Menteri Haji Takziah ke Rumah Jemaah Haji Maros yang Wafat di Tanah Suci

Minggu, 14 Jun 2026 16:31
Menteri Haji Takziah ke Rumah Jemaah Haji Maros yang Wafat di Tanah Suci
Menteri Haji, Mochamad Irfan Yusuf berada di rumah duka jemaah haji asal Kabupaten Maros yang wafat di Tanah Suci, Mekkah. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Comment
Share
MAROS - Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mendatangi rumah duka almarhum Sangkala Manrulu Tonga, jemaah haji asal Kabupaten Maros yang wafat di Arab Saudi saat menunaikan ibadah haji, Minggu (14/6/2026).

Rumah duka terletak di Desa Bori Kamase, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros.

Sangkala merupakan jemaah haji Kloter UPG 20 yang meninggal dunia pada Sabtu 6 Juni 2026 pukul 14.24 waktu setempat.

Di rumah duka, Gus Irfan bertemu dan berbincang dengan keluarga almarhum. Ia didampingi Bupati Maros AS Chaidir Syam, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan Ikbal Ismail, serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros Ahmad Ihyadin.

Gus Irfan mengatakan, kehadiran pemerintah di tengah keluarga jemaah yang wafat merupakan bentuk penghormatan dan tanggung jawab moral negara kepada para tamu Allah yang meninggal saat menunaikan ibadah haji.

"Saya juga meminta kepada kepala kantor haji seluruh Indonesia untuk bertakziah kepada keluarga jemaah yang wafat di Tanah Suci," katanya.

Dalam kesempatan itu, Gus Irfan juga menyampaikan perkembangan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.

Berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya, jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci mencapai sekitar 290 orang. Meski demikian, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan musim haji tahun sebelumnya.

“Laporan terakhir sekitar 290-an. Masih di bawah tahun yang lalu, tetapi kami juga agak khawatir karena beberapa hari terakhir jumlahnya meningkat,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya terus memantau kondisi kesehatan jemaah yang masih berada di Arab Saudi. Seluruh petugas kesehatan dan petugas haji juga telah diinstruksikan untuk meningkatkan pengawasan di tengah cuaca panas ekstrem yang melanda Arab Saudi.

Suhu udara di sejumlah wilayah mencapai sekitar 45 derajat Celsius sehingga berpotensi memicu gangguan kesehatan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.

“Jemaah harus terus dijaga dan dipantau kesehatannya,” ujarnya.

Sementara itu, proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air terus berlangsung. Menurut Gus Irfan, hampir 50 persen jemaah haji Indonesia telah kembali ke Indonesia dan sisanya akan dipulangkan secara bertahap.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros, Ahmad Ihyadin, mengungkapkan almarhum Sangkala memiliki riwayat gangguan paru-paru sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Menurut Ihyadin, kondisi kesehatan almarhum sudah menjadi perhatian sejak berada di pesawat dalam perjalanan menuju Arab Saudi.

Ia menambahkan, kondisi almarhum sempat menurun dalam dua hari terakhir sebelum meninggal dunia dan mengalami penurunan nafsu makan.

"Dua hari terakhir sebelum meninggal tiba-tiba merasakan kurang nafsu makan. Kemudian diberi semangat karena dijadwalkan kembali ke Maros pada 15 Juni," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru