UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
Kamis, 13 Agu 2026 17:33
Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali memperoleh pengakuan atas transformasi kelembagaan, inovasi digital, dan komitmennya menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali memperoleh pengakuan atas transformasi kelembagaan, inovasi digital, dan komitmennya menghadirkan pendidikan tinggi yang berdampak. UMI meraih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026 dalam Makassar Marketing Festival 2026, bagian dari rangkaian Indonesia Marketing Festival 2026 yang diselenggarakan MCorp dan MarkPlus Institute.
Penghargaan diserahkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Founder and Chairman MCorp, Hermawan Kartajaya, kepada Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, di Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani, Kamis (13/8/2026).
Mengusung tema “Winning the Competition in the Age of AI”, Makassar Marketing Festival 2026 menegaskan bahwa kemenangan di era kecerdasan artifisial tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya. Kemampuan membaca perubahan, memanfaatkan teknologi, melahirkan inovasi, dan menciptakan dampak menjadi kekuatan baru sebuah organisasi.
Bagi UMI, penghargaan ini bukan sekadar trofi pemasaran. Pengakuan tersebut menjadi penanda bahwa perguruan tinggi dapat membangun merek bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui pengalaman, pelayanan, inovasi, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Teknologi boleh melaju cepat, tetapi dampaknya harus sampai kepada umat. Bagi UMI, inovasi bukan sekadar terlihat modern. Inovasi harus membuat mahasiswa lebih mudah belajar, dosen lebih produktif, pelayanan semakin cepat, dan masyarakat semakin merasakan kehadiran kampus,” ujar Prof Hambali Thalib.
Guru Besar Fakultas Hukum UMI itu menegaskan, perubahan perilaku masyarakat yang semakin digital menuntut perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat menyampaikan ilmu. Kampus harus mampu memahami kebutuhan generasi baru, membangun pengalaman pendidikan yang relevan, serta menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia yang terus berubah.
Generasi Z dan Generasi Alfa, menurutnya, tidak hanya mencari kampus yang memiliki ruang kuliah dan program studi. Mereka membutuhkan ekosistem yang memberi ruang untuk bertumbuh, berinovasi, berjejaring, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan.
“Mahasiswa hari ini tidak hanya bertanya apa yang akan dipelajari, tetapi juga akan menjadi siapa setelah menyelesaikan pendidikan. Karena itu, UMI terus membangun ekosistem yang mempertemukan ilmu, iman, teknologi, kreativitas, kewirausahaan, dan kepedulian sosial,” jelasnya.
UMI Connection: Teknologi yang Menghubungkan, Data yang Menggerakkan
Salah satu fondasi transformasi tersebut adalah UMI Connection, arsitektur transformasi digital UMI menuju Smart Islamic AI-Driven University dengan prinsip:
Satu Akses, Satu Data, Satu Proses, dan Satu Executive AI Dashboard.
UMI Connection dirancang untuk mengintegrasikan layanan akademik dan nonakademik serta menghubungkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pimpinan, alumni, orang tua, dan mitra dalam satu ekosistem digital.
Transformasi ini tidak berhenti pada pemindahan layanan konvensional ke aplikasi. UMI Connection diarahkan untuk mengubah cara kampus bekerja, melayani, membaca data, mendeteksi risiko, dan mengambil keputusan.
Melalui penguatan Single Sign-On, integrasi data institusi, infrastruktur cloud, data warehouse, keamanan siber berlapis, serta pengembangan Executive AI Dashboard, UMI sedang membangun “otak digital institusi” yang mendukung keputusan berbasis data“Kampus masa depan bukan kampus yang paling banyak memiliki aplikasi, melainkan kampus yang paling mampu mengubah data menjadi keputusan, teknologi menjadi pelayanan, dan inovasi menjadi kemaslahatan,” tegas Rektor UMI.
Transformasi tersebut mendukung pelaksanaan Catur Dharma UMI sebagaimana Statuta UMI 2024, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter sebagai satu kesatuan penyelenggaraan UMI.
Dengan demikian, kecerdasan artifisial di UMI tidak ditempatkan untuk menggantikan manusia, melainkan memperkuat kemampuan manusia dalam belajar, bekerja, melayani, dan mengambil keputusan dengan tetap berlandaskan adab, integritas, dan nilai-nilai Islam.
Pemasaran yang Tidak Berhenti pada Promosi
Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026 juga mencerminkan perubahan cara UMI membangun reputasi. Pemasaran perguruan tinggi tidak lagi dipahami sebatas iklan, baliho, unggahan media sosial, atau banyaknya kegiatan yang diberitakan.
Bagi UMI, pemasaran terbaik lahir ketika mahasiswa memperoleh pelayanan yang baik, dosen mendapat ruang untuk berinovasi, alumni mampu bersaing, masyarakat merasakan manfaat pengabdian, dan orang tua menyaksikan anak-anaknya tumbuh menjadi insan berilmu, berakhlak, profesional, serta siap menghadapi masa depan.
“Reputasi bukan suara yang kita tinggikan tentang diri sendiri. Reputasi adalah kepercayaan yang diberikan masyarakat setelah mereka merasakan mutu dan manfaat kehadiran kita,” tutur Prof Hambali.
Semangat kewirausahaan yang dikembangkan UMI juga tidak dibatasi pada kemampuan membuka usaha. Kewirausahaan dimaknai sebagai keberanian membaca masalah, menemukan peluang, menciptakan solusi, membangun kolaborasi, dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
Karakter tersebut diperkuat melalui pembelajaran, riset, pengabdian, inkubasi usaha, kemitraan dunia industri, pengembangan inovasi mahasiswa, serta ekosistem digital yang semakin terintegrasi.
Pengakuan Sekaligus Amanah
Rektor UMI menyampaikan apresiasi kepada MCorp, MarkPlus Institute, Pemerintah Kota Makassar, sivitas akademika, alumni, mitra, serta seluruh masyarakat yang terus memberikan kepercayaan kepada UMI.
Menurutnya, penghargaan ini adalah pengakuan sekaligus amanah untuk memastikan transformasi UMI semakin terasa dalam kehidupan mahasiswa dan masyarakat.
“Penghargaan akan menjadi bermakna jika setelah menerimanya kita semakin rendah hati, semakin cepat melayani, dan semakin besar memberi manfaat. Trofi dapat disimpan di lemari, tetapi dampak harus hidup di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Melalui budaya kerja berbasis ibadah, gerakan kampus berintegritas, tata kelola berbasis Renstra, Renop, IKU, akreditasi, pemeringkatan, efisiensi anggaran, serta transformasi digital melalui UMI Connection, UMI terus memperkuat diri sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak, serta Kampus Peduli dan Berbagi.
Bagi calon mahasiswa dan orang tua, capaian ini menyampaikan pesan sederhana tetapi penting: memilih perguruan tinggi bukan hanya memilih tempat kuliah, melainkan memilih lingkungan tempat ilmu, karakter, jejaring, teknologi, dan masa depan dibangun secara bersamaan.
Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026 menjadi bukti bahwa UMI tidak hanya mengikuti perubahan zaman. UMI sedang membangun kapasitas untuk menjadi bagian penting dari perubahan itu—dengan teknologi sebagai penggerak, nilai Islam sebagai penuntun, dan dampak sebagai ukuran keberhasilan.
Sebab pada akhirnya, teknologi dapat membantu memenangkan kompetisi, tetapi hanya manfaat bagi manusia yang memberikan makna atas kemenangan.
Penghargaan diserahkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Founder and Chairman MCorp, Hermawan Kartajaya, kepada Rektor UMI, Prof Hambali Thalib, di Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani, Kamis (13/8/2026).
Mengusung tema “Winning the Competition in the Age of AI”, Makassar Marketing Festival 2026 menegaskan bahwa kemenangan di era kecerdasan artifisial tidak lagi hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya. Kemampuan membaca perubahan, memanfaatkan teknologi, melahirkan inovasi, dan menciptakan dampak menjadi kekuatan baru sebuah organisasi.
Bagi UMI, penghargaan ini bukan sekadar trofi pemasaran. Pengakuan tersebut menjadi penanda bahwa perguruan tinggi dapat membangun merek bukan hanya melalui kata-kata, tetapi melalui pengalaman, pelayanan, inovasi, dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Teknologi boleh melaju cepat, tetapi dampaknya harus sampai kepada umat. Bagi UMI, inovasi bukan sekadar terlihat modern. Inovasi harus membuat mahasiswa lebih mudah belajar, dosen lebih produktif, pelayanan semakin cepat, dan masyarakat semakin merasakan kehadiran kampus,” ujar Prof Hambali Thalib.
