya hingga malam apresiasi yang berpotensi mengumpulkan massa dalam jumlah besar.
Selain aspek keamanan dan ketertiban, politisi Golkar itu meminta faktor kesehatan menjadi perhatian dalam setiap kegiatan masyarakat.
Ia menginstruksikan agar Dinas Kesehatan maupun instansi terkait menyiapkan pola pendampingan yang memadai, terutama pada kegiatan yang melibatkan banyak warga.
"Kita berharap di setiap kegiatan itu harus ada pola pendampingan yang memadai dari instansi yang terkait, khususnya Dinas Kesehatan untuk tetap bisa standby menjaga keadaan dan kondisi yang ada di tengah-tengah masyarakat," imbuh Appi.
Wali Kota juga meminta seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama rangkaian perayaan kemerdekaan.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga mendorong konsolidasi tiga pilar dilakukan secara berkala, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga Forkopimda.
Menurutnya, apel tiga pilar dan koordinasi lintas sektor harus rutin dilakukan untuk mengidentifikasi persoalan yang berpotensi muncul di masing-masing wilayah.
"Konsolidasi berkala, pelaksanaan apel tiga pilar hingga tingkat Tripika, kecamatan dan Forkopimda ini harus berjalan dengan baik, rutin dilaksanakan, untuk mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan persoalan yang akan terjadi di wilayah," jelasnya.
Ketua IKA FH Unhas itu, meminta koordinasi taktis antara Pemerintah Kota Makassar, Polrestabes Makassar dan Kodim 1408/Makassar diperkuat.
Koordinasi tersebut diperlukan agar seluruh sel, keamanan kota dapat terpantau dengan lebih detail dan respons terhadap persoalan di lapangan bisa dilakukan secara cepat.
"Sinergi dengan Polrestabes dan Kodim 1408 untuk menjaga sel-sel keamanan kota ini harus dibangun lebih detail, lebih intens, sehingga pelaksanaannya memang melibatkan seluruh unsur," katanya.
Selain itu, Appi menegaskan, pencegahan dini harus dilakukan terhadap sejumlah potensi gangguan, mulai dari konflik sosial, kejahatan jalanan, tawuran hingga berbagai agenda strategis daerah.
Dia ingin seluruh kegiatan kemerdekaan benar-benar menjadi pesta rakyat yang berlangsung aman dan menyenangkan.
"Ini penting sekali, harus menjaga dan membangun mitigasi sehingga dalam rangka kegiatan kemerdekaan ini benar-benar menjadi pestanya rakyat, pesta masyarakat yang seluruh orang happy dan dijaga dengan baik," ujarnya.
Munafri juga menyampaikan rencana untuk turun langsung bersama unsur Forkopimda meninjau sejumlah kegiatan yang digelar di wilayah kecamatan.
Ia meminta para camat dan lurah memastikan kegiatan yang ditampilkan memiliki nilai edukasi, norma dan budaya yang baik.
Ia menilai, kegiatan perayaan kemerdekaan harus menjadi ruang hiburan masyarakat yang tetap memperhatikan kepatutan dan perlindungan terhadap anak.
Dia juga meminta panitia tidak menjadikan kelompok atau individu tertentu sebagai objek hiburan yang berpotensi merendahkan martabat atau memicu keresahan sosial.
"Saya berharap kita bisa menjaga kondusifnya, memastikan bahwa di setiap kegiatan masyarakat yang ada di tempat itulah yang bersama-sama membuat acara di tengah-tengah keramaian ini," pesan mantan CEO PSM itu.
Untuk memperkuat pengawasan hingga tingkat paling bawah, Munafri meminta solidaritas RT/RW, tokoh masyarakat, Babinsa hingga Bhabinkamtibmas diaktifkan.
"Jadi, mengaktivasi solidaritas RT/RW, keterlibatan tokoh masyarakat dan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tingkat lorong untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat," jelasnya.
Munafri menekankan, pengamanan tidak hanya dilakukan saat kegiatan berlangsung, tetapi harus dimulai sejak tahap persiapan hingga pascakegiatan.
Appi kembali meminta program Jagai Anak ta' dimaksimalkan sebagai bagian dari strategi pencegahan kenakalan remaja.
Dia menegaskan, kegiatan perayaan kemerdekaan bukan ruang untuk mencari kelompok yang dianggap paling kuat atau menunjukkan dominasi di wilayah masing-masing.
"Ini kegiatan dalam rangka memperingati ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, bukan ajang untuk mencari jagoan-jagoan yang ada di daerah masing-masing," tegasnya.
Selain program Jagai Anak ta', Munafri menilai pemberdayaan RT/RW memiliki peran strategis karena berada langsung di tengah masyarakat.
"Pemberdayaan RT/RW ini sangat penting sebagai sektor sentral yang ada di wilayah paling kecil. Saya harap ini punya peran yang kuat, peran yang baik untuk memastikan Siskamling secara intens di lorong-lorong untuk menciptakan deteksi dini serta keharmonisan sosial yang ada di wilayah," harapnya.
Munafri juga meminta seluruh camat dan lurah aktif menjadi mediator apabila muncul persoalan antarpanitia atau kelompok masyarakat.
Menurutnya, gesekan dalam kegiatan masyarakat terkadang justru muncul dari persoalan teknis yang seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi.
Karena itu, camat dan lurah diminta menjadi penengah agar persoalan kecil tidak berkembang menjadi konflik.
"Ini adalah pesta dan kegiatan masyarakat yang dilakukan oleh masyarakat dan akan dikembalikan kepada masyarakat juga," tegas Munafri.
Dari sisi teknologi, kata dia, Pemerintah Kota Makassar juga akan memaksimalkan infrastruktur pemantauan kota, termasuk CCTV dan sistem komunikasi layanan darurat.
Appi meminta seluruh perangkat tersebut dipastikan berfungsi optimal sehingga kondisi kota dapat dipantau selama 24 jam.
"Pengawasan melalui infrastruktur yang dimiliki seperti CCTV untuk memastikan CCTV ini bisa berjalan dengan baik. Pola lalu lintas komunikasi di nomor-nomor telepon darurat juga harus teraktivasi dengan baik," terangnya.
Ia menambahkan, layanan darurat 112 akan dimaksimalkan untuk mempercepat respons apabila terjadi keadaan yang membutuhkan penanganan pemerintah.
Munafri mewanti-wanti potensi kejahatan jalanan, termasuk begal, terutama di lokasi yang minim penerangan.
Untuk itu, camat dan lurah diminta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum terkait penerangan jalan.
Menurut Munafri, kondisi penerangan jalan harus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keamanan masyarakat, khususnya pada malam hari ketika aktivitas perayaan kemerdekaan berlangsung.
Di sisi lain, Munafri meminta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat dioptimalkan untuk mendeteksi dan meredam potensi konflik sosial sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Dia menilai komunikasi dengan masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga suasana tetap kondusif.
"Optimalisasi forum kewaspadaan dini masyarakat, untuk meredam potensi gesekan sebelum meluas," katanya.
Munafri kembali menegaskan bahwa seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus dikembalikan pada tujuan utamanya, yakni menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat.
Ia berharap seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat hingga RT/RW mengambil peran masing-masing agar perayaan kemerdekaan di Kota Makassar berlangsung aman, tertib dan penuh kegembiraan.
"Ini menjadi tanggung jawab wajib untuk kita semua untuk bisa menjaga, sehingga kegiatan dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ini benar-benar menjadi pesta yang dilakukan oleh masyarakat, dari masyarakat untuk masyarakat secara riang dan gembira," pungkas Munafri.
Sementara, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menyebut situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Makassar dalam beberapa bulan terakhir semakin kondusif.
Arya mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir jumlah aksi unjuk rasa di Makassar mulai mengalami penurunan.
Kalaupun terdapat aksi, kata dia, sejauh ini tidak berkembang menjadi tindakan anarkis seperti pembakaran maupun penjarahan.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan semata-mata hasil kerja kepolisian, melainkan buah dari kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi kota tetap aman dan kondusif.
Ia menilai kesadaran masyarakat untuk menolak tindakan negatif harus terus dijaga dan dirawat agar situasi serupa dapat dipertahankan ke depan.
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Arya mengingatkan adanya penyebaran isu di media sosial yang berpotensi memicu keresahan masyarakat.
Ia menyinggung kembali situasi kerusuhan yang terjadi pada 25 hingga 29 Agustus tahun sebelumnya yang belakangan kembali diangkat oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Menurut Arya, isu tersebut harus disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan kepanikan maupun memancing masyarakat melakukan tindakan yang tidak diinginkan.
"Tahun lalu kita ada kerusuhan yang cukup besar tanggal 25 sampai tanggal 29 Agustus, dan itu dikeluarkan kembali oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," katanya.
Arya menyebut pemerintah pusat bersama unsur keamanan nasional juga telah menyampaikan bahwa kondisi keamanan secara umum berada dalam keadaan aman dan kondusif.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, khususnya informasi yang disebarkan melalui media sosial.
"Kita ingin 17 Agustus kali ini dan seterusnya tidak ada lagi orang-orang yang sifatnya anarkis, tidak ada lagi orang-orang yang melakukan kejahatan kriminalitas," tegasnya.
Di sisi lain, Arya menyoroti potensi gangguan keamanan yang melibatkan kelompok bermotor, geng motor dan penggunaan panah busur.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berasal dari wilayah Kota Makassar. Sejumlah pelaku juga diduga datang dari daerah sekitar Makassar.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah patroli gabungan yang disebut Patroli Trisula, dengan melibatkan unsur Reserse, Intelijen dan Samapta.
Menurut Munafri, sinergi antara pemerintah daerah, TNI dan Polri menjadi salah satu kunci utama dalam melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan perayaan kemerdekaan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
"Koordinasi tiga pilar penting, ini menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat menyambut 17 Agustus," kata Munafri.
Hal tersebut disampaikan Munafri saat menghadiri Rapat Koordinasi Forkopimda tentang Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di Wilayah Kota Makassar, yang berlangsung di Novotel Makassar Grand Shayla, Kamis (13/8/2026).
Rapat tersebut dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana; Wakil Ketua II DPRD Kota Makassar, Anwar Faruq; Komandan Kodim (Dandim) 1408/Makassar; serta jajaran kepala SKPD serta seluruh camat se-Kota Makassar.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Appi itu menjelaskan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI biasanya diwarnai berbagai kegiatan masyarakat di tingkat kecamatan, kelurahan hingga lorong-lorong.
Agenda tersebut antara lain pesta rakyat, perlombaan, pertunjukan seni dan budaya hingga malam apresiasi yang berpotensi mengumpulkan massa dalam jumlah besar.
Selain aspek keamanan dan ketertiban, politisi Golkar itu meminta faktor kesehatan menjadi perhatian dalam setiap kegiatan masyarakat.
Ia menginstruksikan agar Dinas Kesehatan maupun instansi terkait menyiapkan pola pendampingan yang memadai, terutama pada kegiatan yang melibatkan banyak warga.
"Kita berharap di setiap kegiatan itu harus ada pola pendampingan yang memadai dari instansi yang terkait, khususnya Dinas Kesehatan untuk tetap bisa standby menjaga keadaan dan kondisi yang ada di tengah-tengah masyarakat," imbuh Appi.
Wali Kota juga meminta seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama rangkaian perayaan kemerdekaan.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga mendorong konsolidasi tiga pilar dilakukan secara berkala, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga Forkopimda.
Menurutnya, apel tiga pilar dan koordinasi lintas sektor harus rutin dilakukan untuk mengidentifikasi persoalan yang berpotensi muncul di masing-masing wilayah.
"Konsolidasi berkala, pelaksanaan apel tiga pilar hingga tingkat Tripika, kecamatan dan Forkopimda ini harus berjalan dengan baik, rutin dilaksanakan, untuk mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan persoalan yang akan terjadi di wilayah," jelasnya.
Ketua IKA FH Unhas itu, meminta koordinasi taktis antara Pemerintah Kota Makassar, Polrestabes Makassar dan Kodim 1408/Makassar diperkuat.
Koordinasi tersebut diperlukan agar seluruh sel, keamanan kota dapat terpantau dengan lebih detail dan respons terhadap persoalan di lapangan bisa dilakukan secara cepat.
"Sinergi dengan Polrestabes dan Kodim 1408 untuk menjaga sel-sel keamanan kota ini harus dibangun lebih detail, lebih intens, sehingga pelaksanaannya memang melibatkan seluruh unsur," katanya.
Selain itu, Appi menegaskan, pencegahan dini harus dilakukan terhadap sejumlah potensi gangguan, mulai dari konflik sosial, kejahatan jalanan, tawuran hingga berbagai agenda strategis daerah.
Dia ingin seluruh kegiatan kemerdekaan benar-benar menjadi pesta rakyat yang berlangsung aman dan menyenangkan.
"Ini penting sekali, harus menjaga dan membangun mitigasi sehingga dalam rangka kegiatan kemerdekaan ini benar-benar menjadi pestanya rakyat, pesta masyarakat yang seluruh orang happy dan dijaga dengan baik," ujarnya.
Munafri juga menyampaikan rencana untuk turun langsung bersama unsur Forkopimda meninjau sejumlah kegiatan yang digelar di wilayah kecamatan.
Ia meminta para camat dan lurah memastikan kegiatan yang ditampilkan memiliki nilai edukasi, norma dan budaya yang baik.
Ia menilai, kegiatan perayaan kemerdekaan harus menjadi ruang hiburan masyarakat yang tetap memperhatikan kepatutan dan perlindungan terhadap anak.
Dia juga meminta panitia tidak menjadikan kelompok atau individu tertentu sebagai objek hiburan yang berpotensi merendahkan martabat atau memicu keresahan sosial.
"Saya berharap kita bisa menjaga kondusifnya, memastikan bahwa di setiap kegiatan masyarakat yang ada di tempat itulah yang bersama-sama membuat acara di tengah-tengah keramaian ini," pesan mantan CEO PSM itu.
Untuk memperkuat pengawasan hingga tingkat paling bawah, Munafri meminta solidaritas RT/RW, tokoh masyarakat, Babinsa hingga Bhabinkamtibmas diaktifkan.
"Jadi, mengaktivasi solidaritas RT/RW, keterlibatan tokoh masyarakat dan Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tingkat lorong untuk terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat," jelasnya.
Munafri menekankan, pengamanan tidak hanya dilakukan saat kegiatan berlangsung, tetapi harus dimulai sejak tahap persiapan hingga pascakegiatan.
Appi kembali meminta program Jagai Anak ta' dimaksimalkan sebagai bagian dari strategi pencegahan kenakalan remaja.
Dia menegaskan, kegiatan perayaan kemerdekaan bukan ruang untuk mencari kelompok yang dianggap paling kuat atau menunjukkan dominasi di wilayah masing-masing.
"Ini kegiatan dalam rangka memperingati ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia, bukan ajang untuk mencari jagoan-jagoan yang ada di daerah masing-masing," tegasnya.
Selain program Jagai Anak ta', Munafri menilai pemberdayaan RT/RW memiliki peran strategis karena berada langsung di tengah masyarakat.
"Pemberdayaan RT/RW ini sangat penting sebagai sektor sentral yang ada di wilayah paling kecil. Saya harap ini punya peran yang kuat, peran yang baik untuk memastikan Siskamling secara intens di lorong-lorong untuk menciptakan deteksi dini serta keharmonisan sosial yang ada di wilayah," harapnya.
Munafri juga meminta seluruh camat dan lurah aktif menjadi mediator apabila muncul persoalan antarpanitia atau kelompok masyarakat.
Menurutnya, gesekan dalam kegiatan masyarakat terkadang justru muncul dari persoalan teknis yang seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi.
Karena itu, camat dan lurah diminta menjadi penengah agar persoalan kecil tidak berkembang menjadi konflik.
"Ini adalah pesta dan kegiatan masyarakat yang dilakukan oleh masyarakat dan akan dikembalikan kepada masyarakat juga," tegas Munafri.
Dari sisi teknologi, kata dia, Pemerintah Kota Makassar juga akan memaksimalkan infrastruktur pemantauan kota, termasuk CCTV dan sistem komunikasi layanan darurat.
Appi meminta seluruh perangkat tersebut dipastikan berfungsi optimal sehingga kondisi kota dapat dipantau selama 24 jam.
"Pengawasan melalui infrastruktur yang dimiliki seperti CCTV untuk memastikan CCTV ini bisa berjalan dengan baik. Pola lalu lintas komunikasi di nomor-nomor telepon darurat juga harus teraktivasi dengan baik," terangnya.
Ia menambahkan, layanan darurat 112 akan dimaksimalkan untuk mempercepat respons apabila terjadi keadaan yang membutuhkan penanganan pemerintah.
Munafri mewanti-wanti potensi kejahatan jalanan, termasuk begal, terutama di lokasi yang minim penerangan.
Untuk itu, camat dan lurah diminta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum terkait penerangan jalan.
Menurut Munafri, kondisi penerangan jalan harus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan keamanan masyarakat, khususnya pada malam hari ketika aktivitas perayaan kemerdekaan berlangsung.
Di sisi lain, Munafri meminta Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat dioptimalkan untuk mendeteksi dan meredam potensi konflik sosial sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Dia menilai komunikasi dengan masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga suasana tetap kondusif.
"Optimalisasi forum kewaspadaan dini masyarakat, untuk meredam potensi gesekan sebelum meluas," katanya.
Munafri kembali menegaskan bahwa seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus dikembalikan pada tujuan utamanya, yakni menghadirkan kegembiraan bagi masyarakat.
Ia berharap seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat hingga RT/RW mengambil peran masing-masing agar perayaan kemerdekaan di Kota Makassar berlangsung aman, tertib dan penuh kegembiraan.
"Ini menjadi tanggung jawab wajib untuk kita semua untuk bisa menjaga, sehingga kegiatan dalam rangka menyambut hari kemerdekaan ini benar-benar menjadi pesta yang dilakukan oleh masyarakat, dari masyarakat untuk masyarakat secara riang dan gembira," pungkas Munafri.
Sementara, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menyebut situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Makassar dalam beberapa bulan terakhir semakin kondusif.
Arya mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir jumlah aksi unjuk rasa di Makassar mulai mengalami penurunan.
Kalaupun terdapat aksi, kata dia, sejauh ini tidak berkembang menjadi tindakan anarkis seperti pembakaran maupun penjarahan.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan semata-mata hasil kerja kepolisian, melainkan buah dari kerja sama seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi kota tetap aman dan kondusif.
Ia menilai kesadaran masyarakat untuk menolak tindakan negatif harus terus dijaga dan dirawat agar situasi serupa dapat dipertahankan ke depan.
Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Arya mengingatkan adanya penyebaran isu di media sosial yang berpotensi memicu keresahan masyarakat.
Ia menyinggung kembali situasi kerusuhan yang terjadi pada 25 hingga 29 Agustus tahun sebelumnya yang belakangan kembali diangkat oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Menurut Arya, isu tersebut harus disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan kepanikan maupun memancing masyarakat melakukan tindakan yang tidak diinginkan.
"Tahun lalu kita ada kerusuhan yang cukup besar tanggal 25 sampai tanggal 29 Agustus, dan itu dikeluarkan kembali oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," katanya.
Arya menyebut pemerintah pusat bersama unsur keamanan nasional juga telah menyampaikan bahwa kondisi keamanan secara umum berada dalam keadaan aman dan kondusif.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, khususnya informasi yang disebarkan melalui media sosial.
"Kita ingin 17 Agustus kali ini dan seterusnya tidak ada lagi orang-orang yang sifatnya anarkis, tidak ada lagi orang-orang yang melakukan kejahatan kriminalitas," tegasnya.
Di sisi lain, Arya menyoroti potensi gangguan keamanan yang melibatkan kelompok bermotor, geng motor dan penggunaan panah busur.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berasal dari wilayah Kota Makassar. Sejumlah pelaku juga diduga datang dari daerah sekitar Makassar.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah patroli gabungan yang disebut Patroli Trisula, dengan melibatkan unsur Reserse, Intelijen dan Samapta.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Pemkot Makassar Kejar Target Seragam Gratis, Libatkan 112 Penjahit Lokal
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mempercepat pelaksanaan program pengadaan seragam gratis bagi murid sekolah. Saat ini, proses pengadaan jasa jahit mulai berjalan dengan melibatkan penjahit dan pelaku UMKM lokal.
Kamis, 13 Agu 2026 19:54
Makassar City
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
Jajaran DPRD Kota Makassar mulai menempati gedung baru di Jalan AP Pettarani untuk menjalankan aktivitas kedewanan, Rabu (12/8/2026).
Kamis, 13 Agu 2026 09:56
Makassar City
Pendataan Perlinsos Digital Capai 50.088 KK, Wali Kota Appi Targetkan Makassar Tembus 70 Persen
Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Sosial terus menggenjot pendataan warga melalui platform Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital.
Rabu, 12 Agu 2026 17:46
Makassar City
Realisasi Investasi Makassar Tembus Rp2,7 Triliun hingga Triwulan Kedua
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar mencatat realisasi investasi telah mencapai angka Rp2,7 triliun lebih hingga periode triwulan kedua atau semester pertama tahun 2026.
Rabu, 12 Agu 2026 16:27
Makassar City
Pemkot Makassar Perluas Tracing TBC, Target 339 Titik
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperluas tracing tuberkulosis (TBC) dengan mengintegrasikannya bersama Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Rabu, 12 Agu 2026 07:20
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
Imigrasi Parepare Lanjutkan Kerja Sama dengan SINDO Makassar
4
MMF 2026 di Kalla Institute Soroti Kolaborasi Manusia dan AI di Dunia Kerja
5
IAS Roadshow ke Daerah, Tegaskan Kekuatan Golkar Harus Merata di Sulsel
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
Imigrasi Parepare Lanjutkan Kerja Sama dengan SINDO Makassar
4
MMF 2026 di Kalla Institute Soroti Kolaborasi Manusia dan AI di Dunia Kerja
5
IAS Roadshow ke Daerah, Tegaskan Kekuatan Golkar Harus Merata di Sulsel