FSIKP UMI Gelar Kick-Off BIPA untuk Mahasiswa Internasional
Selasa, 22 Sep 2026 15:17
Suasana Kick-Off BIPA mahasiswa internasional tahun akademik 2026/2027, di FSIKP UMI, Selasa (22/9/2026).Foto: SINDO Makassar/Dewan Ghiyats Yan G
MAKASSAR - Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kegiatan Kick-Off Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) bagi mahasiswa internasional tahun akademik 2026/2027.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor V Bidang Kerja Sama dan Promosi UMI, Setyawati Yani; bersama Dekan FSIKP UMI, Dr. Nurjannah Abna; serta jajaran pimpinan fakultas; dan mahasiswa internasional dari berbagai negara.
WR V UMI, Setyawati Yani, mengungkapkan bahwa minat mahasiswa internasional untuk berkuliah di UMI pada tahun akademik 2026/2027 menunjukkan perkembangan yang sangat baik.
"Kami memiliki dua mahasiswa penerima beasiswa KNB (Kemitraan Negara Berkembang) yang didukung penuh oleh Kemendikbudristek, yang berasal dari Nigeria dan Sudan," jelasnya kepada wartawan.
Ia membeberkan bahwa pihaknya juga berhasil menjaring dua mahasiswa yang mendapatkan beasiswa penuh langsung dari UMI.
"Yaitu beasiswa Hafiz dan juga beasiswa Afirmasi Internasional untuk dua mahasiswa dari Palestina dan Sudan. Serta, kami memiliki lebih dari 10 mahasiswa dengan biaya mandiri (berbayar sendiri) untuk tahun ini. Jadi alhamdulillah, kenaikan jumlah mahasiswa internasional sangat signifikan untuk tahun ini," sambungnya.
Mantan Wakil Dekan I Fakultas Teknologi Industri atau FTI UMI itu menyampaikan, program BIPA UMI telah berjalan cukup lama dan hari ini kembali dilangsungkan kick-off untuk memulai rangkaian pembelajaran pada tahun ajaran 2026/2027.
"Untuk itu, dari Universitas Muslim Indonesia, utamanya Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan, menyiapkan service atau layanan untuk mahasiswa ini dalam bentuk pelaksanaan pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing," ucapnya.
Dia mengatakan bahwa UMI tidak menetapkan kuota khusus untuk mahasiswa asing. Maka dari itu, pihaknya mendorong setiap jurusan agar memiliki mahasiswa internasional.
"Sebenarnya kami tidak menyediakan kuota khusus. Tetapi, yang kami inginkan adalah bahwa setiap jurusan secara terus-menerus dan bertahap harus ada mahasiswa internasionalnya," kata Wati sapaan karibnya itu.
Alumni The University of Western Australia itu menegaskan langkah tersebut diambil karena salah satu visi utama UMI adalah mempersiapkan para mahasiswanya agar mampu berkompetisi secara global.
"Dengan adanya mahasiswa internasional di tiap program studi (prodi), paling tidak mereka sudah bisa melakukan kolaborasi dan networking (relasi) untuk masa depan mereka dengan entitas dari tingkat internasional. Sebenarnya target yang kami inginkan adalah di setiap prodi harus ada mahasiswa internasional. Itu target yang kami inginkan, dan setiap tahun tentu saja terus meningkat," tambahnya.
Selain itu, UMI juga terus mendorong setiap jurusan agar memenuhi syarat untuk memperoleh mahasiswa beasiswa KNB (Kemitraan Negara Berkembang).
"Itu salah satu targetnya. Karena untuk mendapatkan mahasiswa KNB ini, syaratnya prodi harus terakreditasi Unggul. Prodi tersebut pernah meluluskan mahasiswa asing atau pernah memiliki mahasiswa asing. Jadi kalau prodi belum memiliki hal tersebut, tidak bisa apply (diterapkan) untuk KNB. Maka dari itu, targetnya adalah ada mahasiswa asing dan akreditasinya Unggul, sehingga bisa memperoleh pendanaan dari pemerintah untuk beasiswa mahasiswa asing ini," terangnya.
Sementara, Dekan FSIKP UMI, Dr Nurjannah Abna, menuturkan bahwa agenda kick-off ini tidak sekadar menandai pembukaan kelas pembelajaran bahasa.
"Tujuan tadi dari kick-off BIPA tahun akademik 2026/2027 ini kan sebenarnya bukan hanya menunjukkan bahwa ada proses atau pembukaan pembelajaran untuk Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing. Tetapi lebih kepada bagaimana menunjukkan UMI sebagai kampus yang dalam proses pendidikannya itu adaptif, inklusif, dan berwawasan internasional," tuturnya.
Melalui program BIPA yang disinergikan dengan Kantor Urusan Internasional (KUI), lanjut dia, mahasiswa internasional ditargetkan mampu menguasai dan berbahasa Indonesia dengan baik.
"Alhamdulillah untuk pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing, untuk tahun ini bahwa kita usahakan minimal 4 bulan mereka sudah mampu berbahasa Indonesia dengan baik. Bisa (mahasiswa internasional angkatan sebelumnya) lagi untuk memperlancar, silakan. Nanti koordinasinya dengan Kantor Urusan Internasional. Jadi ini merupakan sinergi antara Kantor Urusan Internasional dengan pengelola BIPA sendiri yang ada di Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan," tuturnya saat dikonfirmasi.
Dosen Program Studi Sastra Arab FSIKP UMI itu menyebutkan, sekitar 30 mahasiswa internasional yang mengikuti program BIPA pada tahun ini.
"Total untuk mahasiswa asing kurang lebih ada 30 orang yang ikut program BIPA. Karena kan ini ada juga beberapa mahasiswa internasional sebelumnya. Tetapi untuk tahun akademik 2026/2027 ini kurang lebih ada 30 orang yang akan mengikuti program BIPA," sebutnya.
Dr. Nurjannah juga menjelaskan bahwa para mahasiswa internasional berasal dari berbagai negara, yakni Yaman, Sudan, Nigeria, Timor Leste, dan Palestina.
"Dominan saya lihat dari Sudan dan Palestina. Alhamdulillah UMI menjadi salah satu perguruan tinggi yang mendapat kepercayaan dari Kemendikbudristek untuk program beasiswa KNB (Kemitraan Negara Berkembang). Di Indonesia Timur, sepertinya hanya UMI dan Unhas yang mendapatkan kepercayaan tersebut," imbuhnya.
Dia bilang, program BIPA UMI ini terbuka tidak hanya bagi mahasiswa baru angkatan 2026/2027, tetapi juga bagi mahasiswa angkatan sebelumnya yang ingin terus memperlancar kemampuan berbahasa Indonesia mereka.
"Bahwa mungkin masih ada mahasiswa internasional dari angkatan sebelumnya yang ingin lebih memperlancar lagi bahasa Indonesianya, welcome, silakan," katanya kepada wartawan.
Di sisi lain, Dr Nurjannah mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk menggelar Festival Handai sebagai wadah bagi para mahasiswa internasional untuk melatih dan menguji kemahiran berbahasa Indonesia melalui berbagai kompetisi menarik.
"Insyaallah kita juga akan menggelar Festival Handai. Salah satu event yang juga akan kita gelar untuk menguji sejauh mana kemampuan dan kemahiran mereka berbahasa, bekerja sama dengan Balai Bahasa. Festival ini menghadirkan para mahasiswa internasional untuk mengikuti kompetisi antar mereka, termasuk misalnya baca puisi dan beberapa kegiatan yang intinya adalah bagaimana memberi ruang kepada mereka untuk melatih berbahasa Indonesia dengan baik," pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor V Bidang Kerja Sama dan Promosi UMI, Setyawati Yani; bersama Dekan FSIKP UMI, Dr. Nurjannah Abna; serta jajaran pimpinan fakultas; dan mahasiswa internasional dari berbagai negara.
WR V UMI, Setyawati Yani, mengungkapkan bahwa minat mahasiswa internasional untuk berkuliah di UMI pada tahun akademik 2026/2027 menunjukkan perkembangan yang sangat baik.
"Kami memiliki dua mahasiswa penerima beasiswa KNB (Kemitraan Negara Berkembang) yang didukung penuh oleh Kemendikbudristek, yang berasal dari Nigeria dan Sudan," jelasnya kepada wartawan.
Ia membeberkan bahwa pihaknya juga berhasil menjaring dua mahasiswa yang mendapatkan beasiswa penuh langsung dari UMI.
"Yaitu beasiswa Hafiz dan juga beasiswa Afirmasi Internasional untuk dua mahasiswa dari Palestina dan Sudan. Serta, kami memiliki lebih dari 10 mahasiswa dengan biaya mandiri (berbayar sendiri) untuk tahun ini. Jadi alhamdulillah, kenaikan jumlah mahasiswa internasional sangat signifikan untuk tahun ini," sambungnya.
Mantan Wakil Dekan I Fakultas Teknologi Industri atau FTI UMI itu menyampaikan, program BIPA UMI telah berjalan cukup lama dan hari ini kembali dilangsungkan kick-off untuk memulai rangkaian pembelajaran pada tahun ajaran 2026/2027.
"Untuk itu, dari Universitas Muslim Indonesia, utamanya Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan, menyiapkan service atau layanan untuk mahasiswa ini dalam bentuk pelaksanaan pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing," ucapnya.
Dia mengatakan bahwa UMI tidak menetapkan kuota khusus untuk mahasiswa asing. Maka dari itu, pihaknya mendorong setiap jurusan agar memiliki mahasiswa internasional.
"Sebenarnya kami tidak menyediakan kuota khusus. Tetapi, yang kami inginkan adalah bahwa setiap jurusan secara terus-menerus dan bertahap harus ada mahasiswa internasionalnya," kata Wati sapaan karibnya itu.
Alumni The University of Western Australia itu menegaskan langkah tersebut diambil karena salah satu visi utama UMI adalah mempersiapkan para mahasiswanya agar mampu berkompetisi secara global.
"Dengan adanya mahasiswa internasional di tiap program studi (prodi), paling tidak mereka sudah bisa melakukan kolaborasi dan networking (relasi) untuk masa depan mereka dengan entitas dari tingkat internasional. Sebenarnya target yang kami inginkan adalah di setiap prodi harus ada mahasiswa internasional. Itu target yang kami inginkan, dan setiap tahun tentu saja terus meningkat," tambahnya.
Selain itu, UMI juga terus mendorong setiap jurusan agar memenuhi syarat untuk memperoleh mahasiswa beasiswa KNB (Kemitraan Negara Berkembang).
"Itu salah satu targetnya. Karena untuk mendapatkan mahasiswa KNB ini, syaratnya prodi harus terakreditasi Unggul. Prodi tersebut pernah meluluskan mahasiswa asing atau pernah memiliki mahasiswa asing. Jadi kalau prodi belum memiliki hal tersebut, tidak bisa apply (diterapkan) untuk KNB. Maka dari itu, targetnya adalah ada mahasiswa asing dan akreditasinya Unggul, sehingga bisa memperoleh pendanaan dari pemerintah untuk beasiswa mahasiswa asing ini," terangnya.
Sementara, Dekan FSIKP UMI, Dr Nurjannah Abna, menuturkan bahwa agenda kick-off ini tidak sekadar menandai pembukaan kelas pembelajaran bahasa.
"Tujuan tadi dari kick-off BIPA tahun akademik 2026/2027 ini kan sebenarnya bukan hanya menunjukkan bahwa ada proses atau pembukaan pembelajaran untuk Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing. Tetapi lebih kepada bagaimana menunjukkan UMI sebagai kampus yang dalam proses pendidikannya itu adaptif, inklusif, dan berwawasan internasional," tuturnya.
Melalui program BIPA yang disinergikan dengan Kantor Urusan Internasional (KUI), lanjut dia, mahasiswa internasional ditargetkan mampu menguasai dan berbahasa Indonesia dengan baik.
"Alhamdulillah untuk pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing, untuk tahun ini bahwa kita usahakan minimal 4 bulan mereka sudah mampu berbahasa Indonesia dengan baik. Bisa (mahasiswa internasional angkatan sebelumnya) lagi untuk memperlancar, silakan. Nanti koordinasinya dengan Kantor Urusan Internasional. Jadi ini merupakan sinergi antara Kantor Urusan Internasional dengan pengelola BIPA sendiri yang ada di Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan," tuturnya saat dikonfirmasi.
Dosen Program Studi Sastra Arab FSIKP UMI itu menyebutkan, sekitar 30 mahasiswa internasional yang mengikuti program BIPA pada tahun ini.
"Total untuk mahasiswa asing kurang lebih ada 30 orang yang ikut program BIPA. Karena kan ini ada juga beberapa mahasiswa internasional sebelumnya. Tetapi untuk tahun akademik 2026/2027 ini kurang lebih ada 30 orang yang akan mengikuti program BIPA," sebutnya.
Dr. Nurjannah juga menjelaskan bahwa para mahasiswa internasional berasal dari berbagai negara, yakni Yaman, Sudan, Nigeria, Timor Leste, dan Palestina.
"Dominan saya lihat dari Sudan dan Palestina. Alhamdulillah UMI menjadi salah satu perguruan tinggi yang mendapat kepercayaan dari Kemendikbudristek untuk program beasiswa KNB (Kemitraan Negara Berkembang). Di Indonesia Timur, sepertinya hanya UMI dan Unhas yang mendapatkan kepercayaan tersebut," imbuhnya.
Dia bilang, program BIPA UMI ini terbuka tidak hanya bagi mahasiswa baru angkatan 2026/2027, tetapi juga bagi mahasiswa angkatan sebelumnya yang ingin terus memperlancar kemampuan berbahasa Indonesia mereka.
"Bahwa mungkin masih ada mahasiswa internasional dari angkatan sebelumnya yang ingin lebih memperlancar lagi bahasa Indonesianya, welcome, silakan," katanya kepada wartawan.
Di sisi lain, Dr Nurjannah mengungkapkan bahwa pihaknya berencana untuk menggelar Festival Handai sebagai wadah bagi para mahasiswa internasional untuk melatih dan menguji kemahiran berbahasa Indonesia melalui berbagai kompetisi menarik.
"Insyaallah kita juga akan menggelar Festival Handai. Salah satu event yang juga akan kita gelar untuk menguji sejauh mana kemampuan dan kemahiran mereka berbahasa, bekerja sama dengan Balai Bahasa. Festival ini menghadirkan para mahasiswa internasional untuk mengikuti kompetisi antar mereka, termasuk misalnya baca puisi dan beberapa kegiatan yang intinya adalah bagaimana memberi ruang kepada mereka untuk melatih berbahasa Indonesia dengan baik," pungkasnya.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
UMI Tutup Rangkaian Pekan Pesantren Gelombang ke-7, Mahasiswa Ikuti Kegiatan Outbound
Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kegiatan Pekan Pesantren gelombang terakhir atau gelombang ke-7 di Pesantren Darul Mukhlisin UMI, Desa Padanglampe, Kecamatan Ma'rang, Kabupaten Pangkep, Sabtu (19/9/2026).
Sabtu, 19 Sep 2026 13:44
Sulsel
Bupati Bantaeng Hadir Beri Kuliah Umum di FSIKP UMI
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nanti Nurdi menjadi dosen luar biasa di Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI).
Sabtu, 19 Sep 2026 11:07
News
FSIKP UMI Gelar Kuliah Umum, Hadirkan Bupati Bantaeng dan Akademisi Malaysia
Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar kuliah umum di Auditorium Al-Jibra UMI, Makassar, Jumat (18/9/2026).
Jum'at, 18 Sep 2026 21:29
Makassar City
FTI UMI Gelar Kuliah Tamu Bahas Masa Depan Supply Chain Berbasis AI dan Etika
Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Kuliah Tamu bertajuk "The Future of Supply Chain Management Building Smart, Resilient, A Sustainable Supply Chain Through Al and Digital Innovation", di Aula Telecoference Lantai 5 Fakultas Kedokteran UMI, Senin (14/9/2026).
Senin, 14 Sep 2026 13:13
News
Riset AI, TikTok, dan Instagram Reels, Tiga Mahasiswa PBI UMI Tampil di Forum Internasional
Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan kapasitas akademiknya di forum internasional. Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) UMI
Sabtu, 12 Sep 2026 17:35
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Putri Sulung Mantan Rektor UNM Sampaikan Pesan Khusus untuk Prof Hasmyati
2
Pengamat Sarankan Wali Kota Makassar Appi Sebaiknya Hengkang dari Golkar
3
IPCM Perluas Peta Bisnis Maritim, Bidik Kawasan Industri hingga Indonesia Timur
4
Pemkab Luwu Timur Jadwalkan Donor Darah ASN Tiap Bulan, Setiap OPD Dapat Giliran
5
Sharing Program Prioritas dan Penanganan Stunting, BKKBN Sulsel Terima Kunjungan DPRD Bone
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Putri Sulung Mantan Rektor UNM Sampaikan Pesan Khusus untuk Prof Hasmyati
2
Pengamat Sarankan Wali Kota Makassar Appi Sebaiknya Hengkang dari Golkar
3
IPCM Perluas Peta Bisnis Maritim, Bidik Kawasan Industri hingga Indonesia Timur
4
Pemkab Luwu Timur Jadwalkan Donor Darah ASN Tiap Bulan, Setiap OPD Dapat Giliran
5
Sharing Program Prioritas dan Penanganan Stunting, BKKBN Sulsel Terima Kunjungan DPRD Bone