Guru Besar Fakultas Hukum UMI itu menegaskan, perubahan perilaku masyarakat yang semakin digital menuntut perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat menyampaikan ilmu. Kampus harus mampu memahami kebutuhan generasi baru, membangun pengalaman pendidikan yang relevan, serta menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia yang terus berubah.
Generasi Z dan Generasi Alfa, menurutnya, tidak hanya mencari kampus yang memiliki ruang kuliah dan program studi. Mereka membutuhkan ekosistem yang memberi ruang untuk bertumbuh, berinovasi, berjejaring, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan.
“Mahasiswa hari ini tidak hanya bertanya apa yang akan dipelajari, tetapi juga akan menjadi siapa setelah menyelesaikan pendidikan. Karena itu, UMI terus membangun ekosistem yang mempertemukan ilmu, iman, teknologi, kreativitas, kewirausahaan, dan kepedulian sosial,” jelasnya.
UMI Connection: Teknologi yang Menghubungkan, Data yang Menggerakkan
Salah satu fondasi transformasi tersebut adalah UMI Connection, arsitektur transformasi digital UMI menuju Smart Islamic AI-Driven University dengan prinsip:
Satu Akses, Satu Data, Satu Proses, dan Satu Executive AI Dashboard.
UMI Connection dirancang untuk mengintegrasikan layanan akademik dan nonakademik serta menghubungkan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pimpinan, alumni, orang tua, dan mitra dalam satu ekosistem digital.
Transformasi ini tidak berhenti pada pemindahan layanan konvensional ke aplikasi. UMI Connection diarahkan untuk mengubah cara kampus bekerja, melayani, membaca data, mendeteksi risiko, dan mengambil keputusan.
Melalui penguatan Single Sign-On, integrasi data institusi, infrastruktur cloud, data warehouse, keamanan siber berlapis, serta pengembangan Executive AI Dashboard, UMI sedang membangun “otak digital institusi” yang mendukung keputusan berbasis data“Kampus masa depan bukan kampus yang paling banyak memiliki aplikasi, melainkan kampus yang paling mampu mengubah data menjadi keputusan, teknologi menjadi pelayanan, dan inovasi menjadi kemaslahatan,” tegas Rektor UMI.
Transformasi tersebut mendukung pelaksanaan Catur Dharma UMI sebagaimana Statuta UMI 2024, yaitu Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter sebagai satu kesatuan penyelenggaraan UMI.
Dengan demikian, kecerdasan artifisial di UMI tidak ditempatkan untuk menggantikan manusia, melainkan memperkuat kemampuan manusia dalam belajar, bekerja, melayani, dan mengambil keputusan dengan tetap berlandaskan adab, integritas, dan nilai-nilai Islam.
Pemasaran yang Tidak Berhenti pada Promosi
Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026 juga mencerminkan perubahan cara UMI membangun reputasi. Pemasaran perguruan tinggi tidak lagi dipahami sebatas iklan, baliho, unggahan media sosial, atau banyaknya kegiatan yang diberitakan.
Bagi UMI, pemasaran terbaik lahir ketika mahasiswa memperoleh pelayanan yang baik, dosen mendapat ruang untuk berinovasi, alumni mampu bersaing, masyarakat merasakan manfaat pengabdian, dan orang tua menyaksikan anak-anaknya tumbuh menjadi insan berilmu, berakhlak, profesional, serta siap menghadapi masa depan.
“Reputasi bukan suara yang kita tinggikan tentang diri sendiri. Reputasi adalah kepercayaan yang diberikan masyarakat setelah mereka merasakan mutu dan manfaat kehadiran kita,” tutur Prof Hambali.
Semangat kewirausahaan yang dikembangkan UMI juga tidak dibatasi pada kemampuan membuka usaha. Kewirausahaan dimaknai sebagai keberanian membaca masalah, menemukan peluang, menciptakan solusi, membangun kolaborasi, dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.
Karakter tersebut diperkuat melalui pembelajaran, riset, pengabdian, inkubasi usaha, kemitraan dunia industri, pengembangan inovasi mahasiswa, serta ekosistem digital yang semakin terintegrasi.
Pengakuan Sekaligus Amanah
Rektor UMI menyampaikan apresiasi kepada MCorp, MarkPlus Institute, Pemerintah Kota Makassar, sivitas akademika, alumni, mitra, serta seluruh masyarakat yang terus memberikan kepercayaan kepada UMI.
Menurutnya, penghargaan ini adalah pengakuan sekaligus amanah untuk memastikan transformasi UMI semakin terasa dalam kehidupan mahasiswa dan masyarakat.
“Penghargaan akan menjadi bermakna jika setelah menerimanya kita semakin rendah hati, semakin cepat melayani, dan semakin besar memberi manfaat. Trofi dapat disimpan di lemari, tetapi dampak harus hidup di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Melalui budaya kerja berbasis ibadah, gerakan kampus berintegritas, tata kelola berbasis Renstra, Renop, IKU, akreditasi, pemeringkatan, efisiensi anggaran, serta transformasi digital melalui UMI Connection, UMI terus memperkuat diri sebagai Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak, serta Kampus Peduli dan Berbagi.
Bagi calon mahasiswa dan orang tua, capaian ini menyampaikan pesan sederhana tetapi penting: memilih perguruan tinggi bukan hanya memilih tempat kuliah, melainkan memilih lingkungan tempat ilmu, karakter, jejaring, teknologi, dan masa depan dibangun secara bersamaan.
Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026 menjadi bukti bahwa UMI tidak hanya mengikuti perubahan zaman. UMI sedang membangun kapasitas untuk menjadi bagian penting dari perubahan itu—dengan teknologi sebagai penggerak, nilai Islam sebagai penuntun, dan dampak sebagai ukuran keberhasilan.
Sebab pada akhirnya, teknologi dapat membantu memenangkan kompetisi, tetapi hanya manfaat bagi manusia yang memberikan makna atas kemenangan.
(GUS)
Berita Terkait
News
UMI Jadi Tuan Rumah Sarasehan APTISI, Bahas Program Strategis Nasional untuk PTS
Universitas Muslim Indonesia (UMI) menjadi tuan rumah Sarasehan Konsolidasi Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah IX menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APTISI 2026 di Auditorium Al-Jibra, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (5/8/2026).
Rabu, 05 Agu 2026 20:08
News
UMI ESS 2026 Resmi Dibuka, Rektor Tegaskan Transformasi Kampus Harus Berdampak Nyata
Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi membuka UMI Executive Strategic Summit (UMI ESS) 2026, sebuah forum strategis yang menjadi momentum penyelarasan arah kebijakan, penguatan tata kelola, serta percepatan transformasi institusi menuju universitas
Sabtu, 01 Agu 2026 13:22
Sulsel
WR IV UMI Sampaikan Taushiyah kepada Ratusan Peserta Pencerahan Qalbu UMI
Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr KH Muhammad Ishaq Samad, menyampaikan taushiyah ba’da Ashar bertajuk “5 B” di hadapan ratusan peserta Pencerahan Qalbu UMI yang berlangsung di Pesantren Unggulan Mahasiswa Darul Mukhlishin Padanglampe
Kamis, 30 Jul 2026 16:37
News
UMI Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Atase RI di Timor-Leste, Dorong Internasionalisasi Kampus
Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus memperluas jejaring internasional melalui penguatan kerja sama pendidikan dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Dili, Timor-Leste.
Jum'at, 24 Jul 2026 09:51
News
Silaturahmi dengan UMI, Bupati Bantaeng Soroti Dampak Kampus bagi Ekonomi Daerah
Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai Silaturrahmi Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, bersama jajaran pimpinan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Bantaeng, di Aula Kampus UMI Bantaeng, Selasa (21/7).
Rabu, 22 Jul 2026 08:13
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bright Gas Jadi Alternatif Energi Pompa Irigasi Petani Gowa
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
Pengadilan Agama Maros Cabut Hak Perwalian Orang Tua
4
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
5
Pemkab dan DPRD Bantaeng Sepakati KUA-PPAS 2027
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bright Gas Jadi Alternatif Energi Pompa Irigasi Petani Gowa
2
DPRD Makassar Mulai Berkantor di Gedung Baru, Tekan Biaya Sewa Rp600 Juta
3
Pengadilan Agama Maros Cabut Hak Perwalian Orang Tua
4
UMI Raih Campus Entrepreneurial Marketing for Impact 2026
5
Pemkab dan DPRD Bantaeng Sepakati KUA-PPAS 2027