Ground Breaking Jalan Moncongloe Dimulai, Gubernur Janji Akhiri Macet dan Banjir

Kamis, 23 Jul 2026 15:16
Ground Breaking Jalan Moncongloe Dimulai, Gubernur Janji Akhiri Macet dan Banjir
Persiapan ground breaking rekonstruksi Jalan Poros Moncongloe di Dusun Pamanjengan, Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Kamis (23/7/2026). Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Comment
Share
MAROS - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memulai rekonstruksi Jalan Poros Moncongloe di Dusun Pamanjengan, Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, Kamis (23/7/2026). Proyek ini merupakan bagian dari Program Multi Years Contract (MYC) Paket 6.

Ground breaking dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaeman bersama Bupati Maros AS Chaidir Syam. Keduanya menaiki ekskavator untuk mengangkat material batu dari saluran drainase ke atas truk sebagai simbol dimulainya pekerjaan.

Ruas jalan yang direkonstruksi membentang dari batas Kota Makassar–Pamanjengan–Benteng Gajah sepanjang sekitar 18 kilometer. Pekerjaan meliputi rekonstruksi jalan, pengecoran beton, pengaspalan di sejumlah titik, pembangunan drainase, talud, serta box culvert untuk mengatasi banjir yang selama ini menjadi keluhan warga.

Sebelum pekerjaan konstruksi dimulai, Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Sulsel telah melakukan penanganan darurat di sejumlah titik untuk mengurangi kemacetan akibat kerusakan jalan.

Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaeman mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari Paket 6 MYC dengan total anggaran sekitar Rp239 miliar. Paket pekerjaan itu juga mencakup sejumlah ruas jalan di wilayah Toraja, Luwu Raya, dan Maros.

"Ini ground breaking perbaikan jalan Paket 6 Multi Years. Tahapan kontraknya baru selesai sehingga hari ini menjadi awal dimulainya pekerjaan," ujar Andi Sudirman.

Menurutnya, proyek akan dikerjakan secara bertahap hingga 2027 karena ruas jalan berada di kawasan padat penduduk sehingga pelaksanaan konstruksi harus tetap memperhatikan aktivitas masyarakat.

Ia menjelaskan, selain membangun drainase, badan jalan juga akan ditinggikan sekitar 45 sentimeter untuk mengurangi genangan saat musim hujan.

"Dampaknya tentu memperlancar mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, mengurangi kerusakan kendaraan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warga," katanya.

Bupati Maros AS Chaidir Syam mengapresiasi Pemerintah Provinsi Sulsel karena pembangunan jalan yang telah lama dinantikan masyarakat akhirnya dapat direalisasikan.

"Kami masyarakat Maros, khususnya Moncongloe, sangat berterima kasih kepada Bapak Gubernur. Ini adalah harapan besar masyarakat yang akhirnya bisa diwujudkan," ujar Chaidir.

Selama bertahun-tahun, Jalan Poros Moncongloe menjadi salah satu ruas yang paling banyak dikeluhkan pengguna jalan. Kondisinya dipenuhi lubang, kerap tergenang akibat minim drainase, memicu kemacetan panjang, hingga menyebabkan kecelakaan.

Salah seorang pengendara motor, Adi, berharap perbaikan jalan dapat mengakhiri persoalan banjir yang selama ini memaksa warga memutar jalur perjalanan. Menurutnya, kemacetan hampir selalu terjadi, terutama pada pagi hari dan saat hujan.

"Kalau pagi selalu macet, apalagi saat hujan datang pasti banjir. Saya kadang memutar lewat Antang, padahal saya ingin ke tempat kerja di Kima," ungkapnya.

Harapan serupa disampaikan warga Moncongloe, Muhammad Rizal. Ia berharap pembangunan jalan mampu mengatasi banjir yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat.

"Rumah saya tepat di depan jalan yang rusak. Alhamdulillah akhirnya dikerjakan. Mudah-mudahan setelah selesai, banjir tidak terjadi lagi dan aktivitas warga menjadi lebih lancar," tuturnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru